Kebaikan Ibu Vega Darwanti yang Rutin Sedekah dan Bantu Anak Yatim Mengejutkan Vega

showbiz3 Dilihat

DermayuMagz.com – Kepergian sosok tercinta seringkali meninggalkan duka mendalam, namun juga membuka tabir cerita yang tak terduga. Begitulah yang dirasakan oleh presenter ternama, Vega Darwanti, setelah ibundanya, RA Dian Arunda Dewanthy, berpulang ke Rahmatullah pada Senin, 13 Juli 2026. Di tengah kesedihan, Vega menemukan sisi lain dari sang ibu yang selama ini tersembunyi, yakni kebiasaan mulia dalam bersedekah dan membantu sesama, terutama anak yatim.

Penemuan mengejutkan ini terungkap setelah keluarga mengelola ponsel almarhumah secara bergantian selama masa sang ibu sakit. Melalui pesan-pesan yang masuk, terkuaklah berbagai kegiatan amal yang rutin dilakukan ibunda Vega, yang ternyata tidak diketahui oleh anak-anaknya sendiri.

“Tadi juga aku kaget banget pas di masjid dibilang ternyata Mama itu rutin kasih sumbangan, kasih banyak bantuan. Jadi aku anaknya aja nggak tahu perbuatan baik yang Mama lakuin tuh,” ujar Vega Darwanti dengan nada haru saat ditemui di TPU Kober Jatinegara, Jakarta Timur.

Kegiatan amal sang ibu ternyata sangat beragam, mulai dari rutin menyumbang ke masjid, memberikan santunan kepada anak yatim, hingga membantu guru mengaji dan bahkan menyumbangkan kipas angin untuk musala. Semua itu dilakukan secara diam-diam, tanpa pernah ia ceritakan kepada anak-anaknya.

“Masya Allah, semenjak Mama sakit dua bulan, handphone dipegang sama anak-anak. Dan di situ masuk chat-chat yang baru kita tahu Mama rutin tiap bulannya sumbangan masjid, sumbangan anak yatim, terus ada guru ngaji yang datang, terus kirim kipas angin ke musala,” ungkap Vega.

Vega merasa bangga sekaligus terharu mengetahui ketulusan ibundanya dalam berbuat kebaikan. Ia menjadikan pengalaman ini sebagai pelajaran berharga tentang pentingnya keikhlasan dalam beramal, tanpa pamrih dan tanpa keinginan untuk mendapat pujian dari manusia.

“Pokoknya perbuatan baik beliau harus kusebutin karena aku juga sebagai anak jadi belajar. Ini yang mungkin nganterin Mama sampai sekarang insya Allah husnul khotimah,” tutur Vega penuh keyakinan.

Niat Mulia Menyumbangkan Ambulans

Lebih lanjut, Vega menceritakan sebuah percakapan yang sempat membuatnya khawatir sekaligus penasaran. Beberapa waktu sebelum jatuh sakit, ibundanya pernah menanyakan perihal harga sebuah unit ambulans.

“Terus Mama sempat ngomong, ‘Kalau ambulans harganya berapa sih?’ gitu. Aku kan sempat takut, ‘Kok Mama minta ambulans?’ gitu. Ternyata Mama tuh pengen punya ambulans buat disumbangin,” jelas Vega, yang kini baru menyadari niat mulia di balik pertanyaan tersebut.

Niat ibunda Vega untuk memiliki ambulans yang kemudian disumbangkan menunjukkan betapa besar kepeduliannya terhadap sesama, bahkan dalam skala yang lebih besar lagi.

Perhatian untuk Sahabat Anak

Tak hanya terhadap sesama yang membutuhkan, almarhumah juga menunjukkan perhatiannya kepada teman-teman Vega. Sebelum kondisinya menurun drastis, ia sering menanyakan kabar rekan-rekan artis yang dekat dengan putri kesayangannya.

“Jadi Mama memang tipikalnya sayang sama teman-teman anaknya juga gitu. Jadi kalau aku syuting, ‘Salam ya buat Mei,’ cuma kadang aku nggak kirimin salam karena menurut aku apa sih Mama kirim-kirim salam gitu,” kenang Vega.

Sikap peduli dan hangat dari ibunda Vega ini meninggalkan kesan mendalam bagi banyak orang, termasuk para sahabat artis yang turut merasakan kehilangan.

Dukungan dari Sahabat Artis

Di masa-masa sulit ini, Vega mengaku sangat merasakan dukungan dari para sahabatnya. Kehadiran mereka memberikan kekuatan dan penghiburan bagi Vega dan keluarga.

“Dan aku juga bersyukur banget punya teman-teman punya sahabat Cika, Maisita, tadi juga ada A Irfan Hakim, Bunda Della, ada Mas Eko Patrio, Mbak Fiona, Ruben Onsu, A Raffi juga tadi sempat udah ke sini tapi beliaunya kan sangat sibuk. Aku bilang nggak apa-apa A doain aja,” ucap Vega Darwanti.

Kepergian ibunda Vega Darwanti memang meninggalkan duka, namun kisah kebaikan dan ketulusannya dalam beramal akan terus hidup dan menjadi inspirasi bagi banyak orang, termasuk bagi Vega sendiri sebagai anak yang kini semakin memahami betapa mulianya sosok sang ibu.

DermayuMagz.com – Berita duka kembali menyelimuti dunia hiburan Tanah Air. Komedian Temon yang dikenal dengan gaya lucunya yang khas, dikabarkan telah meninggal dunia pada Senin, 13 Juli 2026. Kabar ini tentu mengejutkan banyak pihak, termasuk para rekan sesama komedian yang turut merasakan kehilangan.

Salah satu yang turut berduka adalah komedian Mongol. Ia mengaku sempat ragu ketika pertama kali mendengar kabar duka tersebut. Keraguan ini muncul karena ia belum menemukan pemberitaan resmi atau konfirmasi dari media mengenai meninggalnya Temon.

“Kalau ngobrol terakhir tuh Mongol lupa, tapi kalau nggak salah tuh kurang lebih 4 apa 5 bulan lalu. Eh, dan yang membuat Mongol percaya beliau sudah meninggal adalah perubahan status WA nomor handphone beliau. Perubahan berita tentang beliau meninggal,” ujar Mongol saat ditemui di TPU Tanah Kusir, Jakarta Selatan.

Mongol menjelaskan bahwa ia menerima pesan singkat mengenai kepergian Temon. Namun, karena belum ada pemberitaan yang muncul di media massa, ia sempat merasa tidak yakin akan kebenaran kabar tersebut. Ia pun mencoba melakukan pencarian di internet, namun hasilnya nihil.

“Sebelumnya Mongol dapat WA kalau eh beliau meninggal, cuman Mongol Googling lagi kok nggak ada berita. Cuman pas perubahan status WA-nya Cing Abdel sama beliau, sama Cak Lontong, saya langsung ‘Oh berarti bener’,” ungkap Mongol, merujuk pada unggahan status WhatsApp dari komedian Abdel Achrian dan Cak Lontong yang membenarkan kabar duka tersebut.

Terbang dari Bali Demi Sang Sahabat

Setelah memastikan kebenaran kabar duka melalui pesan dari rekan-rekannya, Mongol tidak menunggu lama. Ia segera mengambil tindakan untuk bisa hadir di pemakaman sahabatnya tersebut.

Saat itu, Mongol sedang berada di Bali. Tanpa berpikir panjang, ia langsung mencari tiket pesawat untuk kembali ke Jakarta. Ia rela terbang pagi-pagi menggunakan penerbangan pertama, bahkan harus memilih kursi kelas bisnis karena ketersediaan tiket yang sudah sangat terbatas.

“Saat itu juga Mongol minta tolong dicarikan tiket, cari di aplikasi nggak ada sama sekali. Ada sisa bisnis yang membuat Mongol mikir untuk beli, akhirnya Mongol berangkat pagi-pagi pesawat pertama penerbangan tersebut,” kata Mongol.

Keputusan cepat Mongol ini menunjukkan betapa eratnya hubungan persahabatan yang terjalin antara dirinya dan almarhum Temon.

Mengikuti Prosesi Hingga Pemakaman

Setibanya di Jakarta, Mongol langsung bergegas menuju rumah duka. Ia pun turut serta dalam ibadah pelepasan jenazah sebelum akhirnya mengantar Temon ke tempat peristirahatan terakhirnya.

“Dari Bali. Langsung ke rumah duka, langsung ke Gereja Efatha baru sekarang,” pungkasnya, mengisahkan rangkaian kegiatannya setelah tiba di Jakarta.

Kepergian Temon tentu meninggalkan duka yang mendalam bagi keluarga, sahabat, dan para penggemarnya. Semoga almarhum mendapatkan tempat terbaik di sisi-Nya, dan keluarga yang ditinggalkan diberikan ketabahan.