DermayuMagz.com – Sekretaris Jenderal Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri), Tomsi Tohir, menyerukan agar pemerintah daerah (pemda) secara aktif merangkul dan memperkuat kolaborasi dengan para Penyuluh Pertanian Lapangan (PPL). Langkah ini dianggap krusial dalam upaya mengakselerasi pencapaian swasembada pangan nasional.
Pernyataan ini disampaikan oleh Tomsi Tohir dalam sebuah Rapat Koordinasi (Rakor) yang berfokus pada perluasan penerapan budi daya padi modern, khususnya sistem Advanced Agricultural System (PM-AAS). Acara tersebut diselenggarakan di Kantor Kementerian Pertanian (Kementan) di Jakarta pada Kamis, 9 Juli 2026.
Tomsi menekankan bahwa sinergi yang erat antara para pemangku kebijakan di tingkat daerah, terutama Kepala Dinas Pertanian, dengan para PPL yang berada di garis depan lapangan, merupakan kunci utama keberhasilan program-program pertanian. PPL adalah garda terdepan yang memiliki pemahaman mendalam mengenai kondisi riil di lahan pertanian.
Pentingnya kolaborasi ini dipertegas oleh pernyataan Tomsi, “Tidak ada orang yang bisa berhasil tanpa kerja sama, oleh sebab itu tetap jaga kekompakan dan mau merangkul serta mendengarkan teman-teman penyuluh.” Ia menggarisbawahi bahwa kemauan untuk mendengarkan dan bekerja sama dengan para penyuluh adalah modal utama bagi kepala dinas pertanian untuk meraih kesuksesan.
Pemerintah saat ini memberikan perhatian yang sangat besar terhadap sektor pertanian. Hal ini dikarenakan sektor pertanian memegang peranan vital sebagai fondasi utama ketahanan pangan nasional. Oleh karena itu, pemda diminta untuk memastikan bahwa program dan kebijakan pembangunan pertanian yang mereka jalankan selaras dengan target-target nasional yang telah ditetapkan.
Target nasional yang dimaksud mencakup beberapa indikator penting. Salah satunya adalah peningkatan produksi padi hingga mencapai angka 55.273.025 ton. Selain itu, penetapan Lahan Pertanian Pangan Berkelanjutan (LP2B) seluas 5.981.316 hektare juga menjadi fokus utama. Optimalisasi operasional dari 5.829 Balai Penyuluhan Pertanian (BPP) di seluruh Indonesia juga menjadi bagian dari upaya strategis ini.
Bukan Dilihat dari Latar Belakang Pendidikan
Lebih lanjut, Tomsi Tohir mengemukakan pandangannya bahwa kesuksesan seorang Kepala Dinas Pertanian tidak semata-mata diukur dari latar belakang pendidikan formal atau pengalaman kerja semata. Faktor terpenting adalah adanya kemauan yang kuat untuk terus belajar dan berkembang, serta kemampuan untuk membangun hubungan komunikasi yang baik dengan para penyuluh.
“Oleh sebab itu tidak ada pengaruh kita dari mana, yang penting keinginan kita untuk mengetahui dan mau merangkul teman-teman dari PPL ini,” ujar Tomsi, menekankan bahwa kapasitas dan kemauan belajar lebih diutamakan.
Pada momen yang sama, Sekjen Kemendagri ini juga menyampaikan apresiasi yang mendalam kepada seluruh penyuluh pertanian. Dedikasi mereka dalam mendampingi para petani dan menjaga keberlanjutan produksi pangan nasional sangatlah berarti. Kontribusi para penyuluh dianggap memiliki peran yang sangat besar dalam memastikan pasokan pangan bagi masyarakat tetap stabil dan terpenuhi.
“Tanpa bapak-ibu sekalian para penyuluh, kita tidak akan berhasil, dan tidak terasa karena kita semua setiap hari makan beras maka ini semua adalah hasil jerih payah Bapak-Ibu sekalian,” pungkasnya, mengakui peran vital para penyuluh dalam ketahanan pangan negeri.






