Saksikan Sinetron Lautan Cinta Episode Kamis di SCTV

showbiz4 Dilihat

DermayuMagz.com – Petualangan emosional dalam sinetron “Lautan Cinta” kembali berlanjut di episode Kamis, 25 Juni, pukul 18.15 WIB di SCTV. Penonton akan kembali disuguhkan drama yang semakin memanas dengan konflik yang kian meruncing antara para tokohnya.

Malam itu, suasana di kediaman Rima dan Satria diselimuti kegelisahan yang mendalam. Satria, yang tak henti-hentinya berusaha menghubungi Jingga, justru hanya disambut keheningan di ujung telepon. Kekhawatiran akan keselamatan Jingga semakin membuncah dalam hatinya, mendorongnya untuk bertindak nekat. Tanpa memedulikan potensi kemarahan Rima, Satria memutuskan untuk meninggalkan rumah secara diam-diam. Kepergiannya ini juga disaksikan oleh Yana, yang memilih untuk diam saja, merasa iba pada nasib Jingga.

Di tengah derasnya hujan, Satria nekat meminjam motor satpam dan memacunya dengan kecepatan tinggi. Ia berharap dapat segera menemukan Jingga sebelum sesuatu yang buruk terjadi. Namun, perjalanan ini justru mengingatkannya bahwa ada hal-hal di luar kendalinya.

Sementara itu, di sebuah paviliun yang tersembunyi, Aidan dengan penuh perhatian merawat Jingga. Momen tersebut membangkitkan kenangan masa lalu saat mereka masih berkemah di kampus. Kala itu, Jingga merawat Aidan yang demam dengan begitu tulus, menyamakannya dengan me-restart laptop yang kepanasan. Kilas balik sederhana itu semakin mempertegas perasaan Aidan yang ternyata jauh lebih dalam dari sekadar persahabatan.

Di tempat lain, Miranda, yang diliputi kecurigaan, memeriksa rekaman CCTV rumah. Temuan mengejutkan muncul: Aidan membawa Jingga ke paviliun. Perasaan bersalah, ketakutan, dan bayangan masa lalu mulai menghantuinya, bahkan dalam mimpi buruk. Ia terbangun dengan napas terengah-engah, diliputi kecemasan.

Didorong oleh firasat yang tak bisa diabaikan, Miranda segera menuju paviliun. Di sana, ia mendapati Aidan dan Jingga bersama. Emosi yang terpendam akhirnya meledak. Dengan amarah yang membuncah, Miranda menyeret Jingga keluar, melontarkan berbagai tuduhan tak senonoh. Aidan berusaha membela Jingga, bahkan siap menerima konsekuensi terburuk, termasuk kehilangan pekerjaannya. Namun, demi melindungi Aidan, Jingga justru melepaskan genggamannya.

Di bawah guyuran hujan, Jingga hanya bisa menangis memohon pada Miranda, sementara Aidan terdiam dalam keputusasaan, mencari cara untuk menyelamatkan Jingga dari situasi yang menyakitkan.

Liputan6.com, Jakarta – Tak kalah seru, SCTV kembali menyajikan episode terbaru sinetron “Istiqomah Cinta” pada Kamis, 25 Juni, pukul 21.30 WIB. Episode kali ini akan mengungkap lebih dalam intrik yang melibatkan Linda, Khansa, dan Fathan.

Linda diliputi kepanikan saat mengetahui Khansa masih hidup dan sempat berkomunikasi dengan Vionika. Ketakutan terbesarnya adalah Khansa akan kembali bertemu Fathan. Untuk mencegah hal ini, Linda memerintahkan Dody untuk mencari makam baru dan mengganti batu nisannya dengan nama Fathan Wiratama. Dody, yang juga ingin memisahkan Khansa dan Fathan, menyetujui rencana tersebut tanpa ragu. Sementara itu, Vionika bertugas memastikan Fathan tetap berada di Sukabumi tanpa mengetahui kejadian sebenarnya.

Khansa tiba di Jakarta bersama Anggun. Vionika menyambutnya dengan pura-pura histeris, mengabarkan bahwa jasad Fathan telah ditemukan oleh nelayan. Berita ini menghancurkan hati Khansa. Penderitaannya belum berhenti; setibanya di rumah, ia disambut cacian dan tuduhan dari Linda, Dody, Darto, dan Elva, yang menyalahkannya atas berbagai musibah, termasuk kematian Fathan dan Monika. Anggun membela Khansa, menuntut bukti atas tuduhan tersebut.

Puncak kesedihan Khansa terjadi di pemakaman. Ia melihat nisan bertuliskan nama Fathan, lengkap dengan gundukan tanah baru. Dalam kepedihan yang mendalam, Khansa memeluk nisan tersebut, meratapi kepergian orang yang dicintainya, tanpa menyadari bahwa ini adalah kebohongan besar yang dirancang untuk menipunya.

Di sisi lain, Fathan, yang masih mencari Khansa, menghubungi Vionika. Ia meminta foto terbaru Khansa untuk membantu tim SAR. Namun, Vionika kembali berbohong, mengatakan panggilan itu dari dokter yang mengabarkan kondisi Linda. Kebohongan ini berhasil menutupi fakta bahwa Fathan masih hidup. Keluarga tersebut kemudian berupaya mengusir Khansa dari Jakarta.

Sementara itu, di Bandung, perusahaan Kopi Angkasa yang dikelola Pasha, suami Nadira, mengalami kemunduran finansial yang signifikan. Pasha mengusulkan penjualan perusahaan dan pengalihannya menjadi resor mewah. Anggun menolak keras, mengingat nilai sejarah perusahaan tersebut. Akhirnya, Pasha dan Nadira menyusul Rangga, yang memilih mengasingkan diri. Rangga marah mendengar rencana penjualan warisan keluarganya dan menolak mentah-mentah usulan Pasha, memicu konflik baru yang semakin memanas.