Trump Kehabisan Kesabaran, Harga Minyak Menguat

Bisnis3 Dilihat

DermayuMagz.com – Harga minyak dunia menunjukkan tren penguatan pada Jumat, 15 Mei 2026. Kenaikan ini dipicu oleh pergeseran fokus Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump terhadap ketegangan dengan Iran, setelah kunjungannya ke China dan pertemuan dengan Presiden Xi Jinping.

Menurut laporan CNBC pada Sabtu, 16 Mei 2026, harga minyak Brent untuk pengiriman Juli mengalami kenaikan lebih dari 3%, ditutup pada USD 109,26 per barel. Sementara itu, harga minyak West Texas Intermediate (WTI) untuk pengiriman Juni melonjak lebih dari 4%, mencapai USD 105,42 per barel.

Trump menyatakan dalam wawancara dengan Fox bahwa Presiden Xi Jinping memiliki keinginan agar Selat Hormuz kembali dibuka. Trump menyebutkan bahwa Presiden China tidak senang dengan tindakan Iran yang membebankan biaya tol kepada kapal-kapal yang melintasi selat tersebut.

“Xi setuju untuk tidak memberikan peralatan militer kepada Iran,” ujar Trump, mengindikasikan adanya kesepakatan bilateral terkait isu tersebut.

Menteri Keuangan AS, Scott Bessent, dalam sebuah wawancara dengan CNBC pada Kamis, menyampaikan pandangannya bahwa China akan berupaya secara diam-diam untuk membantu pembukaan kembali Selat Hormuz. Ia menambahkan, “Sangat menguntungkan bagi mereka untuk membuka kembali selat itu.”

Artikel yang membahas tentang Trump yang kehilangan kesabaran terhadap Iran dan dampaknya pada harga minyak perkasa menjadi salah satu yang paling banyak dibaca di Kanal Bisnis Liputan6.com pada Sabtu, 16 Mei 2026. Berikut adalah tiga artikel terpopuler lainnya di Kanal Bisnis Liputan6.com yang dirangkum pada Minggu, 17 Mei 2026:

1. Trump Hilang Kesabaran terhadap Iran, Harga Minyak Perkasa

Harga minyak dunia mengalami penguatan pada Jumat, 15 Mei 2026. Kenaikan ini terjadi seiring dengan fokus Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump yang kembali tertuju pada konflik yang tak kunjung usai dengan Iran, setelah meninggalkan pertemuan puncak di China bersama Presiden China Xi Jinping.

Mengutip CNBC, Sabtu, 16 Mei 2026, harga minyak Brent untuk Juli tercatat naik lebih dari 3% dan ditutup di USD 109,26 per barel. Sementara itu, harga minyak West Texas Intermediate (WTI) untuk Juni melonjak lebih dari 4% dan ditutup di USD 105,42 per barel.

Baca juga : Prabowo Mengemudikan Traktor Saat Panen Jagung di Tuban

Trump mengungkapkan kepada Fox bahwa Xi ingin melihat Selat Hormuz dibuka. Menurut Trump, Presiden China tidak senang dengan fakta bahwa Iran mengenakan biaya tol untuk kapal yang melintasi Hormuz.

“Xi setuju untuk tidak memberikan peralatan militer kepada Iran,” tegas Trump.

Menteri Keuangan AS Scott Bessent menyatakan kepada CNBC dalam wawancara pada Kamis bahwa China akan bekerja di balik layar untuk membantu membuka kembali Hormuz. “Sangat menguntungkan bagi mereka untuk membuka kembali selat itu,” ungkap Bessent.

Berita selengkapnya dapat dibaca di sini: https://www.liputan6.com/bisnis/read/6668267/top-3-trump-hilang-kesabaran-terhadap-iran-harga-minyak-perkasa

2. Rupiah Sentuh 17.600, Prabowo: Selama Purbaya Bisa Senyum, Tenang Saja

Presiden Prabowo Subianto memberikan tanggapan terkait pelemahan nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS). Ia berpendapat bahwa pelemahan rupiah tersebut tidak secara langsung dirasakan oleh masyarakat di pedesaan.

Pernyataan ini disampaikan Prabowo di sela acara peresmian operasionalisasi 1.061 Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDKMP) di Kabupaten Nganjuk, Jawa Timur, yang disiarkan secara virtual pada Sabtu, 16 Mei 2026.

Awalnya, Prabowo yang sedang berorasi memanggil Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa yang turut hadir dalam acara tersebut. Presiden RI merasa senang melihat reaksi Purbaya yang dinilai masih mampu tersenyum santai.

“Purbaya sekarang populer banget Purbaya itu. Selama Purbaya bisa senyum, tenang saja, enggak usah khawatir,” ujar Prabowo.

Berita selengkapnya dapat dibaca di sini: https://www.liputan6.com/bisnis/read/6644066/rupiah-sentuh-17600-prabowo-selama-purbaya-bisa-senyum-tenang-saja

3. Bicara Soal Rupiah Melemah, Prabowo: Rakyat di Desa Tak Pakai Dolar

Presiden Prabowo Subianto membahas mengenai pelemahan nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS). Prabowo menilai bahwa kondisi Indonesia masih kuat, terutama masyarakat pedesaan yang tidak terlalu terdampak oleh gejolak rupiah.

Hal ini disampaikan Prabowo saat meresmikan Museum Ibu Marsinah di Nganjuk, Jawa Timur, pada Sabtu, 16 Mei 2026, melalui siaran daring.

“Saya yakin sekarang ada, sebentar-sebentar Indonesia akan kolaps, chaos. Rupiah begini, dolar begini, orang rakyat di desa tidak pakai dolar,” tegas Prabowo.

Ia memastikan bahwa kondisi energi dan pangan tetap stabil di tengah ketidakpastian situasi geopolitik global. “Pangan aman, energi aman, banyak negara panik, Indonesia masih oke,” kata Prabowo.

Selain itu, Prabowo juga mengungkapkan bahwa sejumlah negara telah meminta bantuan Indonesia untuk pasokan pupuk hingga beras.

Berita selengkapnya dapat dibaca di sini: https://www.liputan6.com/bisnis/read/6652035/bicara-soal-rupiah-melemah-prabowo-rakyat-di-desa-tak-pakai-dolar