DermayuMagz.com – YouTuber Fiki Naki, yang dikenal luas melalui interaksinya dengan penutur asing di berbagai platform digital, kini merambah dunia akting. Debutnya dalam film horor berjudul “Paket Santet” menandai babak baru dalam kariernya. Keputusannya untuk mencoba dunia peran ini berawal dari ketidaksengajaan, namun berujung pada sebuah kesempatan yang tak terduga.
Fiki Naki mengungkapkan bahwa keterlibatannya dalam film “Paket Santet” bermula dari tawaran casting yang ia ikuti secara iseng. Setelah beberapa kali gagal dalam audisi daring untuk proyek film lain, ia justru mendapatkan panggilan langsung dari tim Base Entertainment untuk melanjutkan ke tahap berikutnya. Hal ini membuatnya terkejut dan sempat tidak percaya bahwa ia akan benar-benar bermain dalam sebuah film layar lebar.
“Ya, jadi fun fact sebetulnya sebelum film ini itu kayak ada beberapa tawaran untuk casting online, pas Base mereka manajerku bilang, ‘Fik, ini ada lagi nih.’ Ya sudahlah coba-coba aja. Terus besoknya mereka bilang, ‘Fik, mereka mau kamu datang.’ Aku masih nggak percaya bakal main film,” ujar Fiki Naki saat ditemui di CGV FX, Senayan, Jakarta Pusat, pada Senin (13/7/2026).
Dalam film “Paket Santet” yang diproduksi oleh Base Entertainment, Fiki Naki dipercaya untuk menghidupkan karakter bernama Firza. Firza digambarkan sebagai seorang mahasiswa yang harus menghadapi berbagai teror mengerikan akibat kiriman paket misterius yang diterimanya.
Minder Beradu Akting dengan Aktor Berpengalaman
Sebagai seorang pendatang baru di industri perfilman, Fiki Naki tidak memungkiri adanya rasa minder saat pertama kali mengetahui akan beradu akting dengan aktor-aktor yang sudah lebih berpengalaman. Terutama saat ia mengetahui akan berbagi layar dengan Yasamin Jasem dan Fatih Unru, yang dinilai memiliki jam terbang lebih tinggi di dunia akting.
“Pasti ada tekanan juga. Yasamin sudah senior, Fatih juga sudah sering main film,” akunya.
Namun, perasaan minder tersebut perlahan terkikis berkat suasana kerja yang suportif dari para pemain dan kru. Fiki Naki merasa nyaman selama proses syuting, berkat dukungan yang ia terima, terutama dari Yasamin dan Fatih. Dukungan ini membuat Fiki lebih percaya diri dalam menjalani debut aktingnya.
“Tapi selama syuting mereka selalu support, nggak ada yang nge-judge sama sekali,” tambahnya, menunjukkan apresiasinya terhadap rekan-rekan sesama pemain.
Premis Film yang Dekat dengan Kehidupan
Di luar tantangan akting, Fiki Naki mengaku tertarik dengan premis film “Paket Santet” karena dianggap sangat relevan dengan kehidupan sehari-hari. Ia melihat bahwa tema santet, meskipun menyeramkan, merupakan bagian dari budaya yang masih melekat kuat di masyarakat Indonesia.
Selain itu, fenomena kiriman paket juga menjadi hal yang sangat lumrah di era digital ini. Fiki, sebagai seorang kreator konten, seringkali menerima kiriman paket, sehingga premis ini terasa begitu dekat dengannya.
“Ini serem banget karena dua hal yang dekat sama kita. Santet itu dekat dengan budaya Indonesia, terus paket juga sekarang hampir setiap hari kita terima. Apalagi buat konten kreator sering dikirimin barang,” jelas Fiki.
Proses belajar akting menjadi sebuah tantangan tersendiri bagi Fiki Naki, mengingat ia tidak memiliki latar belakang pendidikan formal di bidang seni peran. Ia sangat bersyukur atas bimbingan dan kesabaran yang diberikan oleh sutradara, Dinna Jasanti, sejak tahap pembacaan naskah hingga seluruh rangkaian syuting selesai.
“Awal-awal memang susah karena belum ada basic acting. Makasih banyak buat Bu Dinna yang benar-benar sabar sama aku dari awal sampai selesai syuting,” pungkas Fiki.
Film “Paket Santet” yang disutradarai oleh Dinna Jasanti dijadwalkan akan menghiasi layar bioskop mulai tanggal 27 Agustus 2026. Film ini diharapkan dapat memberikan pengalaman horor yang mencekam sekaligus relevan bagi penontonnya.
Titi Kamal Kembali ke Genre Horor dengan “Perumahan Laddaland”
Di sisi lain, MD Pictures baru-baru ini menggelar konferensi pers untuk memperkenalkan poster dan trailer resmi film horor terbaru mereka, “Perumahan Laddaland”. Film ini merupakan adaptasi dari film horor Thailand yang dirilis pada tahun 2011.
Titi Kamal, yang turut hadir dalam acara tersebut, mengungkapkan antusiasmenya untuk kembali bermain dalam genre horor. Meskipun sudah sering membintangi film horor, ia merasa sangat bersemangat dengan proyek “Perumahan Laddaland”.
“Begitu dengar ada perumahan Laddaland dari MD aku langsung excited banget,” ujar Titi dengan penuh semangat.
Ia merasa memiliki kedekatan emosional dengan karakter yang diperankannya, Melisa. Sebagai seorang ibu dari dua anak, Titi merasa karakter Melisa, seorang ibu yang harus menyeimbangkan karier dan keluarga, sangat mencerminkan kehidupannya di dunia nyata.
“Si Melisa ini emang mirip sih sama aku. Ibu dua anak. Cuma bedanya anakku cowok sama cowok, kalo ini cewek sama cowok,” jelasnya.
Titi Kamal juga menambahkan bahwa peran Melisa cukup menantang karena ia harus mampu mewujudkan semua keinginan suami dan anak-anaknya, sekaligus hadir sebagai sosok ibu dan istri yang terbaik.
Lebih lanjut, Titi Kamal menyatakan ketertarikannya pada film “Perumahan Laddaland” bukan hanya karena kecintaannya pada genre horor, tetapi juga karena jalan cerita yang dinilainya sangat lengkap. Ia memuji skenario yang ditulis oleh Lele Laila, yang dinilai berhasil memadukan unsur horor yang mencekam dengan drama yang kuat, bahkan sentuhan komedi dan kesedihan.
“Ini dramanya kentel banget, ini yang bikin aku sangat tertarik dengan Perumahan Laddaland karena ditulis baik sekali oleh Mbak Lele. Yang bikin mencekam juga, dramanya keluar juga, sedihnya ada juga, lucunya juga ada, semuanya lengkap,” ungkapnya.
Film “Perumahan Laddaland” sendiri bercerita tentang Tomy, seorang ayah yang membeli rumah mewah di kawasan bernama Laddaland untuk keluarganya. Namun, kebahagiaan mereka berubah menjadi teror ketika kejadian-kejadian aneh mulai bermunculan di rumah dan lingkungan sekitar, bahkan mengancam keselamatan mereka. Tomy pun harus berjuang melindungi keluarganya dari ancaman misterius di Laddaland.
Film “Perumahan Laddaland” dijadwalkan akan tayang di bioskop Indonesia mulai tanggal 13 Agustus 2026.






