Prabowo dan Perjuangan Melawan Korupsi

Bisnis5 Dilihat

DermayuMagz.com – Presiden Prabowo Subianto mengantisipasi adanya perlawanan terhadap upaya transformasi ekonomi yang dicanangkannya. Perubahan besar ini, yang berorientasi pada konsep ekonomi Pancasila, diprediksi akan menghadapi tantangan dari kelompok-kelompok yang tidak sejalan dengan prinsip keadilan dan kepentingan nasional.

Prabowo menegaskan komitmennya untuk mewujudkan transformasi ekonomi sesuai dengan nilai-nilai Pancasila. Namun, ia menyadari bahwa langkah ini tidak akan berjalan mulus. Ada potensi resistensi dari pihak-pihak yang diuntungkan oleh praktik-praktik ekonomi yang menyimpang.

Ia secara spesifik menyebutkan bahwa kelompok yang terbiasa dengan korupsi, penyelundupan, dan tindakan ekonomi ilegal lainnya kemungkinan akan memberikan perlawanan. Hal ini disampaikan Prabowo dalam pidatonya pada acara Peringatan Hari Lahir Pancasila di Gedung Pancasila, Jakarta, pada Senin, 1 Juni 2026.

“Suatu transformasi, suatu perubahan yang besar tidak mudah. Kita akan menghadapi rintangan, kita akan menghadapi tantangan, mungkin juga kita akan menghadapi perlawanan dari kelompok-kelompok yang suka dengan korupsi, suka dengan penyelundupan, suka dengan tindakan-tindakan ekonomi yang ilegal,” ujar Prabowo.

Meskipun menyadari adanya potensi perlawanan tersebut, Prabowo menegaskan bahwa keputusan besar untuk melakukan transformasi ekonomi nasional harus tetap diambil. Terlebih lagi, jika kebijakan tersebut memiliki potensi besar untuk membawa dampak positif bagi kesejahteraan masyarakat Indonesia secara keseluruhan.

Ia menambahkan bahwa perlawanan tersebut mungkin juga datang dari pihak-pihak yang tidak memiliki kecintaan terhadap tanah air dan berupaya melemahkan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI). Namun, Prabowo menekankan bahwa bangsa yang besar harus memiliki keberanian untuk mengambil keputusan yang tepat, meskipun sulit.

“Kita akan mungkin menghadapi perlawanan dari mereka-mereka yang tidak cinta tanah air, bahkan berusaha terus untuk memperlemah NKRI. Tapi bangsa yang besar harus berani, kita harus berani ambil keputusan yang benar walaupun sulit,” tegasnya.

Lebih lanjut, Prabowo menyatakan bahwa prioritas utamanya adalah membela rakyat. Ia tidak ingin mewariskan kemudahan jangka pendek yang justru mengorbankan masa depan generasi penerus bangsa.

“Kita harus berani membela rakyat kita, kita tidak boleh mewariskan kemudahan jangka pendek, tapi mengorbankan masa depan anak-anak dan cucu-cucu kita,” pungkas Prabowo.

Dalam kesempatan yang sama, Presiden Prabowo Subianto juga menekankan pentingnya Indonesia untuk tidak bergantung pada negara lain. Ia berpendapat bahwa kemandirian ekonomi adalah kunci bagi kedaulatan sebuah bangsa.

Baca juga : Indramayu Terbaik Nasional: Kabupaten Unggulan di Indonesia

Prabowo mengingatkan bahwa tidak ada negara yang akan memberikan perhatian atau bantuan tanpa pamrih ketika Indonesia menghadapi kesulitan. Oleh karena itu, semangat kemandirian yang dicetuskan oleh para pendiri bangsa, khususnya Bung Karno, harus terus dihidupkan.

“Tidak ada negara yang merdeka tanpa kemakmuran. Kita tidak mau jadi bangsa yang tergantung oleh bangsa lain, karena sesungguhnya tidak ada bangsa lain yang akan kasihan sama kita,” kata Prabowo.

Ia mengutip pidato Bung Karno yang menekankan pentingnya Indonesia berdiri di atas kaki sendiri. Kemandirian ini merupakan salah satu pilar utama bagi sebuah negara untuk dapat berdaulat seutuhnya.

“Kalau kita dalam kesulitan, kalau rakyat kita lapar, kalau rakyat kita dalam kesulitan, tidak ada bangsa lain, kekuatan lain yang akan kasihan atau membantu kita. Sebagaimana pendiri bangsa kita, sebagaimana programator kita, Bung Karno pernah menganjurkan kepada kita, kita harus berani berdiri di atas kaki kita sendiri,” jelas Prabowo.

Presiden Prabowo Subianto memaparkan bahwa strategi ekonomi yang akan dijalankan sejalan dengan prinsip ekonomi Pancasila. Salah satu fokus utamanya adalah penguatan hilirisasi sumber daya alam dan pembangunan ketahanan pangan nasional.

Selain itu, program-program pro-rakyat seperti pemberian makan bergizi gratis untuk anak-anak juga menjadi prioritas. Tujuannya adalah untuk membangun generasi penerus yang sehat, cerdas, dan unggul.

“Kita memperkuat hilirisasi sumber daya alam, kita membangun ketahanan pangan nasional, kita memperkuat koperasi dan ekonomi desa, kita terus memberi makan bergizi gratis untuk membangun generasi Indonesia yang sehat dan unggul dan cerdas,” ucapnya.

Lebih lanjut, Prabowo juga menekankan pentingnya penguatan sektor pendidikan dan kesehatan sebagai bagian dari pembangunan sumber daya manusia. Perbaikan tata kelola juga menjadi kunci untuk mencegah kebocoran kekayaan negara dan aliran dana ke luar negeri.

“Kita memperkuat pendidikan, kesehatan dan pembangunan manusia, kita memperbaiki tata kelola agar kekayaan bangsa tidak terus bocor dan tidak terus mengalir ke luar negeri,” tutur Prabowo.