DermayuMagz.com – Kementerian Haji dan Umrah (Kemenhaj) terus memantau kelancaran operasional ibadah haji tahun 1447 Hijriah atau 2026 Masehi. Pada hari ke-12 pelaksanaan, tercatat sebanyak 68.082 jemaah Indonesia telah berhasil diberangkatkan menuju Tanah Suci.
Kepala Biro Humas Kemenhaj, Moh. Hasan Afandi, melaporkan bahwa seluruh tahapan, mulai dari pemberangkatan, kedatangan di Arab Saudi, hingga pergerakan jemaah dari Madinah menuju Makkah, berjalan dengan tertib dan terkoordinasi dengan baik.
“Kami bersyukur proses pemberangkatan jemaah haji tahun ini berjalan lancar. Hingga Jumat, 1 Mei 2026, sebanyak 175 kelompok terbang (kloter) yang terdiri dari 68.082 jemaah dan 697 petugas kloter telah diberangkatkan. Seluruh rangkaian kegiatan ini kami pantau secara ketat untuk memastikan keamanan, ketertiban, dan kenyamanan para jemaah,” ungkap Hasan.
Lebih lanjut, Hasan merinci data kedatangan jemaah. Sebanyak 165 kloter, yang mencakup 64.129 jemaah dan 657 petugas, telah tiba di Madinah. Sementara itu, 19 kloter dengan total 7.387 jemaah dan 76 petugas telah sampai di Makkah.
Baca juga di sini: Vokalis Band Husttle Dikeroyok di Konser Underground Batu
Pergerakan jemaah dari Madinah ke Makkah dilaksanakan secara bertahap. Petugas haji ditempatkan di berbagai titik layanan untuk memberikan pendampingan dan memastikan kelancaran serta keamanan perjalanan jemaah.
Dari aspek pelayanan kesehatan, Kemenhaj memastikan bahwa seluruh jemaah mendapatkan penanganan medis yang komprehensif. Data menunjukkan bahwa 5.576 jemaah telah mendapatkan layanan rawat jalan. Sebanyak 105 jemaah dirujuk ke Klinik Kesehatan Haji Indonesia (KKHI), sementara 125 jemaah lainnya dirujuk ke Rumah Sakit Arab Saudi (RSAS). Saat ini, tercatat 39 jemaah masih menjalani perawatan intensif di RSAS.
Kemenhaj juga menyampaikan duka cita mendalam atas wafatnya dua jemaah di Madinah. Jemaah yang berpulang ke Rahmatullah adalah Siti Sri Rahayu Sanusi dari Kloter SOC-12 asal Kabupaten Pekalongan, dan Endar Jaya Purwadi dari Kloter BPN-01 asal Kota Samarinda. Dengan tambahan ini, total jemaah haji yang wafat hingga hari ke-12 operasional menjadi tujuh orang.
“Kami turut berduka cita atas berpulangnya dua jemaah haji kita. Semoga almarhum dan almarhumah mendapatkan husnul khatimah, serta keluarga yang ditinggalkan diberikan kekuatan dan ketabahan dalam menghadapi cobaan ini,” ujar Hasan.
Selain itu, Kemenhaj memberikan penegasan mengenai kewajiban pembayaran dam bagi jemaah haji. Pembayaran dam wajib dilaksanakan melalui Adhahi, sebuah program resmi yang dikelola oleh Pemerintah Arab Saudi.
“Kami mengimbau seluruh jemaah yang berkewajiban membayar dam untuk melakukannya melalui Adhahi. Penting untuk tidak melakukan pembayaran di luar mekanisme resmi yang telah ditetapkan, seperti membeli hewan kurban secara mandiri di pasar. Hal ini untuk memastikan ibadah dam sah sesuai ketentuan,” jelasnya.
Jemaah juga diingatkan untuk menjaga kondisi fisik di tengah cuaca panas di Arab Saudi. Disarankan untuk memperbanyak konsumsi air putih, tidak membawa barang berlebihan, dan mengatur waktu kunjungan ke Masjidil Haram untuk menghindari kelelahan.
“Apabila ada jemaah yang mengalami gangguan kesehatan, kami meminta untuk segera melapor kepada petugas kesehatan terdekat. Kesehatan jemaah adalah prioritas utama kami,” tambah Hasan.
Kemenhaj berkomitmen untuk memastikan seluruh jemaah terlindungi, ibadah berjalan sesuai syariat, dan seluruh layanan haji dapat terlaksana dengan aman, nyaman, profesional, serta mengedepankan pelayanan yang ramah bagi lansia, penyandang disabilitas, dan perempuan. Fokus utama adalah menciptakan pengalaman ibadah haji yang optimal bagi seluruh lapisan jemaah.






