BP BUMN Akan Kurangi Jumlah Anak Perusahaan Pupuk Indonesia

Bisnis7 Dilihat

DermayuMagz.com – PT Pupuk Indonesia (Persero) akan melakukan restrukturisasi besar-besaran dengan memangkas jumlah entitas usahanya secara signifikan dalam satu tahun ke depan. Langkah ini merupakan bagian dari transformasi bisnis yang bertujuan untuk meningkatkan efisiensi dan efektivitas operasional perusahaan. Rencananya, jumlah entitas usaha yang saat ini mencapai 57 akan menyusut menjadi 15 pada tahun 2027.

Kepala Badan Pengaturan BUMN, Dony Oskaria, menjelaskan bahwa pemangkasan ini akan mengurangi sekitar 42 entitas usaha. Proses ini diharapkan dapat menyederhanakan struktur perusahaan, memperkuat fokus pada lini bisnis inti, dan meningkatkan efisiensi pengelolaan.

Dalam keterangan resminya pada Kamis, 4 Juni 2026, Dony Oskaria menyatakan bahwa penyederhanaan entitas akan memperkuat fokus bisnis dan meningkatkan efektivitas pengelolaan perusahaan. Ini merupakan langkah strategis untuk menghadapi tantangan industri dan memperkuat posisi Pupuk Indonesia di pasar.

Transformasi ini akan dimulai dengan pengurangan jumlah entitas menjadi 17 pada tahun 2026, sebelum akhirnya mencapai target 15 entitas pada tahun 2027. Dengan demikian, total ada sekitar 42 entitas usaha yang akan dipangkas dari struktur perusahaan.

Melalui struktur yang baru ini, Pupuk Indonesia diharapkan dapat meningkatkan efisiensi operasional, memperkuat sinergi antar entitas usaha, serta mengoptimalkan pengelolaan aset dan sumber daya yang dimiliki. Perusahaan diproyeksikan menjadi lebih ramping, lincah, dan kompetitif.

Selain itu, transformasi ini juga bertujuan untuk memperkuat kontribusi Pupuk Indonesia dalam mendukung ketahanan pangan nasional dan pembangunan industri di dalam negeri. Fokus yang lebih tajam pada lini bisnis inti akan memungkinkan perusahaan untuk berinovasi dan beradaptasi lebih cepat terhadap perubahan pasar.

Bentuk Tiga Subholding

Transformasi bisnis Pupuk Indonesia juga mencakup pembentukan tiga Sub-Holding utama yang akan memperjelas fokus pengembangan setiap lini bisnis. Ketiga subholding tersebut adalah Agrichemical, Industrial Chemical, dan Clean Ammonia.

Kehadiran tiga subholding utama ini akan memastikan setiap lini bisnis memiliki fokus pengembangan yang terarah dan berkelanjutan. Hal ini penting untuk mendukung pertumbuhan usaha yang lebih kuat dan adaptif terhadap dinamika industri.

Selain itu, akan dibentuk juga Feedstock Co. yang bertugas sebagai pengelola pasokan bahan baku strategis. Elemen ini menjadi krusial untuk memastikan integrasi rantai pasok dan keberlangsungan operasi perusahaan secara keseluruhan.

Dengan struktur baru yang lebih terfokus ini, Pupuk Indonesia diharapkan dapat meningkatkan daya saingnya di sektor pupuk dan petrokimia. Lebih lanjut, hal ini juga akan membuka peluang pengembangan bisnis baru yang sejalan dengan kebutuhan industri masa depan.

Revitalisasi Pabrik Tua

Selain restrukturisasi organisasi, PT Pupuk Indonesia (Persero) juga tengah menjalankan beberapa upaya perbaikan operasional, termasuk revitalisasi pabrik pupuk yang sudah tua. Tercatat ada sebanyak 7 proyek perbaikan yang akan digarap hingga tahun 2029.

Sekretaris Perusahaan PT Pupuk Indonesia (Persero), Yehezkiel Adiperwira, menekankan pentingnya dukungan pemerintah dalam revitalisasi pabrik ini untuk menopang ketahanan pangan nasional. Ia mengakui bahwa banyak pabrik yang sudah berusia lanjut dan memerlukan perbaikan.

Salah satu contohnya adalah pabrik di PT Pupuk Kujang Cikampek yang telah beroperasi sejak tahun 1975, sehingga usianya sudah mencapai sekitar 50 tahun. Perbaikan lini produksi ini diyakini akan membuat operasional pabrik menjadi lebih efisien.

Yehezkiel menjelaskan bahwa revitalisasi pabrik-pabrik tua ini bertujuan untuk memastikan kapasitas produksi Pupuk Indonesia Group dapat memenuhi kebutuhan petani di seluruh Indonesia. Hal ini sejalan dengan arahan Presiden untuk mencapai kedaulatan pangan.

Secara total, ada sekitar 7 proyek revitalisasi yang akan dilaksanakan oleh perusahaan hingga tahun 2029. Proyek-proyek ini mencakup revamping di PT Pupuk Kalimantan Timur (PKT) hingga pembangunan pabrik baru seperti Pabrik Pupuk Sriwidjaja Palembang 3B.

Pabrik Tua

Pabrik-pabrik tua yang akan direvitalisasi mencakup berbagai fasilitas produksi. Revitalisasi ini bukan hanya sekadar perbaikan, tetapi juga peningkatan teknologi untuk memastikan efisiensi dan keberlanjutan produksi.

Perbaikan lini produksi pada pabrik-pabrik yang sudah berumur ini diharapkan mampu meningkatkan kapasitas produksi pupuk nasional. Tujuannya adalah untuk menopang kebutuhan peningkatan produksi pangan di Tanah Air.

Yehezkiel menambahkan bahwa dengan adanya proyek revitalisasi ini, Pupuk Indonesia memastikan kapasitas produksi dapat memenuhi kebutuhan dalam negeri. Hal ini menjadi komitmen perusahaan untuk mendukung sektor pertanian nasional.

Kapasitas Produksi Meningkat

Selain fokus pada revitalisasi pabrik, grup Pupuk Indonesia juga aktif dalam proyek hilirisasi industri. Salah satu contohnya adalah pengembangan produksi soda ash yang sedang digarap oleh PT Pupuk Kalimantan Timur (PKT).

Pengembangan hilirisasi ini merupakan salah satu bentuk komitmen Pupuk Indonesia untuk meningkatkan nilai tambah produk dan memperkuat industri di dalam negeri. Langkah ini juga diharapkan dapat membuka peluang bisnis baru dan mengurangi ketergantungan pada impor.

Dengan berbagai upaya transformasi dan perbaikan ini, Pupuk Indonesia berupaya untuk terus meningkatkan kapasitas produksinya, menjaga ketersediaan pupuk bagi petani, dan berkontribusi lebih besar terhadap ketahanan pangan serta pembangunan industri nasional.