DermayuMagz.com – Jalen Brunson tampil luar biasa dan memimpin New York Knicks meraih kemenangan penting atas San Antonio Spurs dalam game pertama NBA Finals 2026. Pertandingan yang digelar di Frost Bank Center pada Kamis (4/6/2026) pagi WIB ini berakhir dengan skor 105-95 untuk keunggulan Knicks.
Kemenangan ini membuat Knicks unggul 1-0 dalam seri final tersebut. Game kedua dijadwalkan akan kembali digelar di kandang Spurs pada Sabtu (6/6/2026) pagi WIB.
Awal pertandingan menunjukkan Spurs sempat tertinggal tujuh angka di pertengahan kuarter pertama. Namun, kehadiran Dylan Harper membawa perubahan. Harper memimpin kebangkitan Spurs dan sempat membawa timnya unggul 10 poin di akhir kuarter pertama dengan raihan sembilan angka.
Knicks sempat dilanda kekhawatiran saat Jalen Brunson mengalami cedera lutut menjelang akhir kuarter pertama. Ia harus keluar lapangan untuk mendapatkan perawatan, dan Spurs berhasil menutup kuarter pertama dengan keunggulan 27-19.
Namun, Brunson menunjukkan ketangguhannya dan kembali ke lapangan pada kuarter kedua. Kehadirannya langsung memberikan dampak positif bagi Knicks. Tim tamu berhasil bangkit dan sempat membalikkan keadaan sebelum Julian Champagnie tampil gemilang dengan mencetak tiga tembakan tiga angka.
Tiga angka dari Champagnie di akhir kuarter kedua berhasil membawa Spurs menutup paruh pertama dengan keunggulan tujuh poin.
Memasuki kuarter ketiga, Spurs semakin percaya diri dan berhasil memperlebar keunggulan mereka. Mereka sempat unggul hingga 14 poin. Namun, Knicks tidak menyerah begitu saja. Serangan lima poin beruntun dari Karl Anthony Towns berhasil memperkecil ketertinggalan timnya.
Knicks berhasil menyamakan kedudukan menjelang akhir kuarter ketiga. Tembakan tiga angka dari Brian McBride membuat skor imbang 76-76 saat kuarter ketiga berakhir.
Di kuarter pamungkas, Knicks menunjukkan mentalitas juara. Mereka berhasil berbalik unggul delapan poin, sebagian besar berkat aksi Jalen Brunson yang mencetak delapan angka secara beruntun.
Spurs sempat bangkit melalui Victor Wembanyama yang mencetak tembakan tiga angka. Kebangkitan ini berlanjut dengan sembilan poin beruntun Spurs, di mana delapan di antaranya disumbangkan oleh Wembanyama, membawa mereka memimpin lagi.
Namun, dalam situasi genting, Jalen Brunson kembali menjadi penyelamat. Ia memecah kebuntuan Knicks dengan tembakan tiga angka yang mengembalikan keunggulan bagi timnya.
Brunson kemudian semakin menjauhkan keunggulan Knicks menjadi enam poin melalui tembakan dua angka yang ia lepaskan ketika pertandingan menyisakan 38 detik. Keunggulan ini tidak mampu lagi dikejar oleh Spurs, sehingga Knicks mengunci kemenangan 105-95.
Brunson Mendominasi
Jalen Brunson menjadi bintang utama dalam kemenangan Knicks kali ini. Pemain yang sebelumnya memperkuat Dallas Mavericks itu berhasil mencetak total 30 poin, di mana 13 di antaranya dicetak pada kuarter keempat yang krusial. Karl Anthony Towns juga memberikan kontribusi penting dengan 18 poin dan 12 rebound.
Di kubu Spurs, Victor Wembanyama menjadi pencetak angka terbanyak dengan 26 poin. Namun, akurasi tembakannya sangat disayangkan, hanya berhasil memasukkan enam dari 21 percobaan. Dylan Harper dan Julian Champagnie masing-masing menyumbang 16 angka.
Louis Saha, mantan striker Manchester United, telah menyampaikan prediksinya mengenai tim yang akan menjadi juara Piala Dunia 2026. Ia secara tegas memilih Prancis sebagai favorit utamanya, bukan Inggris.
Menurut Saha, pilihan ini bukan semata-mata karena ia berasal dari Prancis, melainkan berdasarkan faktor teknis dan mentalitas kuat yang dimiliki skuad Les Bleus saat ini. Ia melihat pengalaman yang dimiliki oleh para pemain dan pelatih Didier Deschamps akan menjadi kunci keberhasilan.
“Prancis adalah favorit saya di Piala Dunia, bukan karena saya orang Prancis, tetapi karena pengalaman yang dimiliki manajer dan para pemainnya,” ujar Saha.
Ia menambahkan bahwa tim Prancis kali ini telah berkembang pesat, terutama dengan adanya pemain kelas dunia seperti Kylian Mbappe yang sedang dalam performa puncak, serta pemain seperti Ousmane Dembele yang telah meraih Ballon d’Or.
Saha juga menyoroti lini serang Prancis yang dinilainya sangat mematikan. Kecepatan dan ketajaman para pemain sayap muda seperti Michael Olise, Desire Doue, dan Bradley Barcola akan menjadi senjata ampuh untuk membongkar pertahanan lawan.
Selain itu, kedalaman skuad di lini pertahanan juga menjadi nilai tambah bagi Prancis. Saha menilai sebaran kualitas pemain yang merata di semua lini akan memuluskan jalan Prancis untuk meraih gelar juara.
“Kami memiliki pemain sayap yang sangat kuat sekarang seperti [Michael] Olise, [Desire] Doue, [Bradley] Barcola, dan semua pemain itu bermain sangat baik. Secara defensif, mungkin kami memiliki sedikit lebih banyak pilihan di lini belakang, tetapi kami sangat kuat,” pungkasnya.






