Stella Bodea: Dari Sinetron ke Layar Lebar di Film Tumbal Proyek

showbiz3 Dilihat

DermayuMagz.com – Stella Bodea, nama yang kini mulai dikenal luas di industri hiburan Tanah Air, telah menorehkan jejak penting dalam kariernya. Setelah sukses membintangi sinetron populer seperti Tukang Ojek Pengkolan, Stella kini melebarkan sayapnya ke dunia perfilman layar lebar. Keputusannya ini didorong oleh kecintaannya pada dunia akting dan keinginan untuk terus berkembang.

Perjalanannya di dunia seni peran dimulai saat ia membintangi sinetron Tukang Ojek Pengkolan. Sinetron yang tayang dari Maret 2020 hingga 2022 ini memberikan fondasi yang kuat bagi Stella. Pengalaman panjang di depan kamera sinetron mengajarkannya banyak hal, mulai dari membangun karakter, mengolah ekspresi, hingga menjaga konsistensi akting.

Namun, Stella Bodea tidak berpuas diri. Ia memiliki ambisi besar untuk terus mengembangkan bakat aktingnya. Film horor terbarunya, Tumbal Proyek, yang dibintanginya bersama Callista Arum dan Kiesha Alvaro, telah berhasil menarik perhatian penonton dan meraih angka 1,5 juta penonton. Keberhasilan ini menjadi bukti nyata dari keseriusannya dalam menekuni dunia film.

Bagi Stella, setiap peran baru adalah sebuah tantangan sekaligus kesempatan belajar. Ia percaya bahwa akting adalah sebuah proses seumur hidup yang membutuhkan eksplorasi dan pemahaman mendalam terhadap berbagai karakter dan emosi.

“Karena aku ingin mengembangkan bakat dan suka mengulik setiap peran baru. Di setiap produksi film selalu ada tantangan berbeda. Jadi aku bisa lebih banyak belajar soal karakter dan emosi,” ujar Stella Bodea kepada awak media di Jakarta pada Jumat, 5 Juni 2026.

Stella Bodea telah membintangi beberapa film, termasuk Gundala pada Oktober 2019, Menjelang Ajal (2024), Batas Alam Maut: Watu Kelir (2024), dan yang terbaru, Tumbal Proyek.

Meskipun memiliki pengalaman yang cukup panjang di dunia sinetron, Stella merasakan perbedaan signifikan saat beralih ke produksi film. Salah satu tantangan terbesar yang dihadapinya adalah ritme kerja yang berbeda.

“Tantangan terbesarnya ada di jam syuting yang berbeda. Kalau sinetron, jam kerjanya lebih seperti pekerja kantoran. Kalau film, bisa dari subuh ke subuh,” jelas Stella.

Dengan pengalaman di berbagai genre, khususnya drama dan horor, Stella Bodea mulai mencuri perhatian para pecinta sinema. Keterlibatannya dalam sejumlah film semakin memicu minatnya untuk menjajal peran-peran baru yang lebih menantang.

Stella Bodea tidak ingin membatasi dirinya pada satu jenis peran saja. Ia ingin terus mengeksplorasi berbagai kemungkinan dalam dunia akting.

“Semua karakter ingin aku coba, karena masih banyak yang belum aku mainkan. Banyak peran menantang. Jadi aku makin penasaran dengan peran-peran lain yang bisa aku eksplorasi ke depan,” ungkapnya.

Keinginan untuk terus belajar dan mengeksplorasi karakter baru menjadi kunci perkembangan karier Stella di industri hiburan.

Di luar kesibukannya di dunia akting, Stella Bodea memiliki hobi yang membuatnya tetap aktif dan seimbang. Ia gemar berenang, menikmati makanan, dan memasak.

Aktivitas sehari-hari ini menjadi bagian dari kepribadiannya yang dinamis dan kreatif. Kesehariannya yang sederhana namun aktif ini turut membentuk karakternya sebagai seorang pribadi yang dekat dengan kehidupan nyata.

Kehadiran Stella Bodea dalam film Tumbal Proyek diharapkan dapat semakin memperluas kiprahnya di dunia perfilman Indonesia. Ia membuktikan keseriusannya untuk terus berkarya dan berkembang sebagai aktris yang mumpuni.