Momen Genting Kapal Relawan WNI Hadapi Tentara Israel

News8 Dilihat

DermayuMagz.com – Ketegangan membuncah di Laut Mediterania Timur pada Senin, 18 Mei 2026, ketika kapal-kapal yang membawa misi kemanusiaan Global Sumud Flotilla (GSF) dikejar oleh dua kapal perang Israel. Peristiwa menegangkan ini terjadi pada pagi hari, sekitar pukul 08.00 waktu setempat, setelah drone militer Israel dilaporkan telah mengawasi pergerakan konvoi sejak malam sebelumnya.

Herman Budianto, salah satu relawan asal Indonesia yang berada di lokasi kejadian, menceritakan detik-detik mencekam tersebut. Ia mengungkapkan bahwa kehadiran dua kapal perang Israel secara tiba-tiba memicu kepanikan di antara para peserta misi kemanusiaan.

Menyadari ancaman yang dihadapi, kapal-kapal dalam rombongan GSF segera melakukan manuver untuk menjauh dari kejaran. Namun, militer Israel bergerak cepat dengan menurunkan perahu karet taktis berkecepatan tinggi untuk menyergap kapal-kapal relawan.

Dalam situasi genting tersebut, kapal yang ditumpangi Herman berhasil lolos dari sergapan berkat keahlian kaptennya. Sang kapten melakukan manuver zig-zag yang ekstrem di tengah laut untuk menghindari kejaran perahu karet Israel.

“Melakukan zig-zag saja, yang penting tidak kembali (ke lokasi awal) iya tapi terus begitu dengan cara yang dilakukan oleh tim kami. Alhamdulillah kami walaupun dengan usaha yang keras dan pertolongan dari Allah, dari doa-doa semua teman-teman semuanya, akhirnya masih bisa lolos sampai sekarang ini,” ungkap Herman dengan lega.

Misi kemanusiaan GSF kali ini melibatkan total 57 kapal, di mana 52 kapal berasal dari lembaga kemanusiaan IHH Turki dan 5 kapal lainnya merupakan gabungan dari berbagai koalisi internasional. Setelah penyergapan, sisa armada yang berhasil selamat terpaksa memecah formasi dan saling menjauh demi faktor keamanan.

Baca juga : Panduan Pemilik Berpengalaman Merawat Anjing Shih Tzu dari A sampai Z

Saat ini, hanya sekitar 10 kapal yang masih melanjutkan pelayaran di jalur yang berbeda, dan komunikasi antar-kapal hanya dapat dilakukan melalui sambungan radio.

Sementara itu, lima warga negara Indonesia lainnya yang berada di kapal yang berbeda dilaporkan ditangkap oleh militer Israel. Kelima WNI tersebut terdiri dari empat jurnalis media nasional dan satu relawan kemanusiaan.

Identitas kelima WNI yang ditahan adalah Toudy Badai Rifan (Jurnalis Republika), Bambang Noroyono alias Abeng (Jurnalis Republika), Rahendro Herubowo (Jurnalis iNews), Andre Prasetyo (Jurnalis Tempo), dan Angga (Relawan Rumah Zakat).

Pihak koalisi belum berhasil melakukan komunikasi langsung dengan kelima WNI tersebut. Namun, sebuah video propaganda yang dirilis oleh otoritas Israel menunjukkan bahwa kondisi mereka tampaknya aman.

“Jika melihat dari video yang dikeluarkan oleh Kemenlu Israel, kondisi teman-teman sepertinya aman. Tapi kami belum bisa menghubungi satupun di atas kapal yang sudah dikonfirmasi dibajak,” terang Maimon Herawati, Steering Committee Global Sumud Flotilla asal Indonesia.

Maimon juga meluruskan informasi yang simpang siur mengenai adanya kabar penembakan. Ia menegaskan bahwa kapal yang membawa rombongan WNI tidak terkena tembakan, melainkan insiden tersebut terjadi di kapal koalisi lain.