Emplak Haji di YIA Jadi Model Nasional

Berita7 Dilihat

DermayuMagz.com – Menteri Haji dan Umrah Republik Indonesia, Mochamad Irfan Yusuf, mengapresiasi dan menunjuk Embarkasi Haji di Bandara Internasional Yogyakarta (YIA), Kulon Progo, sebagai percontohan nasional. Penunjukan ini didasarkan pada kesuksesan operasional pemberangkatan jamaah haji yang telah dilakukan di bandara tersebut.

Sebelumnya, Menteri Irfan Yusuf secara langsung memimpin pelepasan 357 calon jamaah haji dari Kloter 8 yang berasal dari Kabupaten Bantul. Acara pelepasan ini dilaksanakan di Embarkasi Bandara Internasional Yogyakarta pada Jumat malam, 1 Mei 2026.

Menteri Irfan Yusuf menyatakan bahwa sistem yang diterapkan di Yogyakarta memiliki keistimewaan tersendiri. Ia menyoroti fakta bahwa embarkasi haji di YIA menjadi yang pertama di Indonesia yang memanfaatkan fasilitas hotel sebagai tempat keberangkatan jamaah haji.

“Jika sistem ini terbukti berhasil, maka akan menjadi model percontohan bagi daerah-daerah lain di Indonesia. Ini dapat diadopsi oleh daerah yang ingin membuka embarkasi haji tanpa perlu mengeluarkan biaya besar untuk membangun dan merawat asrama haji yang mahal,” ujar Mochamad Irfan Yusuf saat prosesi pelepasan, seperti dikutip dari keterangan tertulis yang diterima di Yogyakarta pada Sabtu, 2 Mei 2026.

Baca juga di sini: Kisah Cinta Albi dan Shella dalam Film 'Sampai Titik Terakhirmu' Menyentuh Hati Penonton

Selain memberikan apresiasi atas inovasi yang dilakukan di Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY), Menteri Irfan Yusuf juga menyampaikan pesan penting dari Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto. Presiden menitipkan harapan agar para jamaah haji Indonesia mendoakan keselamatan bagi bangsa Indonesia, mengingat situasi dunia yang penuh ketidakpastian.

Menteri juga memberikan imbauan terkait teknis pelaksanaan ibadah haji. Ia menyarankan agar para jamaah fokus pada agenda resmi yang telah ditetapkan.

“Terkait teknis pelaksanaan ibadah, kami mengimbau agar jamaah tidak melakukan aktivitas di luar agenda resmi. Hal ini berkaca pada kejadian sebelumnya di mana ada kelompok jamaah yang sempat tertahan di area Jabal Magnet,” jelasnya.

Lebih lanjut, ia menekankan pentingnya jamaah haji Indonesia untuk memprioritaskan ibadah wajib. Ia juga menyarankan agar tidak memaksakan diri untuk melakukan ibadah sunah secara berlebihan, demi menjaga kebugaran fisik menjelang puncak pelaksanaan ibadah haji.

Dalam kesempatan yang sama, Gubernur DIY Sri Sultan Hamengku Buwono X, melalui sambutan tertulis yang dibacakan oleh Wakil Gubernur DIY KGPAA Paku Alam X, menyampaikan apresiasinya terhadap upaya Kementerian Haji dan Umrah. Ia memuji dedikasi kementerian dalam memberikan pelayanan terbaik bagi para jamaah haji.

Sultan Hamengku Buwono X menekankan bahwa kenyamanan dan keamanan jamaah merupakan hal yang sangat penting, terutama di tengah dinamika geopolitik global yang terus berubah. Ia berharap agar para jamaah haji Indonesia senantiasa menjaga sikap dan perilaku mereka.

“Saya berharap jemaah haji Indonesia dapat menjaga sikap dan perilaku sebagai duta bangsa yang mencerminkan nilai-nilai luhur kita. Semoga seluruh jamaah diberikan kesehatan hingga kembali ke tanah air sebagai haji yang mabrur,” harap KGPAA Paku Alam X.

Pandangan serupa juga disampaikan oleh Wakil Ketua Komisi VIII Dewan Perwakilan Rakyat Republik Indonesia (DPR RI), Singgih Januratmoko, yang turut hadir dalam acara pelepasan jamaah haji. Ia menyoroti aspek efisiensi biaya dan jarak yang dirasakan oleh warga DIY dengan adanya embarkasi haji di YIA.

“Alhamdulillah, sekarang jamaah haji Indonesia dari Bantul jauh lebih dekat dan murah. Mereka tidak perlu lagi harus berangkat melalui embarkasi Solo,” ujar Singgih Januratmoko. Ia menambahkan bahwa ini merupakan sebuah langkah maju yang sangat signifikan dalam memudahkan masyarakat dalam menunaikan ibadah haji.