Jemaah Haji Kloter Pertama Tiba di Makkah dan Langsung Tunaikan Umrah Wajib

Berita4 Dilihat

DermayuMagz.com – Jemaah calon haji Indonesia yang tergabung dalam kelompok terbang (kloter) perdana, setelah tiba di Kota Suci Makkah, telah memulai pelaksanaan ibadah umrah wajib di Masjidil Haram pada hari Jumat, 1 Mei 2026.

Kegiatan ini menandai dimulainya rangkaian ibadah haji bagi para tamu Allah yang telah menunaikan perjalanan panjang ini.

Untuk memastikan keamanan dan kelancaran ibadah, Ketua Rombongan jemaah kloter Embarkasi Solo (SOC) 1, Muhammad Tasrifin Salim, menjelaskan penerapan strategi khusus. Rombongan dibagi menjadi kelompok-kelompok kecil yang masing-masing beranggotakan 40 orang.

Pembagian ini bertujuan untuk mempermudah perlindungan dan pengawasan selama jemaah melaksanakan tawaf dan sai, dua rangkaian penting dalam ibadah umrah.

“Di Masjidil Haram, jemaah laki-laki membentuk formasi huruf U, dengan jemaah perempuan terlindungi di tengah-tengahnya,” ungkap Tasrifin, sembari memaparkan skema pengamanan yang telah disusun untuk rombongannya.

Tasrifin juga memberikan kepastian mengenai kondisi fisik seluruh anggota rombongannya. Ia menyatakan bahwa semua jemaah dalam keadaan bugar.

Baca juga di sini: APHIC WEEK 2025 ISI Yogyakarta: Pameran Ratusan Karya Cetak Tua Bertema Kalpana

Sebelum menuju Masjidil Haram, para jemaah telah diberikan waktu yang cukup untuk beristirahat setibanya di hotel akomodasi mereka.

Selain itu, bekal bimbingan manasik haji yang telah diberikan sebanyak tiga kali selama di tanah air menjadi modal penting yang mempersiapkan jemaah secara mental dan spiritual.

Semangat Jemaah Lansia

Semangat yang luar biasa juga terpancar dari para jemaah lanjut usia (lansia) yang turut melaksanakan ibadah haji tahun ini.

Salah satu contohnya adalah Khusaeri Badrun, seorang calon haji berusia 84 tahun asal Tegal, Jawa Tengah. Beliau, yang berprofesi sebagai pensiunan petani, mengungkapkan rasa syukurnya yang mendalam atas kesempatan untuk menginjakkan kaki di tanah suci.

Khusaeri mengaku sangat antusias dan siap untuk melihat Ka’bah untuk pertama kalinya dalam hidupnya.

“Doakan lancar ya,” ujar Khusaeri dengan nada penuh haru, seraya menunggu bus Shalawat nomor 6 yang akan membawanya menuju Masjidil Haram.

Imbauan Kelola Energi

Di sisi lain, Petugas Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) Arab Saudi terus memberikan imbauan kepada seluruh jemaah untuk bijak dalam mengelola energi fisik mereka.

Hal ini sangat penting mengingat puncak ibadah haji, seperti wukuf di Arafah, mabit di Muzdalifah dan Mina, serta lempar jumrah, merupakan rangkaian ibadah yang sangat menguras tenaga.

Kesehatan fisik para jemaah menjadi prioritas utama agar mereka dapat menyelesaikan seluruh rangkaian ibadah dengan baik.

Jemaah diimbau untuk tidak memaksakan diri beribadah terlalu sering di Masjidil Haram, terutama jika kondisi fisik mereka sedang menurun.

PPIH menekankan pentingnya menjaga stamina agar jemaah tetap dalam kondisi prima hingga seluruh rangkaian wajib haji selesai dilaksanakan.

Selain aspek kesehatan, PPIH juga kembali mengingatkan para jemaah mengenai aturan disiplin yang harus dipatuhi.

Salah satu aturan yang ditekankan adalah larangan memberikan uang tip dalam bentuk apa pun kepada sopir bus Shalawat yang menyediakan layanan mobilitas jemaah di Makkah.