DermayuMagz.com – CEO Dell Technologies, Michael Dell, berhasil menyalip Mark Zuckerberg sebagai orang terkaya keenam di dunia pada Jumat, 29 Mei 2026. Peningkatan kekayaan Michael Dell terjadi seiring lonjakan harga saham perusahaannya, Dell Technologies, yang mencatat kenaikan harian terbaik sepanjang masa.
Menurut laporan Forbes yang diterbitkan pada Sabtu, 30 Mei 2026, saham Dell melonjak sebesar 32,1% setelah pembukaan perdagangan pada Jumat. Angka ini melampaui rekor kenaikan intraday saham perusahaan yang sebelumnya tercatat sebesar 31,6% pada Maret 2024.
Lonjakan signifikan pada saham Dell ini menambah kekayaan bersih Michael Dell sebesar US$ 35,8 miliar, atau setara dengan Rp 638,09 triliun, dengan asumsi kurs dolar AS terhadap rupiah di kisaran Rp 17.820. Total kekayaan bersihnya kini mencapai US$ 245,9 miliar, atau sekitar Rp 4.382 triliun.
Baca juga : Fakta Mengejutkan di Bawah Jalan Lenteng Agung
Dengan peningkatan ini, Michael Dell kini menempati posisi di atas CEO Meta, Mark Zuckerberg. Zuckerberg sendiri tercatat memiliki kekayaan sebesar US$ 215,6 miliar, atau Rp 3.842 triliun. Selain itu, Larry Ellison dari Oracle juga mengalami kenaikan kekayaan sebesar US$ 13,5 miliar (Rp 240,62 triliun) pada Jumat pekan ini, sehingga total kekayaannya mencapai US$ 266,4 miliar (Rp 4.748 triliun), berdasarkan daftar miliarder Forbes Real-Time.
Peningkatan performa Dell Technologies didorong oleh laporan keuangan kuartal pertama 2026 yang melampaui ekspektasi. Perusahaan melaporkan laba per saham sebesar US$ 4,86 (Rp 86.625) dan pendapatan US$ 43,8 miliar (Rp 780,69 triliun). Angka ini jauh di atas prediksi analis yang memperkirakan laba per saham US$ 2,96 (Rp 52.759) dan pendapatan US$ 35,7 miliar (Rp 636,31 triliun), berdasarkan data FactSet.
Kinerja gemilang ini terutama didorong oleh lonjakan pendapatan server AI yang mencapai 757% per tahun, menghasilkan US$ 16,1 miliar (Rp 286,96 triliun). Dell juga merevisi proyeksi pendapatan AI setahun penuh menjadi US$ 60 miliar (Rp 1.069 triliun), naik dari proyeksi sebelumnya sebesar US$ 50 miliar (Rp 891,20 triliun) pada Februari, dan menunjukkan peningkatan 144% dibandingkan tahun sebelumnya.
Di samping performa bisnis yang kuat, Dell Technologies juga dilaporkan mendapatkan kontrak signifikan dari Pentagon. Nilai kontrak yang mencapai US$ 9,7 miliar (Rp 172,89 triliun) ini bertujuan untuk merestrukturisasi dan menyederhanakan sistem komunikasi serta kolaborasi berbasis perangkat lunak dan cloud milik lembaga tersebut. Pentagon memperkirakan kesepakatan ini dapat menghemat sekitar US$ 422 juta (Rp 7,52 triliun) per tahun.
Dell secara konsisten menjadi salah satu perusahaan yang diuntungkan dari peningkatan permintaan kecerdasan buatan (AI). COO Dell, Jeff Clarke, menyatakan bahwa peluang AI di pasar tidak menunjukkan tanda-tanda perlambatan.
Perusahaan telah mencatat peningkatan minat yang signifikan terhadap server yang dirancang khusus untuk menjalankan beban kerja AI. Dell melaporkan telah menerima pesanan AI senilai US$ 24,4 miliar (Rp 434,90 triliun) hingga kuartal terakhir.
Sementara itu, Presiden Amerika Serikat Donald Trump dilaporkan turut membeli saham Dell senilai US$ 5 juta (Rp 89,12 miliar) setelah saham perusahaan tersebut melonjak lebih dari 240%. Trump dikabarkan melakukan pembelian saham tambahan di Dell sebanyak tiga kali pada bulan Maret, bahkan secara terbuka memberikan pujian dan rekomendasi untuk membeli saham Dell.






