DermayuMagz.com – Suasana panas jelang El Clasico pada 11 Mei 2026 lalu ternyata tidak hanya terjadi di atas lapangan. Real Madrid dikabarkan sempat diguncang konflik internal setelah muncul laporan tentang perkelahian antara Aurelien Tchouameni dan Federico Valverde dalam sesi latihan.
Kabar tersebut langsung menjadi perhatian publik Spanyol karena melibatkan dua pemain penting Los Blancos. Situasi makin ramai setelah muncul isu bahwa bentrokan itu berlangsung cukup serius hingga Valverde disebut membutuhkan jahitan akibat insiden tersebut.
Di tengah sorotan besar terhadap ruang ganti Real Madrid, gelandang Barcelona, Gavi, ikut memberikan komentarnya. Pemain muda Spanyol itu menilai ketegangan dalam latihan memang wajar terjadi.
Komentar Gavi kemudian memunculkan polemik baru antara Barcelona dan Real Madrid. Apalagi, ia juga menyinggung keputusan kubu Madrid yang tetap memainkan pemain yang diduga terlibat dalam insiden tersebut saat menghadapi Barca di El Clasico.
Gavi Nilai Ketegangan di Latihan adalah Hal Normal
Gavi mengaku tidak terlalu terkejut mendengar adanya konflik dalam sesi latihan tim besar seperti Real Madrid. Menurutnya, atmosfer kompetitif di level tertinggi memang sering memicu emosi antar pemain.
Pemain Barcelona itu menilai perselisihan kecil di lapangan latihan masih tergolong normal selama tidak melewati batas tertentu. Ia bahkan menyebut intensitas tinggi dalam latihan merupakan bagian dari upaya menjaga mental juara sebuah tim.
Baca juga : BUMN Semen Kurangi 28 Perusahaan
Dalam wawancara bersama Mundo Deportivo, via Goal, Gavi menjelaskan bahwa persaingan internal di ruang ganti merupakan hal yang biasa terjadi. Namun, ia menegaskan bahwa kekerasan fisik tetap tidak bisa dibenarkan dalam kondisi apa pun.
“Saya termasuk orang yang berpikir bahwa akan selalu ada perkelahian di antara rekan satu tim saat latihan di musim seperti ini, karena memang seperti itulah adanya, itu adalah persaingan dan itu selalu baik-baik saja sampai batas tertentu,” tegas Gavi.
Gavi Kritik Cara Madrid Tangani Insiden Tchouameni vs Valverde
Setelah membahas soal tensi latihan, Gavi kemudian menyoroti cara Real Madrid menangani situasi tersebut. Ia merasa klub seharusnya mengambil tindakan disiplin yang lebih tegas terhadap pemain yang terlibat.
Sorotan itu diarahkan kepada pelatih Madrid, Alvaro Arbeloa, yang tetap memainkan Aurelien Tchouameni usai dugaan bentrokan dengan Federico Valverde. Keputusan tersebut dianggap Gavi sebagai langkah yang kurang tepat.
Tchouameni sendiri tetap tampil saat Real Madrid menghadapi Barcelona pada 10 Mei lalu. Dalam pertandingan tersebut, Los Blancos harus menelan kekalahan 0-2 yang sekaligus memastikan Barcelona keluar sebagai juara La Liga.
“Tetapi pada akhirnya, jika sampai terjadi perkelahian, maka pelatih seharusnya tidak memainkannya. Jika benar mereka sampai berkelahi, menurut saya ia melakukan kesalahan dengan memanggilnya [Tchouameni] dan memainkannya. Tetapi saya juga tidak tahu kebenaran dari apa yang terjadi,” ujar Gavi.






