Kisah Tragis Keluarga Meninggal Saat Berkemah di Temanggung

News5 Dilihat

DermayuMagz.com – Mendiang Muhammad Ali Munawar dikenang oleh keluarga besarnya sebagai seorang ayah teladan yang penuh kasih sayang dan tanggung jawab. Ia memiliki dua putra yang berprestasi, satu di bidang fotografi dan yang lainnya di dunia taekwondo.

Kakak kandung Ali Munawar, Arkhanudin, mengungkapkan bahwa kedua keponakannya, Bagas dan Alvino, adalah pemuda yang baik, ceria, dan memiliki segudang prestasi. Keluarga sempat merasa bangga ketika Bagas Amar Hakiki (21), anak sulung Ali, berhasil diterima sebagai fotografer di Keraton Yogyakarta setelah menyelesaikan masa magangnya di sana.

“Bagas itu keterima fotografer kraton Yogya diambil. Jadi kalau ada kegiatan Kraton dia yang foto-foto. Toh kuliahnya hampir selesai kurang skripsi aja,” kata Arkhanudin, Sabtu (30/5/2026).

Bagas juga merupakan mahasiswa Fakultas Sastra Prancis di Universitas Gadjah Mada (UGM). Ia adalah alumni SMA Negeri 1 Salatiga yang dikenal memiliki banyak prestasi. Di kalangan teman-temannya, Bagas dikenal sebagai pribadi yang ramah, supel, ceria, dan gemar membantu.

“Bagas itu lumayan prestasi akademiknya,” ujarnya.

Adik Bagas, Alvino, memiliki karakter yang serupa. Siswa kelas 10 SMA Negeri 1 Salatiga ini aktif mengikuti berbagai kejuaraan taekwondo mewakili sekolahnya di berbagai kota. Ayahnya, Muhammad Ali Munawar, sangat peduli dengan perkembangan anak-anaknya, bahkan sering mendampingi Alvino dalam kejuaraan taekwondo di luar kota, termasuk di Bali.

“Itu sosok ayah yang dekat dengan anaknya dan perhatian. Ikut kejuaraan olahraga saja ditemani,” jelasnya.

Sebagai orang tua, Ali menanamkan nilai tanggung jawab pada anak-anaknya. Ia tidak mengizinkan anak-anaknya mengendarai motor sendiri ke sekolah karena belum memiliki Surat Izin Mengemudi (SIM).

“Jadi tak mengizinkan anak berangkat sekolah naik motor. Dia meminta anak berangkat naik angkot sesekali diantar kadang dijemput oleh bapaknya,” ujarnya.

Keluarga Ali Munawar sehari-hari tinggal di Temenggungan, Kelurahan Panjang, Ambarawa, Kabupaten Semarang. Namun, setiap akhir pekan mereka selalu pulang ke Desa Kebumen, Banyubiru, Kabupaten Semarang.

“Dermawan sekali, mereka baik sama keluarga, sama tetangga juga baik, ramah orangnya. Bahkan karyawan mereka itu kebanyakan dari warga desa. Jadi banyak yang kehilangan dengan kepergian Ali Munawar bersama keluarganya ini,” jelasnya.

Alasan Tak Disemayamkan di Rumah

Almarhum tidak disemayamkan di rumahnya karena pihak keluarga diminta oleh kepolisian untuk tidak menggunakan rumah Ali yang sehari-hari dihuni. Rumah tersebut diminta untuk disterilkan dan masih dalam pengawasan polisi.

“Katanya disterilkan dulu dan masih dalam pengawasan polisi. Makanya jenasah di semayamkan di Banyubiru. Toh di Banyuburu juga setiap akhir pekan selalu dihuni oleh Ali. Itu kan rumah keluarga orangtua,” jelasnya.

Keempat jenazah keluarga tersebut kemudian dibawa ke pemakaman di desa asal Ali Munawar, yaitu Tempat Pemakaman Umum (TPU) Sorogeni, di Dusun Bendosari, Desa Kebumen, Kecamatan Banyubiru, Kabupaten Semarang. Keempat jenazah dimakamkan dalam empat liang lahat yang berdekatan di lahan pemakaman Sorogeni.

Keluarga telah menyiapkan pemakaman yang layak bagi Ali Munawar dan keluarganya.

Sosok Berprestasi

Teman Alvino, Siena, juga mengaku bahwa Alvino adalah anak yang berprestasi. Ia tercatat sebagai atlet taekwondo di Kabupaten Semarang dan dikenal mudah bergaul dengan siapa saja di sekolah.

“Gampang bergaul, baik sekali Alvino ke kami, jadi sedih sekali Alvino harus pergi secepat ini,” ungkapnya.

Siena mengaku tidak memiliki firasat apapun saat terakhir kali membalas pesan WhatsApp Alvino. Ia tidak menyangka percakapan mereka pada Selasa malam itu menjadi komunikasi terakhir sebelum Alvino ditemukan meninggal bersama keluarganya di lokasi kemah.

“Sedih sekali ya kak, tidak ada firasat apapun, kehilangan sekali dia itu sosok yang baik sekali, dan saya tidak menyangka WA itu jadi obrolan kami terakhir,” ujar Siena sedih.

Hingga berita ini diturunkan, hasil pemeriksaan dan otopsi dari keempat jenazah satu keluarga tersebut masih dalam proses penyelesaian oleh pihak kepolisian.

Reporter: Danny Adriadhi Utama

Baca juga : Harga Minyak Brent Turun Drastis, Tergelincir ke Titik Terendah Bulanan dalam Enam Tahun

Sumber: Merdeka.com