Ternak Bekicot dalam Galon: Peluang Penghasilan Tambahan

hot6 Dilihat

DermayuMagz.com – Bekicot, hewan yang sering dianggap pengganggu, kini memiliki nilai ekonomi yang menjanjikan. Budidaya bekicot semakin diminati karena potensi pasarnya yang luas, mulai dari kuliner, kosmetik, hingga pakan ternak.

Bagi Anda yang ingin memulai usaha sampingan dengan modal terjangkau, ternak bekicot di galon bekas bisa menjadi solusi menarik. Metode ini sangat cocok bagi pemula karena tidak memerlukan lahan luas dan peralatan yang rumit. Selain itu, ternak bekicot di galon juga efektif dalam menjaga kelembapan lingkungan yang disukai hewan ini.

Artikel ini akan mengupas tuntas enam cara ternak bekicot di galon bekas yang bisa Anda praktikkan. Dengan mengikuti langkah-langkah ini, Anda berpotensi mendapatkan penghasilan tambahan yang signifikan.

1. Persiapan Media dan Kandang Galon yang Efektif

Langkah pertama yang perlu Anda lakukan adalah menyiapkan wadah ternak. Gunakan galon air bekas berukuran besar, minimal 19 liter, agar bekicot memiliki ruang gerak yang cukup. Idealnya, satu galon diisi sekitar 15-20 ekor bekicot.

“Ada 1 galon yang kita isi 20 ekor, ada yang 15 ekor,” dilansir Liputan6.com dari kanal YouTube Kamsol Sayur pada Senin (18/5/2026).

Selanjutnya, buatlah lubang-lubang kecil di bagian samping atas atau pada tutup galon. Lubang ini berfungsi sebagai ventilasi untuk sirkulasi udara yang baik. Pastikan ukuran lubang tidak terlalu besar agar anak bekicot tidak bisa kabur.

Dasar galon perlu dilapisi dengan tanah humus atau tanah gembur dengan ketebalan sekitar 5-7 cm. Tanah ini berfungsi menjaga kelembapan dan menjadi media bagi bekicot untuk bertelur. Beberapa sumber menyarankan ketebalan hingga 30 cm untuk lapisan tanah.

Penempatan galon juga sangat penting. Letakkan di area yang teduh dan lembap, serta terlindung dari paparan sinar matahari langsung. Lingkungan yang sesuai akan membuat bekicot nyaman dan sehat.

Advertisement

2. Memilih Indukan Bekicot Berkualitas untuk Hasil Optimal

Keberhasilan budidaya bekicot sangat bergantung pada kualitas indukan. Pilihlah bibit bekicot yang sehat, tidak memiliki cacat fisik, aktif bergerak, dan memiliki cangkang yang kuat serta utuh. Ciri-ciri ini menunjukkan bahwa bekicot memiliki potensi reproduksi dan pertumbuhan yang baik.

Indukan yang ideal biasanya memiliki berat sekitar 70-100 gram dengan panjang cangkang minimal 6-7 cm. Ukuran dan berat yang optimal menandakan bekicot sudah matang secara seksual dan siap untuk berkembang biak. Memilih indukan yang berkualitas akan meningkatkan peluang keberhasilan dalam ternak bekicot.

Meskipun bekicot adalah hewan hermafrodit (memiliki organ reproduksi jantan dan betina), mereka tetap membutuhkan perkawinan dengan bekicot lain untuk bereproduksi. Proses perkawinan ini biasanya terjadi pada malam hari, antara pukul 21.00 hingga 06.00.

3. Pakan dan Nutrisi Esensial untuk Pertumbuhan Bekicot

Bekicot adalah hewan herbivora yang menyukai berbagai jenis sayuran dan buah-buahan. Pakan favorit mereka antara lain daun pepaya, gambas, daun singkong, sawi, kangkung, mentimun, dan kulit buah-buahan. Pastikan semua pakan dicuci bersih sebelum diberikan untuk menghilangkan residu pestisida atau kotoran.

Pemberian pakan sebaiknya dilakukan pada sore atau malam hari karena bekicot lebih aktif mencari makan pada waktu tersebut. Bekicot makan hampir sepanjang waktu, sehingga pemberian pakan yang rutin sangat penting untuk mendukung pertumbuhan optimal mereka. Nutrisi yang cukup akan menghasilkan bekicot yang lebih sehat dan berkualitas.

Selain pakan utama, bekicot juga membutuhkan asupan kalsium untuk pembentukan cangkang yang kuat. Anda bisa menambahkan bubuk cangkang telur, kapur pertanian, atau tepung tulang sebagai suplemen kalsium. Kalsium sangat krusial agar cangkang bekicot tidak mudah rapuh dan pertumbuhannya maksimal.

Advertisement

4. Perawatan Optimal untuk Pertumbuhan Maksimal Bekicot di Galon

Menjaga kelembapan adalah kunci utama dalam keberhasilan ternak bekicot di galon. Semprotkan air secara rutin ke dalam galon agar media tetap lembap, namun hindari kondisi yang terlalu basah karena dapat memicu pertumbuhan jamur dan bakteri. Keseimbangan kelembapan sangat vital bagi kesehatan bekicot.

Bersihkan sisa pakan yang tidak habis setiap hari. Tujuannya adalah untuk mencegah pembusukan yang dapat mengundang hama seperti semut atau penyakit. Kebersihan kandang yang terjaga akan membantu mencegah bekicot stres dan memperlambat pertumbuhannya.

Baca juga : Jumairah, Buruh Kebun, Kumpulkan Uang 20 Tahun di Ember untuk Ziarah ke Ka'bah

Lindungi bekicot dari predator seperti semut, tikus, atau hewan lainnya. Pastikan galon tertutup rapat dan area sekitarnya bersih. Hindari juga kepadatan yang berlebihan di dalam galon. Kepadatan yang tepat akan memastikan bekicot tumbuh dengan baik tanpa mengalami stres.

5. Proses Reproduksi dan Penetasan Telur Bekicot

Setelah proses perkawinan, bekicot akan menggali tanah untuk menyembunyikan telur-telurnya. Dalam satu siklus reproduksi, seekor bekicot dapat menghasilkan 100 hingga 200 butir telur. Jumlah telur yang banyak ini menunjukkan potensi reproduksi bekicot yang sangat tinggi.

Telur bekicot biasanya akan menetas dalam waktu 5 hingga 15 hari setelah diletakkan. Setelah menetas, anak bekicot akan tetap berada di dalam tanah selama 5 hingga 15 hari sebelum akhirnya muncul ke permukaan. Periode ini sangat penting untuk perkembangan awal anak bekicot.

Pindahkan indukan ke kandang terpisah setelah mereka bertelur. Hal ini dilakukan untuk mencegah kanibalisme dan memberikan ruang yang cukup bagi anak bekicot yang baru menetas. Pemisahan ini juga membantu menjaga kebersihan lingkungan penetasan dan meningkatkan tingkat kelangsungan hidup anakan.

Advertisement

6. Panen dan Pemanfaatan Hasil Ternak Bekicot

Bekicot siap untuk dipanen ketika usianya mencapai 5 hingga 8 bulan, dan panjang cangkangnya sudah mencapai 8-10 cm. Ukuran ini menandakan bahwa bekicot telah matang secara optimal untuk dipasarkan atau diolah lebih lanjut. Panen yang dilakukan pada waktu yang tepat akan memastikan kualitas produk yang baik.

“Tahap pertama panen 6-8 bulan. setelah itu bekicot bisa dipanen setiap 1 minggu-15 hari sekali atau 1 bulan sekali. tergantung variasi (varietas). ” dilansir Liputan6.com dari kanal YouTube Kamsol Sayur pada Senin (18/5/2026).

Proses panen dilakukan dengan memungut bekicot satu per satu secara hati-hati agar cangkangnya tidak rusak. Setelah dipanen, bersihkan cangkang dari kotoran yang menempel dengan menyiramnya menggunakan air. Bekicot yang bersih akan memiliki nilai jual yang lebih tinggi di pasaran.

Bekicot memiliki banyak manfaat. Dagingnya kaya akan protein, sehingga sangat cocok dijadikan pakan tambahan untuk ikan lele dan unggas. Selain itu, bekicot juga bisa diolah menjadi berbagai hidangan kuliner yang lezat. Bahkan, lendir bekicot juga dimanfaatkan dalam industri kosmetik. Dengan potensi pasar yang luas ini, ternak bekicot di galon bekas benar-benar menjadi peluang bisnis yang sangat menjanjikan.

Pertanyaan dan Jawaban Seputar Topik Ternak Bekicot

1. Mengapa bekicot cocok diternak di galon?

Bekicot cocok diternak di galon karena metode ini hemat lahan, modal minim, dan memudahkan kontrol kelembapan lingkungan yang krusial bagi bekicot.

2. Bagaimana cara menyiapkan galon untuk ternak bekicot?

Galon bekas berukuran besar (minimal 19 liter) dilubangi untuk sirkulasi udara, lalu dilapisi dasar dengan tanah humus setebal 5-7 cm sebagai media hidup dan tempat bertelur.

3. Apa saja pakan yang baik untuk bekicot?

Bekicot menyukai sayuran seperti daun pepaya, daun singkong, sawi, kangkung, mentimun, serta sisa kulit buah. Penting juga menambahkan sumber kalsium seperti bubuk cangkang telur.

4. Berapa lama bekicot bisa dipanen?

Bekicot umumnya dapat dipanen pada usia 5-8 bulan, ketika panjang cangkangnya mencapai 8-10 cm.

5. Apa manfaat utama dari ternak bekicot?

Ternak bekicot memiliki manfaat sebagai sumber protein tinggi untuk pakan ternak (lele, unggas), bahan baku kuliner, dan industri kosmetik.

Advertisement