Peterpan Kembali ke Malaysia dan Singapura untuk Konser Lepas Rindu

showbiz4 Dilihat

DermayuMagz.com – Kabar gembira menyapa para penggemar setia grup musik legendaris Peterpan. Band yang telah lama dinantikan kehadirannya ini secara resmi mengumumkan rencana konser internasional bertajuk “The Journey Continues: Peterpan”.

Para personel Peterpan siap untuk menyapa kembali penggemar mereka di Singapura. Konser tersebut akan digelar di The Star Theatre pada tanggal 3 Juli 2026.

Selanjutnya, panggung di Malaysia, tepatnya di Idea Live Arena, akan menjadi destinasi berikutnya yang dijadwalkan pada 11 Juli 2026.

Momen ini menjadi sangat emosional karena Peterpan akan kembali ke dua negara tetangga tersebut setelah absen selama hampir dua dekade. Budi Aloka, sang pendiri ALOKA, menjelaskan alasan di balik pemilihan tema dan daftar lagu untuk konser spesial ini.

“Kami ingin membawa kembali lagu-lagu Peterpan. Terlebih lagi, Peterpan terakhir tampil di Malaysia dan Singapura adalah 18 tahun yang lalu. Yang paling istimewa, lagu-lagu ini bisa membawa kita kembali ke masa-masa muda yang penuh perjuangan, sehingga kita bisa mengenang semuanya,” ujar Budi di kawasan Cilandak, Jakarta Selatan, pada Kamis (4/6/2026).

Pihak penyelenggara telah memastikan bahwa pertunjukan ini akan menjadi sebuah perayaan musik yang megah dan tak terlupakan. Budi juga membocorkan bahwa akan ada sejumlah kolaborator papan atas yang turut memeriahkan panggung konser Peterpan.

Mereka yang akan hadir antara lain Marcello Tahitoe, Tantri Kotak, Arda Naff, Rony Parulian, Charly Van Houten, Arda Hatna, hingga Hael Husaini.

Alasan Pilih Malaysia dan Singapura

Keputusan untuk memilih Malaysia dan Singapura sebagai lokasi penyelenggaraan konser ini tentunya memiliki alasan yang kuat. Jerry, selaku promotor, mengungkapkan bahwa antusiasme penonton di kedua negara tersebut terhadap karya-karya Peterpan masih sangat tinggi hingga saat ini.

“Pasar Malaysia memang masih sangat membutuhkan musisi yang lagu-lagunya tumbuh bersama mereka. Salah satunya Peterpan. Sudah 18 tahun, lho,” ungkap Jerry.

Band yang Sangat Dirindukan

Pesona magis dari lagu-lagu band asal Bandung ini seolah telah menjadi bagian tak terpisahkan dari perjalanan hidup banyak orang lintas generasi. Jerry mengakui bahwa ia sendiri masih sering mendengarkan deretan hit populer dari grup musik yang dimotori oleh Ariel dan kawan-kawan tersebut.

“Saya saja masih sering mendengarkan lagu-lagu Peterpan. Band ini memang sangat dirindukan. Kebetulan sekarang Peterpan kembali hadir dan kesempatan ini tidak boleh disia-siakan,” tuturnya.

Peterpan Juga Kangen Manggung di Luar Negeri

Rasa rindu rupanya tidak hanya dirasakan oleh para penonton, tetapi juga oleh para personel Peterpan sendiri. Lukman menegaskan bahwa seluruh anggota tim memiliki keinginan yang sama besar untuk segera kembali tampil di hadapan publik luar negeri.

“Yang pasti kami juga kangen dengan mereka. Terakhir kali kami tampil di sana pada 2008. Harapannya semua yang selama ini hanya mendengar lagu-lagunya bisa datang ke konser. Pasti seru,” ujar Lukman.

Peterpan menjanjikan bahwa kualitas penampilan mereka di konser mendatang akan tetap maksimal. Konser ini diprediksi akan menjadi salah satu hajatan musik terbesar di tahun 2026 bagi industri hiburan di kawasan Asia Tenggara.

DermayuMagz.com – Menteri Ekonomi Kreatif/Kepala Badan Ekonomi Kreatif (Ekraf), Teuku Riefky Harsya, memberikan apresiasi tinggi terhadap film animasi terbaru, Garuda di Dadaku. Beliau menghadiri acara pemutaran film tersebut pada Kamis (4/6/2026) di Plaza Indonesia, Jakarta Pusat, bersama dengan sejumlah pejabat dari berbagai Kementerian/Lembaga Kabinet Merah Putih.

Menteri Teuku Riefky Harsya mengungkapkan kekagumannya terhadap film yang disutradarai oleh Ronny Gani tersebut. Ia menilai film animasi Garuda di Dadaku sebagai bukti nyata transformasi industri animasi nasional.

Menurutnya, industri animasi Indonesia kini semakin kuat dalam menciptakan karya yang berbasis Kekayaan Intelektual (IP) lokal. Karya-karya tersebut bahkan mampu bersaing di pasar global.

“Ini adalah indikator kuat bahwa industri animasi kita tidak lagi sekadar menjadi pendukung industri luar, melainkan mampu mandiri sebagai produser utama kekayaan intelektual yang kompetitif di panggung internasional,” ujar Teuku Riefky.

Bagi Menteri Ekraf, Garuda di Dadaku menunjukkan kemajuan kualitas animasi nasional. Detail visual olahraga yang dinamis dan sinematografi digital yang apik menjadi bukti bahwa talenta lokal mampu menghasilkan karya berstandar internasional.

Garuda di Dadaku Berikan Dampak Positif ke Industri Film dan Animasi

Melihat pencapaian kualitas yang diraih Garuda di Dadaku, Teuku Riefky optimistis film ini akan memberikan dampak positif bagi subsektor film dan animasi Indonesia. Ia berharap hal ini dapat memicu lahirnya lebih banyak IP lokal yang mampu bersaing di kancah internasional.

“Keberhasilan film ini diharapkan menjadi pemantik motivasi bagi para sineas dan pelaku industri kreatif di berbagai daerah untuk terus memproduksi karya-karya bermutu yang menjadi tuan rumah di negeri sendiri,” katanya.

Pada akhirnya, Teuku Riefky meyakini bahwa kesuksesan film ini akan memberikan efek berlipat ganda yang signifikan bagi perekonomian nasional.

Dukungan untuk Garuda di Dadaku dari Instansi Pemerintah

Selain Menteri Ekraf Teuku Riefky Harsya, sebanyak 18 Kementerian/Lembaga Kabinet Merah Putih juga menunjukkan dukungan mereka terhadap Garuda di Dadaku dengan menghadiri acara pemutaran film tersebut.

Di antara tamu yang hadir adalah Menteri Pemuda dan Olahraga, Erick Thohir; Menteri Perindustrian, Agus Gumiwang Kartasasmita; Wakil Menteri Kependudukan dan Pembangunan Keluarga/Wakil Kepala BKKBN, Ratu Ayu Isyana Bagoes; serta Wakil Menteri Lingkungan Hidup/Wakil Kepala Pengendalian Lingkungan Hidup, Diaz Faisal Malik Hendropiyono.

Kehadiran Wakil Menteri Ekraf, Irene Umar, sejumlah anggota Komisi VII DPR RI, dan pimpinan InJourney turut menegaskan komitmen pemerintah dalam mendukung ekosistem perfilman dan animasi lokal. Langkah ini sejalan dengan peran Deputi Kreativitas Media yang dipimpin Cecep Rukendi dalam pengembangan dan penguatan industri perfilman Tanah Air.

Garuda di Dadaku, IP yang Tumbuh Bersama Penonton Indonesia

Sutradara Ronny Gani menyatakan bahwa Garuda di Dadaku merupakan IP yang telah tumbuh dan berkembang bersama banyak generasi penonton di Indonesia.

“Bagi kami, menghadirkan kembali film ini dalam format animasi dan melihatnya masuk ke kompetisi animasi Shanghai International Film Festival adalah bukti nyata. Kolaborasi 15 studio animasi dan lebih dari 500 kreator dari berbagai daerah di Indonesia mampu menghasilkan karya yang menunjukkan besarnya potensi industri animasi nasional,” ujar Ronny.

Ia menambahkan, “Kami berharap penonton Indonesia terus memberi ruang dan dukungan bagi karya-karya lokal agar industri animasi Indonesia dapat tumbuh semakin kuat di masa depan.”