DermayuMagz.com – Kemacetan parah yang melanda lintasan penyeberangan Ketapang-Gilimanuk akhirnya terungkap penyebab utamanya. Menteri Perhubungan, Dudy Purwagandhi, mengidentifikasi kerusakan pada Dermaga Bulusan sebagai biang keladi utama terjadinya penumpukan kendaraan yang signifikan.
Akibat kerusakan tersebut, operasional penyeberangan terpaksa dialihkan secara penuh ke dermaga yang dikelola oleh PT ASDP Indonesia Ferry. Dermaga Bulusan sendiri, yang berada di bawah pengelolaan Pemerintah Daerah, kini tidak dapat dioperasikan sembari menunggu proses perbaikan yang masih dalam tahap pengerjaan.
“Akibat kerusakan itu, seluruh arus penyeberangan dialihkan ke dermaga ASDP,” ujar Dudy di Jakarta, Sabtu (27/6/2026), menjelaskan situasi yang terjadi.
Namun, pengalihan operasional ini bukannya tanpa masalah. Dermaga ASDP yang menjadi alternatif memiliki keterbatasan kapasitas yang cukup terasa, terutama dalam menangani kendaraan logistik berkapasitas besar. Hal ini menjadi krusial mengingat banyak truk yang sebelumnya menggunakan Dermaga Bulusan merupakan kendaraan dengan dimensi dan muatan berlebih (ODOL).
Kapasitas dermaga ASDP yang hanya mampu menampung kendaraan dengan bobot sekitar 30 ton menjadi kendala serius. Akibatnya, tidak semua truk besar yang membutuhkan penyeberangan dapat terakomodasi dengan baik, memperparah antrean yang terjadi.
Selain masalah infrastruktur dermaga, layanan penyeberangan juga turut terpengaruh oleh kerusakan salah satu kapal yang memiliki kapasitas besar. Kapal tersebut merupakan bagian penting dari armada operator penyeberangan di lintasan Ketapang-Gilimanuk. Kerusakan ini secara langsung mengurangi total daya angkut kapal yang tersedia.
Kondisi ini secara kolektif menciptakan efek domino, mulai dari penumpukan kendaraan di darat hingga penundaan jadwal penyeberangan, yang semuanya berkontribusi pada kemacetan parah yang dialami pengguna jasa.
Perbaikan Dermaga Bulusan Menjadi Prioritas
Menyadari urgensi penyelesaian masalah ini, Kementerian Perhubungan telah mengambil langkah proaktif. Pihaknya telah meminta ASDP untuk berkoordinasi erat dengan Pemerintah Provinsi Jawa Timur agar proses perbaikan Dermaga Bulusan dapat dipercepat.
Tujuan utama dari percepatan perbaikan ini adalah agar operasional penyeberangan dapat segera kembali normal. Dudy Purwagandhi secara tegas berharap agar perbaikan dermaga dapat rampung sebelum periode puncak liburan, seperti Natal dan Tahun Baru (Nataru) serta Hari Raya Idul Fitri.
“Kita berharap bahwa perbaikan dermaga Bulusan dapat segera ini untuk menghindari pada saat nanti Nataru maupun Lebaran itu tidak kemudian menjadi hambatan dalam penyeberangan dari Ketapang maupun Gilimanuk maupun sebaliknya,” ungkapnya.
Dengan selesainya perbaikan Dermaga Bulusan, diharapkan potensi kepadatan lalu lintas di lintasan penyeberangan Ketapang-Gilimanuk dapat diminimalkan. Hal ini penting tidak hanya untuk kelancaran arus kendaraan pribadi dan umum, tetapi juga untuk kelancaran distribusi logistik yang sangat vital bagi perekonomian.
Pemerintah terus berupaya memastikan kelancaran mobilitas antar pulau, terutama pada jalur-jalur strategis seperti Ketapang-Gilimanuk yang menghubungkan Jawa dan Bali. Perbaikan infrastruktur dan optimalisasi operasional menjadi kunci utama dalam mengatasi tantangan logistik dan transportasi di Indonesia.






