DermayuMagz.com – Drama musikal Sangkala Nyimas Gandasari karya Denny Malik dipastikan akan menampilkan dua nama yang sudah tidak asing lagi di dunia hiburan, yaitu Asri Welas dan Dewi Gita. Asri Welas akan memerankan karakter Putri Ong Tien, sementara Dewi Gita akan tampil sebagai Ibu Dayang.
Pertunjukan yang dikemas secara kolosal ini dijadwalkan akan digelar di Graha Bhakti Budaya, Taman Ismail Marzuki, Jakarta, pada tanggal 14 Juni 2026. Acara ini menjadi salah satu pertunjukan seni yang sangat dinantikan oleh para pecinta seni pertunjukan.
Asri Welas sendiri bukanlah sosok baru dalam dunia seni panggung. Ia memiliki pengalaman yang cukup panjang, bahkan sejak era 1980-an, ketika ia bergabung dengan kelompok seni GSP Production yang didirikan oleh Guruh Soekarnoputra. Denny Malik, yang kini menjadi sutradara dalam proyek ini, merupakan salah satu senior Asri Welas pada masa itu.
Setelah itu, karier Asri Welas berkembang pesat di dunia akting, baik dalam serial televisi maupun film layar lebar. Namun, ketika ia menerima tawaran untuk kembali terlibat dalam drama musikal melalui Sangkala Nyimas Gandasari, Asri Welas merasa seperti memulai semuanya dari awal.
Ia menggambarkan pengalamannya ini seperti kembali bersekolah seni, di mana ia harus menghadapi berbagai tantangan baru. Asri Welas merinci setidaknya ada lima tantangan utama yang harus dihadapinya. Tantangan tersebut meliputi kewajiban untuk menghafal lirik lagu agar dapat bernyanyi dengan baik, serta memahami dan menguasai koreografi atau gerakan yang telah ditentukan di atas panggung.
“Tantangannya, selain kita mesti hafal liriknya, hafal dialog, hafal blocking, hafal gerakannya (koreografi). Jadi enggak gampang sama sekali. Menurut saya dunia teater, itu sesuatu yang tidak bisa diulang,” ungkap Asri Welas saat ditemui oleh Showbiz Liputan6.com di Galeri Indonesia Kaya, Jakarta, pada Selasa (2/6/2026).
Tantangan terakhir yang ia sebutkan, yaitu sifat pertunjukan yang tidak bisa diulang, menjadi aspek yang paling menuntut persiapan fisik dan mental bagi bintang film Keluarga Cemara ini.
Cut dan Retake
Berbeda dengan dunia perfilman, seni pertunjukan teater memiliki karakteristik unik yang menuntut kesempurnaan dalam satu kali pementasan. Di industri film, jika terjadi kesalahan teknis atau dialog yang kurang pas, adegan dapat diulang melalui proses cut dan retake hingga sutradara merasa puas.
Namun, hal tersebut tidak berlaku di atas panggung teater. Adegan yang salah atau kurang sempurna tidak dapat diulang. Oleh karena itu, para pemain harus memastikan penampilan mereka benar-benar matang dan bebas dari kesalahan.
“Di dunia akting (film), ada istilah cut dan retake kalau adegannya dinilai kurang bagus. Ini enggak bisa. Jadi harus perfect. Makanya, latihannya berkali-kali dari sebelum Mei. Ya, dari April sampai sekarang,” jelas Asri Welas.
Awalnya, Asri Welas sempat merasa kurang percaya diri. Ia merasa suaranya cenderung cempreng, terutama jika dibandingkan dengan kemampuan vokal pemain lain yang ada di dalam pertunjukan tersebut. Beberapa nama yang ia sebutkan antara lain Dewi Gita, Aisyah Fadhila, Aldafi Adnan, Daniel Christianto, Belmiro Allie, dan Bima Zeno.
Namun, Denny Malik memberikan dukungan dan semangat kepadanya. Ia terus mendorong Asri Welas untuk memaksimalkan potensinya.
“Muda-mudi di sini begitu bagus karena latihan tak mengkhianati hasil. Mereka ini luar biasa latihannya, saya melihat sendiri bagaimana suara mereka bagus, gerakan bagus. Ini seperti saya belajar kembali, puluhan tahun lalu, ketika saya berada di panggung,” aku Asri Welas.
Kembali ke Sekolah
Kunci utama dalam menghadapi tantangan ini adalah komitmen terhadap latihan. “Jadi benar kata Mas Denny, (diminta komitmen) ada waktunya enggak? Dengan keterbatasan saya, suara sengau ini, jika dibandingkan dengan suami saya di sini. Senang banget aku bisa punya suami ha ha ha!” serunya kemudian tertawa.
Dewi Gita memiliki pandangan yang serupa dengan Asri Welas. Ia juga merasakan bahwa keterlibatannya dalam drama musikal Sangkala Nyimas Gandasari seperti sebuah kesempatan untuk kembali belajar di sekolah. Ia siap untuk mendalami setiap pelajaran yang diberikan oleh Denny Malik, yang berperan sebagai gurunya dalam proyek ini.
Dewi Gita mengungkapkan kebahagiaannya karena mendapatkan kesempatan untuk terus belajar dan mengembangkan dirinya di dunia seni pertunjukan.
Dapat Satu Ilmu Lagi
“Buat saya pribadi, ini satu sekolah lagi. Saya selalu mau bergabung, menyediakan waktu, karena buat saya ini sekolah. Saya banyak belajar lagi dari panggung drama musikal apapun itu,” ujar pelantun lagu “Penari” dan “Padamu” ini.
Ia menambahkan, “Alhamdulillah kali ini lewat tangan teman saya yang luar biasa Denny Malik. Mudah-mudahan saya dapat satu ilmu lagi dari Nyimas Gandasari. Walaupun di sini peran saya sedikit, tapi saya akan menggigit,” janji Dewi Gita.






