Minyak Anjlok 6% Pekan Ini, Pasar Respons Positif Negosiasi Selat Hormuz

Bisnis5 Dilihat

DermayuMagz.com – Harga minyak dunia mengalami penurunan signifikan sebesar 6% dalam sepekan terakhir. Pelemahan ini terjadi setelah Amerika Serikat dan Iran dilaporkan semakin mendekati kesepakatan untuk membuka kembali Selat Hormuz, jalur pelayaran energi yang sangat vital di dunia.

Meskipun demikian, seorang pejabat senior dari pemerintahan Presiden Amerika Serikat saat itu menegaskan bahwa hasil akhir dari negosiasi tersebut belum sepenuhnya pasti.

Kontrak minyak mentah Amerika Serikat tercatat ditutup turun 3,2% menjadi US$ 84,88 per barel. Sementara itu, minyak acuan global Brent juga mengalami penurunan sebesar 3,4% dan berakhir di level US$ 87,33 per barel.

Penurunan harga minyak ini telah menyebabkan kerugian sekitar 6% secara mingguan. Namun, jika dibandingkan dengan harga sebelum konflik memanas pada akhir Februari tahun tersebut, harga minyak masih menunjukkan kenaikan lebih dari 20%.

Pejabat pemerintahan AS tersebut mengungkapkan bahwa peluang tercapainya kesepakatan antara Washington dan Teheran dalam beberapa hari ke depan diperkirakan mencapai 80%. Ia mengakui bahwa kesepakatan tersebut belum 100% final karena sistem negosiasi yang rumit.

Menurutnya, mayoritas pihak yang memiliki kewenangan di Iran mendukung penandatanganan kesepakatan ini, meskipun tidak semua pihak sepakat. Kesepakatan yang sedang dibahas mencakup beberapa poin penting.

Poin-poin tersebut meliputi pembukaan kembali Selat Hormuz, pencabutan blokade laut yang diberlakukan oleh AS, pembongkaran program nuklir Iran, serta pemindahan uranium yang telah diperkaya. Sebagai imbalannya, Iran akan menerima berbagai insentif ekonomi jika mematuhi seluruh ketentuan yang telah disepakati.

Namun, terdapat perbedaan antara rincian kesepakatan versi Washington dengan dokumen yang lebih dulu dirilis oleh kantor berita pemerintah Iran, Mehr. Dokumen dari Iran menyebutkan bahwa AS akan menarik pasukannya dari wilayah sekitar Iran.

Selain itu, Iran juga akan mendapatkan pencabutan blokade laut dalam waktu 30 hari dan dana rekonstruksi sebesar US$ 300 miliar. Iran juga disebut akan membuka kembali Selat Hormuz dalam 30 hari, namun dengan pengaturan yang ditetapkan oleh Teheran sendiri.

Pihak AS dengan tegas membantah isi dokumen tersebut. Mereka berpendapat bahwa kelompok garis keras di Iran sengaja menggambarkan kesepakatan itu lebih menguntungkan Teheran demi kepentingan politik domestik.

Presiden Amerika Serikat saat itu juga secara langsung menyatakan bahwa dokumen yang beredar di media tidak mencerminkan kesepakatan yang telah dicapai oleh kedua negara. Ia mengkritik keras Iran yang dianggap tidak bernegosiasi dengan itikad baik.

Trump juga menuduh Iran meluncurkan pesawat nirawak atau drone ke sebuah kapal India pada malam sebelumnya, mengecam tindakan tersebut sebagai sesuatu yang tidak dapat diterima. Ia menekankan bahwa Iran harus segera menyelesaikan masalah internal mereka.

Di tengah saling bantah tersebut, Perdana Menteri Pakistan, Shehbaz Sharif, yang berperan sebagai mediator dalam perundingan AS-Iran, menyatakan bahwa berbagai informasi yang beredar saat ini merupakan bagian dari kampanye disinformasi.

Sharif menilai ada pihak-pihak yang berupaya menggagalkan peluang tercapainya perdamaian antara AS dan Iran. Ia menegaskan bahwa naskah akhir kesepakatan damai sebenarnya telah berhasil disusun.

Pakistan bekerja sama erat dengan kedua pihak untuk menyelesaikan langkah-langkah berikutnya. Sharif optimis bahwa perdamaian antara kedua negara kini berada pada titik paling dekat dibandingkan sebelumnya.

Tak lama setelah Trump membantah dokumen yang beredar dari Iran, Menteri Luar Negeri Iran, Seyed Abbas Araghchi, juga memberikan pernyataan yang cenderung optimistis. Melalui media sosial, Araghchi menyatakan bahwa memorandum kesepahaman antara AS dan Iran “belum pernah sedekat ini untuk terwujud.”

Ia meminta media dan publik untuk tidak berspekulasi mengenai isi kesepakatan sebelum proses finalisasi selesai dilakukan. Araghchi berjanji bahwa seluruh rincian akan disampaikan kepada publik pada waktunya, sejalan dengan pendekatan yang bertanggung jawab dan transparan.