Inovasi BBM Alternatif dari Sampah Plastik Karya Warga Cimahi

Berita3 Dilihat

DermayuMagz.com – Persoalan sampah plastik yang terus menumpuk kini mulai menemukan solusi. Di Kota Cimahi, hadir inovasi pengolahan sampah plastik menjadi bahan bakar minyak (BBM) jenis solar yang diberi nama Petasol.

Inovasi ini menjadi solusi atas dua permasalahan sekaligus, yakni mengurangi timbunan sampah plastik sekaligus menyediakan bahan bakar alternatif di tengah tingginya harga BBM.

Ide inovatif ini lahir dari Bank Sumberdaya Sampah Induk Melong26 Cimahi yang berlokasi di Kelurahan Melong, Kecamatan Cimahi Selatan, Kota Cimahi.

Proses pengolahan dilakukan dengan memanfaatkan sampah plastik bernilai rendah seperti kantong kresek, bungkus makanan ringan, plastik isi ulang, dan jenis plastik lainnya yang sulit didaur ulang.

Baca juga: Wamenag Tegaskan Tanpa Kekerasan di Pesantren, Tanggapi Kasus Pati

Sampah-sampah tersebut terlebih dahulu dipilah, lalu dimasukkan ke dalam alat pirolisis yang terdiri dari reaktor, tungku pemanas, kondensor, hingga tangki penampungan.

Melalui proses pemanasan tanpa oksigen, limbah plastik kemudian diubah menjadi bahan bakar minyak.

Inisiator Petasol, Lionardi Sutandi, mengatakan teknologi pirolisis ini telah ia kembangkan bersama tim sejak tahun 2014 di Banjarnegara sebelum akhirnya diterapkan di Kota Cimahi.

“Dari sekitar 75 kilogram sampah plastik, kami bisa menghasilkan 60 sampai 70 liter tenaga surya. Ini menjadi solusi nyata untuk permasalahan sampah yang selama ini sulit terurai,” ujar Lionardi, Senin (4/5/2026).

Menurutnya, bahan bakar hasil olahan tersebut kini sudah digunakan oleh berbagai kalangan, mulai dari petani hingga kontraktor untuk operasional alat berat.

Ia menambahkan, tingginya minat masyarakat terhadap Petasol tidak lepas dari kualitas dan harga jual yang lebih terjangkau dibandingkan bahan bakar konvensional.

“Petasol ini kami jual Rp15 ribu per liter. Permintaannya cukup tinggi, bahkan saat ini kami masih memenuhi kebutuhan konsumen,” katanya.

Selain menawarkan harga lebih murah, Petasol dinilai mampu memberikan manfaat ganda, baik bagi masyarakat maupun industri, sekaligus membantu mengurangi polusi lingkungan akibat sampah plastik.

Ke depan, inovasi ini diharapkan bisa terus berkembang dan menjadi salah satu solusi energi alternatif berbasis pengelolaan sampah di Indonesia.