Ratusan Buruh dan Mahasiswa Gelar Aksi di Balai Kota Malang

Berita4 Dilihat

DermayuMagz.com – Ratusan buruh dan mahasiswa secara serentak memadati area Balai Kota Malang pada Jumat, 1 Mei 2026, untuk merayakan dan menyuarakan aspirasi dalam rangka Hari Buruh Internasional atau yang akrab disapa May Day.

Kegiatan ini diawali dengan aksi longmarch yang dimulai dari Alun-alun Kota Malang, bergerak menuju lokasi utama di Balai Kota. Peserta aksi membawa berbagai atribut seperti spanduk dan poster yang berisi tuntutan, serta memanfaatkan pengeras suara untuk menyampaikan pesan.

Partisipasi dalam aksi ini datang dari berbagai lapisan masyarakat yang peduli terhadap isu ketenagakerjaan. Terlihat hadir perwakilan dari serikat pekerja, organisasi mahasiswa, serta berbagai kelompok masyarakat sipil yang bersatu dalam memperjuangkan hak-hak buruh.

Melalui serangkaian orasi yang disampaikan, para peserta aksi menyoroti berbagai permasalahan mendasar yang masih dihadapi oleh para pekerja di Indonesia. Isu-isu krusial terkait hak-hak pekerja menjadi fokus utama yang diangkat dalam forum terbuka tersebut.

Baca juga di sini: Tribute untuk Basis The Stone Roses di Ghetto Favela Surabaya

Salah satu peserta aksi dengan tegas menyampaikan semangat perjuangan mereka, “Kita datang untuk memperjuangkan hak-hak para pekerja,” serunya dalam salah satu orasi yang menggema.

Sebagai bentuk ekspresi solidaritas dan kebersamaan, para massa aksi turut menyanyikan lagu “Buruh Tani” di depan Balai Kota Malang. Lagu ini menjadi simbol persatuan dan perjuangan kaum buruh.

Lebih lanjut, peringatan May Day ini tidak hanya diisi dengan orasi, tetapi juga diwarnai dengan penampilan musik. Kegiatan seni ini menjadi sarana ekspresi kultural bagi para peserta, sekaligus menegaskan bahwa aksi unjuk rasa dapat dilaksanakan secara damai dan kreatif.

Dalam upaya menjaga ketertiban dan kelancaran aksi, panitia telah menetapkan sejumlah aturan internal yang wajib dipatuhi oleh seluruh peserta. Aturan ini mencakup larangan terhadap tindakan diskriminatif, pelecehan, serta kekerasan seksual.

Selain itu, peserta juga dilarang keras membawa, mengonsumsi narkotika, psikotropika, dan zat adiktif lainnya (Napza), serta minuman beralkohol. Pengamanan diri juga ditekankan dengan larangan membawa senjata tajam maupun senjata api.

Demi menghargai privasi individu, peserta aksi juga diminta untuk tidak melakukan pengambilan gambar secara intens terhadap orang lain, baik individu maupun kelompok, tanpa adanya persetujuan sebelumnya.

Aksi May Day 2026 di Kota Malang ini mendapat perhatian dan pengawalan dari pihak keamanan. Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) dan aparat kepolisian terlihat berjaga di sekitar lokasi aksi untuk memastikan seluruh rangkaian kegiatan berjalan dengan aman dan kondusif.

Hingga berita ini diturunkan, situasi di lokasi aksi terpantau aman dan tertib. Para peserta aksi berhasil menyampaikan aspirasi mereka secara damai, menunjukkan komitmen kuat dalam menyuarakan hak-hak para pekerja.