Marco, Anak Diah Permatasari, Ingin Berkarir di Tanah Air Setelah Lulus S1 di Luar Negeri

showbiz4 Dilihat

DermayuMagz.com – Marco, putra dari aktris senior Diah Permatasari, telah menyelesaikan pendidikan strata satunya di luar negeri dan kini telah kembali ke Tanah Air.

Alih-alih langsung melanjutkan studi ke jenjang pascasarjana, Marco memiliki rencana lain yang lebih menarik baginya.

Marco mengungkapkan bahwa ia belum memiliki niat untuk melanjutkan pendidikan ke jenjang S2 dalam waktu dekat. Prioritas utamanya saat ini adalah segera terjun ke dunia kerja di Indonesia.

“Kalau mengenai S2, jujur belum terpikirkan sih. Rencana aku setelah lulus S1 mau langsung kerja saja di sini,” ujar Marco dalam sebuah wawancara di Kawasan Tendean, Jakarta Selatan, pada Jumat, 29 Mei 2026.

Ia menambahkan bahwa jenis pekerjaan bukan menjadi batasan utama baginya. Baik di industri hiburan maupun di lingkungan perkantoran, yang terpenting baginya adalah bisa berkarya di Indonesia.

“Mau itu di dunia entertainment atau kantoran, tidak masalah, yang penting di Indonesia,” tegasnya.

Berbeda dengan kakaknya, Marcel, yang cenderung lebih menyukai aktivitas di balik layar, Marco justru sering terlihat menemani ibunya dalam berbagai acara publik.

Hal ini menunjukkan bahwa Marco sudah terbiasa dengan perhatian publik dan sorotan kamera yang kerap mengarah padanya sejak kecil.

“Ya, sudah biasa sih,” ungkapnya santai.

Diah Permatasari sendiri mengakui adanya perbedaan karakter yang signifikan antara kedua putranya terkait penampilan di depan umum.

Ia menjelaskan bahwa Marco memang memiliki ketertarikan yang berbeda dibandingkan dengan sang kakak.

“Marco sudah biasa. Kalau kakaknya memang tidak terlalu suka tampil, dia lebih memilih di belakang layar, mungkin jadi sutradara. Dia tidak mau jadi bintang filmnya,” tutur Diah.

Aturan dari Marco untuk Diah Permatasari

Meskipun sering tampil bersama di depan publik, Marco ternyata memiliki aturan khusus sebelum wajahnya muncul di media sosial sang ibu.

Ia kerap kali menyampaikan protes jika ibunya mengunggah foto tanpa mendapatkan persetujuannya terlebih dahulu.

“Oh, ada pembicaraan dulu biasanya. Dia suka minta lihat dulu fotonya sebelum diposting. Kalau saya main asal posting saja, dia suka komplain kalau fotonya dia rasa kurang oke,” jelas Diah.

Marco menimpali pernyataan ibunya dengan nada bercanda, menyiratkan bahwa sang ibu terkadang lupa atau bahkan sengaja mengabaikan kesepakatan tersebut demi konten.

“Iya, tapi Mama sering lupa atau sengaja ya?” canda Marco sambil tertawa, yang membuat suasana wawancara menjadi lebih ringan.

Sifat Mama yang Bikin Stres

Kedekatan antara Diah Permatasari dan Marco juga diwarnai dengan cerita unik mengenai sifat asli Diah saat berada di rumah.

Marco berkelakar bahwa ada satu sifat mamanya yang ia harap tidak dimiliki oleh calon pasangannya kelak.

“Hmm, mungkin jangan terlalu cerewet ya. Kadang-kadang bikin stres, apalagi kalau baru bangun tidur tiba-tiba Mama sudah masuk kamar dan bicara panjang lebar soal ini itu,” selorohnya.

Diah hanya bisa tertawa mendengar keluhan jujur dari putra yang kini sudah beranjak dewasa tersebut.

Namun, Marco menegaskan bahwa kebiasaan sang mama yang dianggapnya cerewet itu memang cukup sering terjadi setiap pekannya.

“Sering sih, hampir tiap minggu,” tambah Marco.

Kriteria Pasangan Marco

Menanggapi pertanyaan mengenai kriteria pasangan untuk putranya, Diah mengaku tidak ingin menetapkan standar yang terlalu memberatkan.

Baginya, kebahagiaan Marco adalah prioritas utama, mengingat usianya yang masih tergolong muda.

“Marco kan masih muda, 19 tahun. Perjalanan menuju pernikahan masih sangat panjang. Yang penting sekarang Marco happy, Mama juga pasti happy,” pungkas Diah Permatasari.

Sementara itu, dalam berita terpisah, grup musik legendaris Peterpan dikabarkan siap menggelar konser reuni di Malaysia dan Singapura. Konser ini akan menjadi momen pelepasan rindu setelah 18 tahun absen di kedua negara tersebut.

Konser bertajuk “The Journey Continues: Peterpan” ini dijadwalkan akan berlangsung di Singapura pada 3 Juli 2026 di The Star Theatre, dan di Malaysia pada 11 Juli 2026 di Idea Live Arena.

Founder ALOKA, Budi Aloka, menjelaskan bahwa pemilihan tema dan daftar lagu bertujuan untuk membawa penonton kembali ke masa-masa muda yang penuh perjuangan.

“Kami ingin membawa lagu-lagu Peterpan kembali. Apalagi terakhir Peterpan manggung di Malaysia dan Singapura itu 18 tahun lalu. Yang paling istimewa, lagu-lagu ini bisa membawa kita kembali ke masa-masa muda yang penuh perjuangan sehingga kita bisa mengenang semuanya,” kata Budi.

Pihak penyelenggara juga akan menghadirkan sejumlah kolaborator papan atas, termasuk Marcello Tahitoe, Tantri Kotak, Arda Naff, Rony Parulian, Charly Van Houten, Arda Hatna, dan Hael Husaini.

Alasan pemilihan Malaysia dan Singapura didasari oleh antusiasme penonton yang masih tinggi terhadap karya-karya Peterpan.

“Pasar Malaysia memang masih sangat membutuhkan musisi yang lagu-lagunya tumbuh bersama mereka. Salah satunya Peterpan. Sudah 18 tahun, lho,” ungkap Jerry selaku promotor.

Ia menambahkan bahwa lagu-lagu Peterpan masih sering didengarkan dan band ini sangat dirindukan oleh para penggemarnya di sana.

Para personel Peterpan sendiri juga mengaku merindukan panggung di luar negeri.

“Yang pasti kami juga kangen dengan mereka. Terakhir kali kami tampil di sana pada 2008. Harapannya semua yang selama ini hanya mendengar lagu-lagunya bisa datang ke konser. Pasti seru,” tutur Lukman.

Konser ini diharapkan dapat menjadi salah satu hajatan musik terbesar di tahun 2026 untuk industri hiburan di kawasan Asia Tenggara.