DermayuMagz.com – Kementerian Perhubungan (Kemenhub) telah merilis kronologi resmi mengenai insiden kecelakaan yang melibatkan Kereta Api (KA) Argo Bromo Anggrek dan Kereta Rel Listrik (KRL) di Stasiun Bekasi Timur.
Menurut keterangan resmi yang disampaikan oleh Menteri Perhubungan, Dudy Purwagandhi, peristiwa ini bermula ketika sebuah KRL dengan rute Bekasi–Cikarang menabrak sebuah mobil taksi dari perusahaan Green SM.
Tabrakan tersebut terjadi di sebuah perlintasan sebidang yang memiliki nomor JPL 85.
Akibat dari insiden awal ini, rangkaian KRL tersebut harus segera dievakuasi. Rangkaian KRL ini kemudian ditetapkan sebagai Perjalanan Luar Biasa (PLB) dengan kode 5181.
Penetapan ini dikarenakan KRL tersebut berhenti beroperasi dan berjalan di luar jadwal normal yang seharusnya.
Kondisi ini berdampak pada operasional kereta lainnya di area tersebut.
Petugas terpaksa menghentikan satu rangkaian KRL lainnya yang memiliki kode PLB 5568.
Rangkaian KRL PLB 5568 ini sedang dalam perjalanan menuju Cikarang dan terhenti di peron Stasiun Bekasi Timur.
Namun, musibah kembali terjadi ketika KA Argo Bromo Anggrek (KA 4) yang melayani rute Jakarta–Surabaya tidak sempat melakukan pengereman penuh.
Kereta jarak jauh tersebut akhirnya menabrak KA PLB 5568 yang sedang berhenti di peron Stasiun Bekasi Timur.
Kemenhub menegaskan bahwa mereka terus berkoordinasi secara intensif dengan berbagai pihak terkait.
Tujuannya adalah untuk memastikan proses evakuasi korban dan rangkaian kereta berjalan dengan optimal.
Baca juga di sini: Pemusnahan Barang Bukti Sabu Kasus Pohang di Majalengka
Proses evakuasi ini dilakukan secara bertahap dan selalu mengutamakan keselamatan semua pihak, baik korban maupun petugas di lapangan.
Untuk mendukung penanganan darurat, telah didirikan Posko Tanggap Darurat di Stasiun Bekasi Timur.
Selain itu, penanganan medis intensif juga diberikan kepada para korban di fasilitas kesehatan terdekat.
Direktorat Jenderal Perhubungan Darat di bawah Kemenhub juga telah membentuk tim khusus.
Tim ini bertugas untuk menyelidiki keterlibatan taksi Green SM dalam insiden kecelakaan yang kompleks ini.
Direktur Jenderal Perhubungan Darat, Aan Suhanan, menjelaskan bahwa investigasi ini akan mencakup berbagai aspek krusial terkait operasional perusahaan taksi tersebut.
Aspek yang akan didalami meliputi perizinan, kelengkapan administrasi, pemenuhan standar keselamatan, hingga kepatuhan terhadap ketentuan operasional angkutan umum.
Aan Suhanan juga memanggil manajemen Xanh SM atau Green SM untuk memberikan klarifikasi langsung ke Kantor Pusat Kemenhub.
Kemenhub tidak menutup kemungkinan untuk memberikan sanksi jika ditemukan adanya pelanggaran terhadap peraturan yang berlaku.
Pelanggaran yang dimaksud mencakup Peraturan Menteri Perhubungan Nomor PM 85 Tahun 2018 dan PM 117 Tahun 2018.
“Kami akan melihat apabila terdapat pelanggaran terhadap ketentuan operasional angkutan umum, maka sanksi administrasi akan diberikan secara proporsional sesuai aturan yang ada,” ujar Aan.
Lebih lanjut, Kemenhub menyatakan dukungan penuh terhadap investigasi yang sedang dilakukan oleh Komite Nasional Keselamatan Transportasi (KNKT).
KNKT bertugas untuk mengungkap penyebab pasti kecelakaan ini secara independen dan objektif.
“Kami juga memberikan kesempatan kepada KNKT untuk melakukan investigasi secara objektif,” tambah Dudy Purwagandhi.
Pemerintah berkomitmen untuk memastikan seluruh korban mendapatkan penanganan terbaik dan hak-hak mereka sesuai dengan ketentuan yang berlaku.
Untuk mendukung penanganan, operasional perjalanan KRL sementara ini disesuaikan, dengan perjalanan hanya sampai Stasiun Bekasi.
Menteri Perhubungan Dudy Purwagandhi, bersama tim teknis dari Direktorat Jenderal Perkeretaapian Kemenhub dan PT Kereta Api Indonesia (KAI), telah berada di lokasi kejadian sejak Senin (27/4) malam hingga Selasa (28/4) pagi.
Mereka memimpin langsung upaya penanganan di lapangan dan menyampaikan duka cita mendalam atas korban yang meninggal dunia.
Harapan besar disampaikan agar korban luka segera pulih.
Presiden Joko Widodo juga telah mengunjungi langsung korban yang dirawat di RSUD Kota Bekasi pada Selasa (28/4) pagi.
Dalam kunjungannya, Presiden menyampaikan belasungkawa dan memastikan bahwa penanganan korban berjalan secara optimal.
“Saya ucapkan belasungkawa atas nama pribadi dan Pemerintah. Kami segera melakukan investigasi untuk mengetahui penyebab kejadian ini,” kata Presiden Joko Widodo, dikutip dari Kompas.
Presiden juga menekankan pentingnya peningkatan aspek keselamatan dalam transportasi.
Hal ini terutama relevan pada perlintasan sebidang yang masih memiliki potensi risiko tinggi terhadap kecelakaan.
Ikuti saluran WhatsApp CNA Indonesia untuk mendapatkan berita menarik lainnya. Pastikan fungsi notifikasi telah dinyalakan dengan menekan tombol lonceng.






