DermayuMagz.com – Yovie Widianto telah lama dikenal sebagai salah satu musisi dan pencipta lagu paling produktif di Indonesia. Karyanya telah menghiasi berbagai dekade, mulai dari era 1980-an hingga saat ini, dan telah dibawakan oleh beragam artis, mulai dari Kahitna, Yovie & Nuno, hingga penyanyi generasi baru seperti Lyodra Ginting dan Tiara Andini.
Banyak sekali lagu hit yang lahir dari tangan dingin Yovie Widianto, di antaranya “Cantik”, “Kasih Putih”, “Janji di Atas Ingkar”, dan “Menjaga Hati”. Dalam sebuah wawancara eksklusif di Gedung KLY Jakarta Pusat, para personel Yovie & Nuno ditantang untuk menyebutkan dua lagu karya Yovie Widianto yang menjadi favorit mereka.
Ady Julian, sang kibordis, memiliki pilihan yang menarik. Ia menyukai lagu “Janji di Atas Ingkar” dan “Malam Genic”. Menurutnya, “Janji di Atas Ingkar” adalah lagu yang terdengar mudah namun sulit dimainkan, membutuhkan musikalitas tinggi. Ia juga mengapresiasi “Malam Genic” sebagai lagu yang sesuai dengan selera musiknya.
“Malam Genic” sendiri merupakan salah satu lagu dari album Kemenangan Cinta yang dirilis pada tahun 2004. Lagu ini dianggap memenuhi kriteria Ady Julian sebagai sebuah karya yang disukainya.
Sementara itu, vokalis Adhyra Yudhi memiliki preferensi pada dua lagu yang lebih baru. Ia memilih “Misal” dan “Kilometer”. Lagu “Misal” memiliki makna spesial karena menjadi lembaran baru bagi dirinya dan juga bagi perjalanan Yovie & Nuno.
Adhyra Yudhi sebelumnya merupakan bagian dari grup 5 Romeo. Dirilisnya single “Misal” menandai babak baru dalam kariernya. Lagu “Kilometer” juga sangat berarti karena merupakan EP pertamanya bersama Yovie & Nuno. Kedua lagu ini memiliki tempat tersendiri di hati dan rekam jejak karier Adhyra Yudhi.
Tentu saja, hal ini bukan berarti lagu-lagu Yovie Widianto yang lain tidak spesial. Namun, “Misal” dan “Kilometer” memiliki ikatan emosional yang kuat dengan Adhyra Yudhi.
Lagu Ciptaan Yovie Widianto
Chico Andreas, vokalis lainnya, memiliki jawaban yang unik dan personal. Ia mengaku kali pertama jatuh hati pada karya Yovie Widianto melalui lagu “Pada Satu Cinta” yang dibawakan oleh almarhum Glenn Fredly. Chico Andreas terkesan dengan notasi musik dan teknik vokal yang digunakan dalam lagu tersebut, yang menurutnya sangat “laki banget”.
Lagu “Pada Satu Cinta” berasal dari album Selamat Pagi, Dunia! yang dirilis oleh Sony Music pada tahun 2003. Lagu ini dikenal dengan aransemennya yang minimalis, didominasi oleh denting piano, dan menonjolkan vokal Glenn Fredly yang khas. Liriknya yang membahas penyesalan dan permintaan maaf kepada kekasih berhasil menyentuh hati banyak pendengar.
Mendengar lagu ini, Chico Andreas merasa terkesima. Ia terinspirasi oleh cara lagu tersebut menggambarkan ekspresi cinta seorang pria kepada pasangannya, yang disertai dengan janji-janji. Baginya, lagu ini sangat efektif dalam menyampaikan pesan.
Lagu kedua yang menjadi favorit Chico Andreas adalah “Misal”, yang juga terdapat dalam EP Kilometer. Lagu ini memiliki kesan tersendiri karena menandai pengalaman rekaman profesional pertamanya dengan peralatan yang memadai untuk industri musik.
Terkesima
Proses rekaman “Misal” dilakukan langsung di bawah pengawasan Yovie Widianto. Momen ini memberikan pengalaman berharga bagi Chico Andreas dan Adhyra Yudhi, yang merasa beruntung dapat langsung berinteraksi dengan musisi hebat sejak awal bergabung dengan Yovie & Nuno.
Bagi mereka, “Misal” bukan sekadar lagu, melainkan sebuah penanda sejarah penting dalam perjalanan karier mereka. Lagu ini membuka lembaran baru dan menjadi saksi bisu awal mula vokal mereka di industri musik secara profesional.
Merasa Beruntung
Baik Chico Andreas maupun Adhyra Yudhi sepakat bahwa lagu “Misal” sangat spesial karena memiliki sejarah tersendiri dalam hidup mereka. Lagu ini menjadi simbol dimulainya karier profesional mereka di dunia musik.
Mereka merasa beruntung dapat bergabung dengan Yovie & Nuno dan langsung bekerja sama dengan figur-figur hebat di industri musik. Pengalaman ini memperkaya perjalanan karier mereka dan memberikan fondasi yang kuat untuk terus berkarya.
Adhyra Yudhi menambahkan bahwa “Misal” menjadi awal dari perjalanan mereka berdua di industri musik. Pengalaman ini sangat berharga dan membekas dalam ingatan mereka.
Dukungan dan bimbingan dari Yovie Widianto serta anggota band lainnya menjadi elemen penting dalam perkembangan mereka sebagai musisi. Lagu-lagu yang diciptakan Yovie Widianto tidak hanya menjadi karya seni, tetapi juga menjadi bagian dari cerita dan perjalanan karier para personel Yovie & Nuno.
Keterikatan emosional dengan karya-karya Yovie Widianto ini menunjukkan betapa besar pengaruh sang maestro dalam blantika musik Indonesia dan bagaimana karyanya mampu menyentuh hati para musisi yang membawakannya.
Kisah ini juga menyoroti bagaimana sebuah lagu dapat memiliki makna yang mendalam bagi seorang musisi, tidak hanya dari sisi artistik, tetapi juga dari pengalaman pribadi dan profesional yang menyertainya. Lagu “Misal” menjadi bukti nyata bagaimana sebuah karya dapat menjadi tonggak penting dalam perjalanan karier seseorang.
Kehadiran Yovie Widianto sebagai pencipta lagu yang terus berkarya memberikan inspirasi bagi banyak musisi muda. Generasi penerus musik Indonesia memiliki kesempatan untuk belajar dan berkembang melalui karya-karyanya yang kaya makna dan melodi.
Lebih lanjut, pilihan lagu yang beragam dari para personel Yovie & Nuno menunjukkan spektrum luas dari karya Yovie Widianto. Mulai dari lagu yang menantang secara teknis, lirik yang mendalam, hingga lagu yang menjadi penanda awal karier, semuanya memiliki tempat di hati para penikmat musik.
Pengalaman ini juga memperkuat ikatan antara Yovie Widianto dan para personelnya, menciptakan sinergi yang terus mendorong Yovie & Nuno untuk terus menghasilkan karya-karya berkualitas.
Pada akhirnya, apresiasi terhadap karya Yovie Widianto tidak hanya datang dari pendengar setia, tetapi juga dari rekan-rekan musisi yang merasakan langsung kedalaman dan keindahan ciptaannya. Lagu-lagu ini akan terus hidup dan menginspirasi generasi mendatang.






