Pemkot Jaksel Alokasikan Rp 380 Juta untuk Perbaikan Saluran Amblas di Lenteng Agung

News10 Dilihat

DermayuMagz.com – Pemerintah Kota Jakarta Selatan (Pemkot Jaksel) mengalokasikan dana sebesar Rp 380 juta untuk perbaikan saluran air yang mengalami amblas di wilayah Lenteng Agung, Jagakarsa.

Kepala Suku Dinas Sumber Daya Air (SDA) Jakarta Selatan, Santo, mengonfirmasi alokasi anggaran tersebut. Ia menyatakan bahwa dana tersebut akan mencukupi untuk menyelesaikan seluruh proses perbaikan dalam kurun waktu dua minggu.

Menurut Santo, penanganan prioritas saat ini difokuskan pada bagian utama saluran yang berada tepat di bawah badan jalan. Tujuannya adalah agar arus lalu lintas dapat segera pulih dan kembali normal secepat mungkin.

Adapun pekerjaan yang diprioritaskan meliputi pemasangan gorong-gorong atau box culvert, serta pemulihan pengerasan jalan yang terdampak amblas sepanjang kurang lebih 10 meter.

Suku Dinas SDA Jakarta Selatan menargetkan agar fungsi jalan di area tersebut dapat kembali normal dalam kurun waktu tiga hari ke depan. Sementara itu, seluruh pekerjaan perbaikan ditargetkan rampung dalam dua minggu.

Santo menambahkan bahwa target utama penyelesaian untuk lalu lintas agar kembali lancar adalah tiga hari. Ia optimis bahwa pada hari Senin lalu lintas sudah tidak lagi mengalami kemacetan.

Proses perbaikan sendiri telah dimulai sejak malam sebelumnya. Petugas telah melakukan pemasangan empat unit box culvert dengan panjang masing-masing empat meter.

Selanjutnya, petugas akan melanjutkan tahapan pemadatan tanah dan pengecoran perkerasan jalan di area yang terdampak.

Meskipun demikian, Santo mengakui adanya kendala dalam proses perbaikan, salah satunya adalah kepadatan lalu lintas di sekitar lokasi proyek.

Ia berpendapat bahwa jika penutupan jalan dapat dilakukan secara total, maka pengerjaan akan menjadi lebih leluasa dan dapat diselesaikan lebih cepat.

Selain fokus pada perbaikan saluran yang amblas, Sudin SDA juga berkoordinasi dengan pihak-pihak pemilik utilitas. Koordinasi ini dilakukan terkait sejumlah tiang dan jaringan kabel yang terdampak oleh pekerjaan perbaikan.

Santo menjelaskan bahwa perbaikan fondasi utilitas tersebut akan dilaksanakan setelah pemasangan turap selesai dilakukan.

Menyinggung potensi kejadian serupa di masa mendatang, Santo menilai penting untuk melakukan pemeriksaan menyeluruh terhadap saluran-saluran air yang sudah tua. Pemeriksaan ini sangat krusial terutama untuk saluran melintang (crossing) yang berada di bawah badan jalan.

Ia menekankan bahwa perlu adanya pengecekan kembali terhadap kondisi saluran-saluran tersebut. Banyak di antaranya yang usianya diperkirakan sudah lebih dari 25 tahun.

Santo menambahkan bahwa kegiatan pengecekan ini akan melibatkan berbagai instansi terkait. Termasuk di dalamnya adalah Suku Dinas Bina Marga, mengingat banyak infrastruktur saluran yang berada di bawah ruas jalan umum.

Ia juga menyampaikan permohonan maaf kepada masyarakat atas ketidaknyamanan yang timbul akibat kemacetan selama proses perbaikan berlangsung. Ia berharap pekerjaan utama dapat segera diselesaikan sesuai dengan target yang telah ditetapkan.

Sebelumnya, Asisten Perekonomian dan Pembangunan Kota Jakarta Selatan, Iwan K Santoso, melaporkan bahwa perbaikan ruas Jalan Lenteng Agung Timur yang ambles telah mencapai sekitar 70 persen.

Saat ini, petugas masih terus bekerja secara bergantian di lokasi untuk menyelesaikan perbaikan.

Iwan menjelaskan bahwa di titik jalan yang ambles tersebut telah terpasang sembilan unit box culvert. Box culvert sendiri merupakan saluran air tertutup berbentuk kotak yang berfungsi sebagai gorong-gorong.

Pemasangan box culvert ini dilakukan karena di bawah lokasi jalan yang ambles terdapat aliran air yang deras. Aliran air tersebut berasal dari Danau Universitas Indonesia (UI) dan mengalir menuju Sungai Ciliwung.

Menurut Iwan, untuk pemasangan box culvert sendiri, progresnya sudah mencapai 90 persen, dengan hanya tersisa satu unit boks lagi yang perlu dipasang.

Pantauan di lokasi menunjukkan bahwa jalan di titik amblasnya telah dipasangi sejumlah plat besi. Hal ini memungkinkan para pengendara untuk tetap melintas tanpa hambatan berarti.

Meskipun ruas jalan yang ambles masih dalam tahap perbaikan, kendaraan roda dua maupun roda empat sudah dapat melintasinya. Bahkan, bus juga terlihat sudah dapat melewati ruas jalan tersebut.

Namun demikian, para pengendara tetap diimbau untuk mengurangi kecepatan saat melintasi lokasi perbaikan dan tidak memacu kendaraan dengan kecepatan tinggi.

Baca juga : Cara Membuat Kolam Ikan dari Karung Tanpa Semen, Cepat & Hemat

Kondisi lalu lintas di sekitar lokasi terpantau ramai lancar, tanpa adanya kemacetan yang signifikan. Sejumlah pengendara yang melintas juga tampak menoleh ke arah sisi jalan yang sedang diperbaiki untuk mengamati proses pengerjaan yang sedang berlangsung.