DermayuMagz.com – Nanik S. Deyang, yang baru saja dilantik sebagai Kepala Badan Gizi Nasional (BGN), menegaskan identitas akademisnya. Ia menyatakan bahwa latar belakang pendidikannya adalah Sarjana Biologi, bukan Kehutanan, untuk meluruskan persepsi yang mungkin beredar.
Penegasan ini disampaikan Nanik dalam sebuah konferensi pers yang digelar di Gedung BGN, Jakarta Pusat, pada Kamis, 4 Juni 2026. Kehadirannya di posisi baru ini menggantikan Dadan Hindayana.
“Teman-teman sudah kenal, saya Nanik S. Deyang, Sarjana Biologi ya, saya ulang, bukan Sarjana Kehutanan, Sarjana Biologi. Tadinya, Wakil Kepala BGN,” ujar Nanik dengan lugas.
Dalam kesempatan yang sama, Nanik juga memperkenalkan dua wakil kepala BGN yang baru. Penunjukan kedua wakil ini dilakukan langsung oleh Presiden Prabowo Subianto.
Kedua wakil yang baru tersebut adalah Agustina Arumsari dan Mayjen TNI Trenggono. Masing-masing memiliki peran dan latar belakang yang berbeda namun saling melengkapi dalam struktur BGN.
Nanik S. Deyang menjelaskan secara rinci mengenai rekam jejak Agustina Arumsari. Agustina memiliki pengalaman yang sangat kaya, yaitu selama 34 tahun, di bidang pengawasan dan audit. Pengalaman ini menjadi modal penting bagi BGN.
Sebelum ditunjuk sebagai Wakil Kepala BGN, Agustina Arumsari pernah mengemban amanah penting sebagai Wakil Kepala Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan (BPKP). Hal ini menunjukkan kredibilitas dan keahliannya di bidang yang krusial.
Menurut Nanik, pengalaman panjang Agustina di bidang pengawasan dan audit akan sangat berkontribusi dalam memperkuat tata kelola dan penggunaan anggaran di BGN. Pengawasan yang ketat menjadi prioritas utama.
“Dengan tugas dari Pak Presiden, sesuai dengan keahlian beliau, beliau akan mengawasi dengan super ketat tata kelola dan keuangan negara yang di BGN,” tegas Nanik mengenai peran Agustina.
Selanjutnya, Nanik membahas penunjukan Mayjen TNI Trenggono sebagai wakil kepala BGN yang baru. Ia menjelaskan bahwa proses pengunduran diri Mayjen TNI Trenggono dari dinas militer telah diajukan.
Nanik mengklarifikasi bahwa penunjukan Mayjen TNI Trenggono didasarkan pada pengalaman relevan yang dimilikinya. Pengalaman ini dinilai sangat dibutuhkan dalam pelaksanaan program-program BGN, khususnya yang berkaitan dengan Mobilisasi Pangan Nasional (MBG).
“Sebelum ditanyakan mengapa TNI aktif, saya sampaikan sudah diajukan proses pengunduran diri dan mungkin dalam waktu dekat beliau sudah pensiun. Tapi proses pengunduran dirinya sudah dilakukan, berlangsung sejak kemarin,” ungkap Nanik terkait status Mayjen TNI Trenggono.
Lebih lanjut, Nanik memaparkan bahwa Mayjen TNI Trenggono memiliki pengalaman yang luas. Ia pernah menjabat sebagai Wakil Direktur Utama PT Agrinas Pangan Nusantara. Jabatan ini memberikannya pemahaman mendalam tentang sektor pangan.
Selain itu, kemampuan Mayjen TNI Trenggono dalam bidang teritorial juga menjadi pertimbangan penting. Keahlian ini dianggap krusial untuk mendukung pelaksanaan program MBG yang mencakup berbagai wilayah di Indonesia.
Dengan demikian, Nanik S. Deyang, sebagai Kepala BGN yang baru dengan latar belakang Sarjana Biologi, optimis dapat memimpin badan tersebut bersama dua wakilnya yang memiliki keahlian spesifik di bidang pengawasan dan teritorial.






