Surya Saputra Polisikan Akun Twitter yang Catut Namanya untuk Hujatan

showbiz2 Dilihat

DermayuMagz.com – Aktor Surya Saputra melaporkan sebuah akun Twitter ke Polda Metro Jaya pada Sabtu, 6 Juni 2026. Laporan ini dilayangkan karena akun tersebut diduga mencatut nama dan foto Surya Saputra untuk menyebarkan ujaran kebencian.

Surya Saputra merasa resah karena kredibilitas yang telah ia bangun selama ini tercoreng akibat ulah akun anonim tersebut. Ia menegaskan bahwa dirinya tidak menggunakan Twitter dan sangat berbeda dengan citra yang ditampilkan oleh akun palsu itu.

Selama ini, Surya mengaku tidak aktif di platform Twitter. Ia baru menyadari keberadaan akun palsu tersebut setelah banyak menerima aduan dari rekan-rekannya di Instagram. Mereka menanyakan kebenaran cuitan kontroversial yang mengatasnamakan dirinya.

“Dari teman-teman, dari teman-teman di Instagram juga bilang, ‘Mas Surya, ini bukan akunnya Mas Surya kan?’. ‘Bukan. Saya enggak main Twitter.’ ‘Tapi dia lagi nge-tweet ini apa segala macam.’ Ya buat saya khawatirnya orang jadi berpikir itu saya, karena pakai foto saya, nama saya. Gitu. Jadi ya… ya gitu lah,” jelas Surya Saputra.

Akun palsu tersebut tidak hanya menggunakan foto dan nama Surya Saputra, tetapi juga memakai panggilan akrabnya, “Papa Surya”. Selain itu, nama profil akun tersebut juga cukup spesifik, yaitu “Papa Duda”, yang semakin memperkuat dugaan bahwa akun tersebut sengaja dibuat untuk meniru identitasnya.

Pihak Surya Saputra merasa tindakan ini sangat tidak sopan dan merusak nama baiknya. Ia memutuskan untuk menempuh jalur hukum agar memberikan efek jera kepada pemilik akun yang dianggap telah bertindak semena-mena.

“Satu akun. Pokoknya dia menghujat sana-sini, terus omong kasar apa segala macam, yang buat saya tuh, ya saya enggak begitu soalnya. Jadi ya mau jadi pelajaran buat orangnya lah,” tegas Surya.

Ia menambahkan bahwa dirinya belum memberikan klarifikasi terbuka di media sosial pribadinya mengenai akun palsu tersebut. Langkah hukum adalah pilihan utamanya untuk menyelesaikan masalah ini.

“Belum, belum. Saya belum klarifikasi. Apa ya? Karena pertama, saya keganggu, ini kan disrespect, maksudnya apa ya, nggak sopan, nggak hormat. Buat saya ya ada jalur hukum di situ yang harus bergerak gitu. Makanya saya ke sini,” ujar Surya.

Surya Saputra menegaskan bahwa keputusannya untuk melaporkan akun tersebut adalah untuk menjaga nama baiknya. Ia berharap agar kejadian ini menjadi pelajaran bagi semua orang untuk tidak menyalahgunakan identitas orang lain demi kepentingan pribadi atau menyebarkan hal negatif.

“Sebenarnya saya lebih ke nama baik sih. Nama baik. Saya kan pengin sekali kasih tahu ayo kita berbuat baik. Cuma hari ini memang saya terusik sekali gitu dengan kalimat-kalimat yang kasar, yang enggak sopan dan enggak senonoh gitu ya. Saya keganggu sih makanya saya lapor,” pungkas Surya Saputra.

Sementara itu, dalam berita terpisah, aktris Ratu Sofya juga melaporkan dugaan pencemaran nama baik ke Polda Metro Jaya. Laporan ini dilayangkan setelah upaya mediasi yang ditawarkan tidak membuahkan hasil. Pihak Ratu Sofya merasa nama baiknya telah dirusak oleh pernyataan pihak tertentu dalam sebuah konferensi pers.

Kuasa hukum Ratu Sofya, Zion Natongam Tambunan, menjelaskan bahwa laporan tersebut ditujukan kepada dua orang dengan inisial RA dan HA. Laporan ini didasarkan pada bukti permulaan yang cukup dan dikenakan Pasal 433 junto 441 KUHP tentang pencemaran nama baik.

Zion juga membantah keras tuduhan bahwa Ratu Sofya melakukan somasi kepada orang tuanya. Ia menegaskan bahwa kliennya tidak pernah melakukan tindakan tersebut dan konflik ini murni urusan profesional antara Ratu Sofya dengan pihak rumah produksi (PH).

Ratu Sofya sendiri menegaskan bahwa masalah ini tidak ada kaitannya dengan urusan internal keluarganya. Ia hanya ingin melindungi martabatnya sebagai seorang profesional.

Toguh Hutapea, kuasa hukum lainnya, menambahkan bahwa laporan ini merupakan bentuk perlindungan terhadap martabat kliennya. Ia juga mendesak agar pihak-pihak terkait berhenti menyebarkan narasi bohong yang dapat merugikan Ratu Sofya.