DermayuMagz.com – Selebgram Clara Shinta melaporkan mantan suaminya ke Polda Metro Jaya atas dugaan fitnah dan pencemaran nama baik.
Langkah hukum ini diambil Clara Shinta setelah merasa reputasinya tercoreng tanpa dasar yang jelas.
Didampingi kuasa hukumnya, Moh. Akil, Clara Shinta mendatangi Polda Metro Jaya pada Selasa (4/6/2024) untuk membuat laporan.
Akil menjelaskan bahwa laporan tersebut ditujukan kepada seseorang berinisial DG, yang diduga telah melakukan fitnah.
Clara Shinta menyatakan bahwa ia sudah cukup bersabar menghadapi tuduhan-tuduhan yang dilayangkan kepadanya.
Ia merasa perlu untuk membela diri karena dampak negatif dari fitnah tersebut telah mengganggu kehidupannya.
“Kali ini saya ingin speak up untuk diri saya sendiri karena sejauh ini saya sudah teramat banyak sekali dirugikan di kehidupan saya,” ujar Clara Shinta.
Salah satu tuduhan yang paling disorot adalah mengenai aliran dana fantastis yang disebut diterima Clara.
Ia membantah keras tudingan menerima uang titipan senilai Rp 13 miliar yang menurutnya tidak memiliki dasar sama sekali.
Isu uang tersebut menjadi salah satu pemicu kemarahan Clara hingga memutuskan untuk menempuh jalur hukum.
“Tapi balik lagi saya hanya membahas apa yang sudah dilontarkan ke media, kayak saya difitnah uang titipan 13 miliar seperti itu,” tegas Clara Shinta.
Dalam laporannya, Clara Shinta dan kuasa hukumnya menggunakan pasal-pasal dalam Kitab Undang-Undang Hukum Pidana yang baru.
Akil menyebutkan bahwa mereka menggunakan Pasal 433 dan Pasal 441 KUHP, yang merujuk pada Undang-Undang Nomor 1 Tahun 2023.
Pihak Clara Shinta juga telah menyerahkan berbagai barang bukti kepada penyidik.
Bukti-bukti tersebut meliputi dokumen fisik dan data digital yang disimpan dalam bentuk cakram padat atau flashdisk.
“Pokoknya kita akan tuntut seadil-adilnya lah ya. Saya siap banget membuka bukti itu kepada siapa pun yang memang pengen tahu,” jelas Clara Shinta.
Laporan Clara Shinta terdaftar dengan nomor registrasi STTLP/B/3138/VI/2024/SPKT/POLDA METRO JAYA.
Clara berharap dengan adanya nomor laporan ini, pihak kepolisian dapat segera memanggil terlapor untuk dimintai keterangan lebih lanjut.
Sementara itu, dalam pemberitaan terpisah, Sarwendah juga baru saja menyampaikan permintaan maaf terkait kegaduhan video viral yang diduga menghina Ruben Onsu.
Ia meminta maaf atas kata-katanya yang memicu masalah publik dan seharusnya diselesaikan secara privat.
Sarwendah menyesali kegaduhan yang ditimbulkan dan menyampaikan permintaan maaf kepada anak-anaknya serta keluarga besar.
Ia berjanji akan melindungi anak-anaknya dari dampak pemberitaan yang berkaitan dengan kehidupan orang dewasa.
Dalam video permintaan maafnya, Sarwendah terlihat menundukkan kepala dan memejamkan mata, menunjukkan penyesalan yang mendalam.
Permintaan maafnya ini telah disaksikan jutaan kali di media sosial dan menuai berbagai komentar dari warganet.
Banyak yang mendukung dan menyemangati Sarwendah, berharap masalah ini segera menemukan jalan keluar terbaik.
Sarwendah menyatakan ingin menyelesaikan masalah dengan Ruben Onsu menggunakan kepala dingin dan hati lapang.
Ia berterima kasih atas dukungan keluarga, sahabat, dan masyarakat yang menemaninya.
Sarwendah juga menegaskan bahwa dirinya adalah manusia biasa yang tidak luput dari dosa dan kesalahan.
Ia menyadari bahwa potongan video yang beredar telah menimbulkan kegaduhan dan kata-katanya tidak menunjukkan kebaikan.
Hal-hal yang seharusnya diselesaikan secara privat kini menjadi konsumsi publik.
Oleh karena itu, Sarwendah menyampaikan permintaan maaf yang tulus kepada semua pihak yang terdampak.
Ia berjanji akan terus berusaha menjadi ibu yang melindungi dan mengutamakan kebahagiaan anak-anaknya.
Sarwendah juga meminta maaf kepada keluarga besar yang turut merasakan beban pikiran akibat masalah ini.
Ia berterima kasih atas dukungan dan pengertian yang diberikan selama masa sulit.
Permintaan maaf Sarwendah ini menunjukkan bahwa ia berupaya meredakan konflik dan memperbaiki citranya di mata publik.
Netizen memberikan dukungan dengan mengatakan bahwa dengan permintaan maaf ini, Sarwendah justru menunjukkan hati yang besar.
Harapan agar masalah ini cepat selesai dan menemukan jalan terbaik bagi semua pihak juga banyak diutarakan.






