DermayuMagz.com – Bali akan menjadi tuan rumah kejuaraan renang perairan terbuka terbesar di Asia pada tahun 2026. Ajang ini diprediksi akan diikuti oleh atlet-atlet terbaik dari 17 negara di Jimbaran Bay.
Kejuaraan Renang Perairan Terbuka Asia ke-12 tahun 2026 ini dijadwalkan akan berlangsung selama tiga hari, dari tanggal 13 hingga 15 Juni 2026. Moya Beach disebut menjadi salah satu lokasi utama pelaksanaan kompetisi yang sangat dinantikan ini.
Ketua Umum PB Akuatik Indonesia, Anindya Novyan Bakrie, menyatakan kebanggaannya atas kepercayaan yang diberikan oleh Asia Aquatics. Ia menekankan pentingnya acara ini bagi perkembangan olahraga akuatik di Indonesia.
Pernyataan senada juga disampaikan oleh Wakil Ketua Komite Teknis Renang Perairan Terbuka Asia Aquatics, Abdulmonem bin Khamis al Alawi. Ia mengakui bahwa kejuaraan ini merupakan salah satu acara renang perairan terbuka paling terkemuka di benua Asia.
Sebanyak 17 negara dari seluruh Asia telah mengonfirmasi partisipasi mereka. Negara-negara kuat di cabang akuatik seperti China dan Korea Selatan, serta negara-negara tetangga di Asia Tenggara seperti Singapura, Thailand, dan Vietnam, dipastikan akan mengirimkan atlet-atlet terbaik mereka.
Total diperkirakan akan ada sekitar 76 perenang elit yang akan bertanding di perairan Jimbaran. Kejuaraan ini menjadi ajang pembuktian bagi para atlet untuk menunjukkan kemampuan terbaik mereka.
Indonesia sendiri akan menurunkan tujuh atlet renang terbaiknya. Lima di antaranya adalah atlet putra: Sang Arka Jaladri, Andi Fauzan Permatani, Satria Dwi Candra, Alexander Adrian, dan Mochamad Akbar Putra. Sementara itu, dua atlet putri yang akan berlaga adalah Izzy Dwifaiva Hefrisyanthi dan Gusti Ayu Made Nadya Saraswati.
Izzy Dwifaiva Hefrisyanthi baru saja kembali setelah menjalani pemusatan latihan selama satu tahun di Prancis. Ketua Panitia 12th Asian OWS Championship 2026, Kiki Taher, berharap Izzy dapat meraih prestasi membanggakan di kejuaraan ini.
Indonesia bertekad untuk memanfaatkan status tuan rumah sebaik mungkin demi meraih hasil optimal. Ajang ini juga menjadi kesempatan berharga untuk mengukur kemampuan atlet nasional di kancah Asia.
Para peserta akan bersaing dalam tiga nomor utama. Nomor-nomor tersebut meliputi renang 5.000 meter (5K), 10.000 meter (10K), dan nomor estafet (relay). Jadwal kompetisi akan dimulai pada 13 Juni dengan perlombaan 5K.
Selanjutnya, pada hari berikutnya, akan dilangsungkan estafet campuran 4x1500m. Puncak acara akan terjadi pada 15 Juni dengan perlombaan 10K untuk kategori putra dan putri.
Sebelum kompetisi resmi dimulai, para atlet akan mengikuti sesi pelatihan pada tanggal 11-12 Juni di Klub Jimbaran Swimming Pool. Pertemuan manajer tim dan inspeksi jalur renang juga akan dilaksanakan pada 12 Juni.
Bersamaan dengan kejuaraan internasional tersebut, akan diselenggarakan pula A•STREAM OWS Series Bali 2026. Seri ini membuka beberapa kategori lomba yang lebih variatif.
Kategori yang dibuka antara lain 500 meter, 1.500 meter, dan 3.000 meter. Selain itu, tersedia pula kategori khusus untuk anak-anak usia 10 hingga 14 tahun, serta nomor estafet 1.000 meter yang melibatkan tiga perenang.
A•STREAM OWS Series diproyeksikan akan menarik partisipasi sekitar 300 peserta. Peserta berasal dari berbagai kalangan, mulai dari atlet nasional, kelompok umur, master, hingga peserta umum dari dalam dan luar negeri.
Ketua Harian PB Akuatik Indonesia, Harlin Rahardjo, menjelaskan bahwa A•STREAM OWS Series dirancang sebagai identitas baru untuk pengembangan sport tourism di Indonesia. Konsep ini diharapkan dapat menjadi daya tarik tersendiri.
“Untuk khusus A•STREAM OWS Series ini akan kita jadikan IP atau Intellectual Property untuk sport tourism di Indonesia,” ungkap Harlin. Program ini tidak hanya berfokus pada kompetisi semata.
Lebih lanjut, program ini juga melibatkan berbagai sektor pendukung. Kolaborasi dengan Kementerian Pariwisata menjadi kunci dalam membangun ekosistem sport tourism yang berkelanjutan.
Penyelenggaraan kejuaraan ini merupakan langkah strategis. Tujuannya adalah untuk mendorong kemajuan olahraga akuatik nasional, terutama pada cabang renang perairan terbuka. Kehadiran atlet-atlet terbaik dari Asia akan memberikan pengalaman berharga bagi atlet Indonesia.
Para atlet nasional akan dapat mengukur kemampuan mereka dan meningkatkan daya saing. Selain itu, acara ini juga memiliki potensi besar dalam mendongkrak sektor pariwisata dan ekonomi daerah.
Anindya Novyan Bakrie berharap ajang ini dapat memberikan kontribusi positif bagi pariwisata Bali. Ia juga menekankan dampak positifnya terhadap peningkatan perekonomian daerah dan kesejahteraan masyarakat.
Dukungan penuh datang dari berbagai pihak. Kementerian Pariwisata melihat ajang olahraga internasional ini sebagai peran strategis dalam promosi destinasi wisata Indonesia. Menteri Pariwisata Widiyanti Putri Wardhana menyambut baik inisiatif ini.
Ia menyatakan bahwa event ini dapat “menggeliatkan kunjungan wisatawan dan menumbuhkan ekonomi daerah melalui sport tourism.” Hal ini menegaskan sinergi antara olahraga dan pariwisata.






