Pria Asal Depok Ditangkap Usai Video Challenge Cabai-Freezer Viral Libatkan Anak-anak

News7 Dilihat

DermayuMagz.com – Sebuah kasus kekerasan terhadap anak yang memilukan terjadi di Depok, Jawa Barat, dan memicu perhatian luas publik. Seorang pria berinisial D dilaporkan telah diamankan oleh pihak kepolisian setelah terbukti melakukan tindakan kekerasan terhadap dua anak di bawah umur dengan kedok sebuah tantangan atau challenge berbahaya.

Peristiwa ini terungkap setelah pihak Polres Metro Depok menerima laporan mengenai tindak kekerasan yang dialami oleh kedua korban. Berdasarkan penyelidikan awal, tersangka D diketahui merupakan tetangga dari para korban. Modus yang digunakan tersangka tergolong tidak lazim dan membahayakan kesehatan serta keselamatan anak-anak tersebut.

Kasat Reskrim Polres Metro Depok, AKBP Made Gede Oka Utama, menjelaskan bahwa tersangka memaksa kedua korban untuk mengikuti sebuah tantangan yang sangat tidak pantas. Korban diiming-imingi sejumlah uang sebesar Rp9 ribu dengan syarat mereka harus memakan cabai dalam jumlah yang cukup banyak.

Situasi semakin memburuk ketika tersangka memberikan instruksi tambahan untuk meredakan rasa pedas yang dirasakan korban. Alih-alih memberikan penanganan yang aman, tersangka justru memaksa anak-anak tersebut masuk ke dalam lemari pendingin atau freezer. Tindakan ini tentu saja sangat berisiko, baik dari sisi suhu ekstrem di dalam alat pendingin maupun dampak psikologis yang ditimbulkan.

“Korban disuruh makan cabai beberapa butir atau beberapa biji, kemudian untuk menghilangkan rasa cabai tersebut, dimasukkanlah ke dalam lemari es ataupun freezer,” ungkap AKBP Made Gede Oka Utama pada 19 Juli 2026.

Dampak dari perbuatan keji tersebut tidak hanya dirasakan secara fisik, namun juga meninggalkan bekas mendalam pada kesehatan mental korban. Pihak kepolisian telah melakukan pemeriksaan visum ke rumah sakit untuk memastikan kondisi fisik dan psikis anak-anak yang menjadi korban kekerasan ini.

Hasil pemeriksaan medis dan keterangan dari pihak dokter mengonfirmasi adanya luka-luka pada tubuh korban. Selain itu, kondisi trauma yang dialami oleh kedua anak tersebut menjadi sorotan utama dalam proses penyidikan yang sedang berlangsung.

Terkait status hukum tersangka, Polres Metro Depok telah melakukan upaya paksa berupa penahanan terhadap D. Langkah ini diambil untuk memastikan proses hukum berjalan lancar dan memberikan perlindungan bagi korban. Saat ini, pihak kepolisian tengah merampungkan pemberkasan perkara agar dapat segera dilimpahkan ke pihak kejaksaan untuk disidangkan di pengadilan.

Kasus ini menjadi pengingat keras bagi para orang tua untuk meningkatkan pengawasan terhadap lingkungan pergaulan anak-anak mereka. Fenomena tantangan di media sosial atau pengaruh lingkungan yang tidak sehat sering kali menyasar anak-anak yang belum memiliki daya kritis untuk membedakan antara permainan dan tindakan kriminal.

Berikut adalah poin penting terkait penanganan kasus kekerasan anak di Depok ini:

  • Tindakan Hukum: Tersangka D telah ditahan dan sedang dalam proses pemberkasan untuk segera disidangkan.
  • Bukti Medis: Hasil visum dari rumah sakit telah mengonfirmasi adanya luka fisik dan gangguan psikis pada korban.
  • Modus Operandi: Tersangka memanfaatkan iming-iming uang untuk memaksa korban melakukan aksi berbahaya (makan cabai dan masuk ke dalam freezer).
  • Perlindungan Anak: Pihak kepolisian berkomitmen untuk menuntaskan kasus ini sebagai bentuk penegakan hukum terhadap kekerasan anak.

Hingga saat ini, pihak keluarga korban masih mendapatkan pendampingan untuk memulihkan trauma yang dialami. Kasus ini diharapkan menjadi pelajaran bagi masyarakat agar lebih peka terhadap aktivitas anak-anak di sekitar lingkungan tempat tinggal, terutama jika melibatkan orang dewasa yang memberikan instruksi atau tantangan yang tidak wajar.