Indonesia dan Singapura perkuat kolaborasi ekonomi digital dan energi

Berita3 Dilihat

DermayuMagz.com – Indonesia dan Singapura bertekad untuk memperkuat hubungan bilateral yang telah terjalin selama hampir 60 tahun, dengan fokus utama pada pengembangan ekonomi digital dan energi berkelanjutan.

Langkah ini diambil menjelang perayaan enam dekade hubungan diplomatik kedua negara, yang menandai komitmen berkelanjutan untuk kerja sama yang saling menguntungkan.

Menteri Luar Negeri Singapura, Vivian Balakrishnan, menyatakan hal tersebut usai melakukan pertemuan bilateral dengan Menteri Luar Negeri Indonesia, Sugiono, di Jakarta. Kunjungan Balakrishnan sendiri berlangsung selama tiga hari dan dimulai pada Senin, 12 Mei.

Dalam pertemuan tersebut, kedua menteri menyoroti keberhasilan proyek-proyek kerja sama yang telah berjalan, seperti Nongsa Digital Park di Batam dan Kawasan Industri Kendal di Jawa Tengah. Proyek-proyek ini menunjukkan potensi pertumbuhan yang signifikan, terutama dalam sektor ekonomi digital dan energi hijau.

“Itulah sebabnya kami terus mencari lebih banyak peluang untuk meningkatkan keterlibatan dengan berbagai provinsi di Indonesia,” ujar Balakrishnan dalam konferensi pers bersama, menekankan pentingnya kolaborasi yang lebih luas.

Selain fokus pada kerja sama bilateral, kedua negara juga menjajaki potensi kolaborasi yang lebih luas di tingkat regional, termasuk bersama Malaysia. Penguatan kembali kemitraan Singapura-Johor-Kepulauan Riau (SIJORI) menjadi salah satu agenda penting.

Balakrishnan meyakini bahwa kemitraan SIJORI memiliki potensi besar untuk memberikan manfaat signifikan bagi ketiga negara. Ia juga menekankan pentingnya investasi di sektor konektivitas transportasi dan proyek-proyek digital, serta realisasi ASEAN Power Grid.

Menanggapi hal tersebut, Sugiono menilai bahwa hubungan Indonesia dan Singapura selama enam dekade terakhir telah dibangun di atas fondasi kepercayaan strategis dan kepentingan bersama yang kuat.

“Kami juga membahas persiapan Leaders’ Retreat mendatang serta meninjau kemajuan konkret di berbagai sektor seperti energi, aktivitas lintas batas, perdagangan, dan investasi,” jelas Sugiono. Ia menambahkan bahwa rencana pengembangan proyek listrik berskala besar, khususnya yang bersumber dari energi berkelanjutan, juga menjadi topik diskusi.

Lebih lanjut, Balakrishnan menggarisbawahi potensi besar Indonesia dalam sektor energi terbarukan, seperti tenaga surya, panas bumi, dan hidro. Energi ini dapat menjadi pelengkap bagi peran Singapura sebagai pusat pembiayaan infrastruktur dan teknologi di kawasan.

Ia juga menyebutkan bahwa Singapura merupakan investor asing terbesar di Indonesia, sementara kedua negara juga termasuk mitra dagang utama satu sama lain. Hubungan bilateral kedua negara dikategorikan dalam kondisi “sangat baik”, terbukti dari kerja sama yang solid baik dalam situasi normal maupun saat krisis.

Baca juga: Musim Tanam Dimulai, Petani Sukra Tetapkan Jadwal dan Antisipasi Hama

Contohnya adalah kerja sama yang erat selama pandemi COVID-19 dan dalam menghadapi konflik di Timur Tengah. Balakrishnan juga menyoroti implementasi perjanjian Expanded Framework Agreements yang mulai berlaku sejak Maret 2024, yang mencakup kerja sama di bidang pertahanan, pengelolaan wilayah udara, dan penegakan hukum.

APRESIASI TIM SAR GUNUNG DUKONO

Dalam pertemuan tersebut, kedua menteri juga bertukar pandangan mengenai situasi geopolitik global, termasuk dampak konflik di Timur Tengah terhadap pasokan energi di Asia. Balakrishnan mengungkapkan bahwa ia telah berkomunikasi dengan Menteri Luar Negeri Iran, Seyyed Abbas Araghchi, untuk menekankan pentingnya menjaga perdamaian kawasan dan kepatuhan terhadap hukum internasional, termasuk UNCLOS.

Ia juga mengapresiasi kerja sama antara Indonesia, Malaysia, dan Singapura dalam menjaga keamanan Selat Malaka dan Singapura sebagai jalur pelayaran yang aman. Kerjasama ini dianggap sebagai contoh positif bagi kawasan lain di dunia.

Dalam kesempatan yang sama, Balakrishnan menyampaikan apresiasi mendalam kepada lebih dari 150 personel SAR Indonesia. Personel tersebut terlibat dalam operasi evakuasi korban di Gunung Dukono, Maluku Utara, pada 8 Mei. Ia mengakui bahwa tim SAR menghadapi risiko yang sangat besar dalam kondisi letusan gunung berapi dan cuaca buruk saat menjalankan tugas evakuasi.

Operasi SAR tersebut berhasil mengevakuasi korban, termasuk dua warga Singapura yang meninggal dunia. Peristiwa ini juga menewaskan satu warga negara Indonesia, sementara 17 orang lainnya berhasil selamat, termasuk tujuh warga Singapura yang telah kembali ke negara mereka.

“Solidaritas dan kepedulian dalam situasi krisis ini mencerminkan kedekatan hubungan antara masyarakat Indonesia dan Singapura,” ujar Balakrishnan, menyoroti nilai kemanusiaan yang ditunjukkan dalam kejadian tersebut.

Ikuti saluran WhatsApp CNA Indonesia untuk dapatkan berita menarik lainnya. Pastikan fungsi notifikasi telah dinyalakan dengan menekan tombol lonceng.

Baca juga:

  • Jenazah dua pendaki Singapura berhasil dievakuasi dari Gunung Dukono, operasi SAR rampung
  • Vivian Balakrishnan: Singapura, Malaysia, dan Indonesia jaga Selat Malaka tetap terbuka

Source: CNA/ew(da)