Yovie & Nuno Rilis Album Baru Setelah 12 Tahun Vakum Lewat EP Kilometer

showbiz7 Dilihat

DermayuMagz.com – Setelah vakum selama 12 tahun dari perilisan album, band legendaris Yovie & Nuno akhirnya kembali menyapa penggemar dengan merilis sebuah extended play (EP) bertajuk “Kilometer”. Kembalinya grup musik yang digawangi oleh kibordis Ady Julian, vokalis Adhyra Yudhi, dan Chico Andreas ini bertepatan dengan persiapan konser tunggal mereka yang bertajuk “25 Tahun Janji Suci Yovie & Nuno”.

Konser yang dijadwalkan akan digelar di Istora Senayan, Jakarta Pusat, pada 13 Juni 2026 mendatang, menjadi momen spesial bagi Yovie & Nuno untuk merayakan seperempat abad perjalanan karier mereka di industri musik Indonesia. Sejumlah persiapan intensif tengah dilakukan, termasuk latihan vokal dengan aransemen lagu yang diperbarui.

Dalam rangka memeriahkan momen ini, Yovie & Nuno juga menggelar program road to konser. Mereka mengunjungi berbagai institusi, mulai dari sekolah hingga kantor media, untuk berbagi cerita dan memperkenalkan karya terbaru mereka. Salah satu kunjungan tersebut adalah ke kantor Liputan6.com di Jakarta.

Dalam perbincangan tersebut, selain membahas detail konser, Ady Julian, Adhyra Yudhi, dan Chico Andreas turut memperkenalkan EP terbaru mereka, “Kilometer”. EP ini menjadi penanda comeback Yovie & Nuno setelah 12 tahun absen merilis album penuh. Terakhir kali, mereka merilis album “Still The One” pada tahun 2014, yang memuat lagu hits seperti “Sakit Hati” dan “Tanpa Cinta”.

Lagu-lagu yang dihadirkan dalam EP “Kilometer” memiliki tema yang sangat relevan dengan berbagai fase dalam sebuah hubungan asmara. Terdapat lagu berjudul “Misal” yang menggambarkan perasaan ditinggalkan oleh orang terkasih. Sementara itu, lagu yang menjadi judul EP, “Kilometer”, secara khusus ditujukan bagi mereka yang sedang menjalani hubungan jarak jauh (LDR) dan merasakan kerinduan serta kesepian.

Tak hanya lagu baru, EP “Kilometer” juga menghadirkan kembali lagu lawas Yovie & Nuno yang telah direkam ulang dengan sentuhan aransemen yang lebih segar. Salah satu lagu lama yang turut dihadirkan kembali adalah “Bunga Jiwaku”.

“Kalau kamu lagi kasmaran, kecintaan sama orang, ada ‘Bunga Jiwaku.’ Alhamdulillah, ini lagu sempat viral di medsos. Kamu sedang mengalami fase move on dan pasang target mencari yang baru, ada lagu ‘Yang Baru’ lo,” ungkap Adhyra Yudhi, menjelaskan keragaman tema dalam EP tersebut.

Lagu “Bunga Jiwaku” sendiri aslinya terdapat dalam album “The Special One” yang dirilis pada tahun 2007. Namun, dalam EP “Kilometer”, lagu ini dibawakan dengan aransemen musik dan vokal yang diperbarui, memberikan nuansa yang berbeda dari versi aslinya.

Keputusan untuk merekam ulang lagu-lagu lama bukan tanpa pertimbangan matang. Ady Julian menjelaskan bahwa pemilihan lagu-lagu tersebut didasarkan pada sejarah dan relevansinya dengan perjalanan karier band.

“Kalau dari sejarahnya, ada beberapa kandidat lagu termasuk dari album kedua dan ketiga. Setelah mempertimbangkan lebih lanjut dari tim, Mas Yovie, dan Sony Music lewat diskusi, maka dipilih tiga lagu,” jelas Ady Julian.

Tiga lagu lawas yang terpilih untuk diremajakan kembali adalah “Indah Kuingat Dirimu” dari album “Semua Bintang” dan “Sempat Memiliki”, yang merupakan lagu penutup dari album “The Special One”. Kedua lagu ini dipilih karena dianggap memiliki daya tarik yang kuat dan pernah meraih kesuksesan di pasar musik.

“Inilah yang dianggap bisa mempresentasikan DNA baru Yovie & Nuno. Jadi konsepnya, lagu lama rasa baru,” imbuh Ady Julian mengenai pemilihan lagu lawas yang diaransemen ulang.

Lebih lanjut, Ady Julian juga mengungkapkan rahasia di balik kesuksesan Yovie & Nuno dalam bertahan di industri musik yang terus berkembang. Salah satunya adalah kemampuan Yovie Widianto dalam menciptakan karya yang tidak hanya fokus pada tema patah hati, tetapi juga merangkum berbagai aspek kehidupan cinta.

Adhyra Yudhi menambahkan bahwa katalog lagu Yovie & Nuno sangat lengkap, mencakup seluruh siklus percintaan. Mulai dari fase awal jatuh cinta, kebahagiaan, hingga momen ketika hubungan berakhir dan rasa sakit hati.

“Yovie & Nuno itu komplet banget katalog lagunya dari jatuh cinta, diselingkuhi, patah hati. Pokoknya semua siklus cinta kalian itu ada di lagu-lagu Yovie & Nuno. Kalian tinggal cari saja mana yang pas dengan suasana hati,” tutur Adhyra Yudhi.

Keberagaman tema dalam lagu-lagu Yovie & Nuno memungkinkan pendengar untuk menemukan resonansi dengan pengalaman pribadi mereka. Nuansa emosional yang disampaikan melalui vokal para personel mampu menghadirkan pengalaman mendalam bagi para penikmat musik.

Dengan kehadiran EP “Kilometer” dan rencana konser tunggal, Yovie & Nuno menegaskan kembali eksistensi mereka di blantika musik Indonesia. Kembalinya mereka disambut antusias oleh para penggemar yang telah lama merindukan karya-karya terbaru dari band kesayangan mereka.

Pada kesempatan terpisah, perhelatan Java Jazz Festival 2026 yang diselenggarakan di Nusantara International Convention Exhibition (NICE), Pantai Indah Kapuk (PIK) 2, dari tanggal 29 hingga 31 Mei 2026, juga sukses menarik perhatian banyak pengunjung. Festival musik jazz akbar ini menghadirkan berbagai musisi ternama, baik dari dalam maupun luar negeri.

MLDSPOT turut memeriahkan festival ini dengan menghadirkan suasana yang lebih dinamis melalui kolaborasi musik berkualitas dan aktivitas gaya hidup yang interaktif. Kolaborasi antara MLDSPOT dan Java Festival Production yang telah terjalin selama lebih dari satu dekade ini menunjukkan keselarasan visi dalam menyajikan pengalaman festival yang tak terlupakan.

Nathaniel Widhiyanto Utomo, perwakilan MLDSPOT, menyatakan bahwa Java Jazz Festival terus bertransformasi menjadi festival yang dinamis tanpa meninggalkan identitasnya sebagai festival jazz. Kehadiran musisi lintas genre menjadi daya tarik utama yang membuat festival ini semakin dekat dengan generasi muda, sekaligus tetap relevan bagi penikmat musik dari berbagai kalangan.

“Java Jazz berhasil berkembang tanpa meninggalkan identitas sebagai festival jaz. Kehadiran musisi lintas genre membuat festival ini makin dekat dengan generasi muda, sekaligus tetap relevan bagi penikmat musik dari berbagai kalangan,” ujar Nathaniel. Ia menambahkan bahwa konsistensi dalam menghadirkan eksplorasi musikal menjadi alasan mengapa festival ini selalu dinanti setiap tahunnya.

MLDSPOT melihat Java Jazz sebagai platform yang ideal untuk membangun engagement dengan audiens mereka. Hal ini menjadi alasan kuat mengapa kolaborasi antara MLDSPOT dan Java Jazz terus berlanjut hingga kini, memasuki tahun ke-15.

Jajaran musisi yang dihadirkan oleh MLDSPOT menjadi salah satu daya tarik utama di Java Jazz Festival tahun ini. Nama-nama seperti Sandhy Sondoro, Andien, dan Mocca turut memeriahkan panggung festival.

Penampilan Mocca di panggung bus MLDSPOT Stage Bus Jazz menjadi salah satu momen yang paling berkesan. Arina, vokalis Mocca, mengaku sempat merasa ragu apakah penonton akan tetap fokus menyaksikan penampilan mereka di tengah ramainya area kuliner. Namun, kekhawatirannya terbukti tidak beralasan.

“Kami sempat berpikir perhatian pengunjung akan terbagi antara makan dan menonton pertunjukan. Justru sebaliknya, di atas panggung MLDSPOT Stage Bus Jazz yang berbentuk bus ini suasananya sangat ramai dan hangat. Banyak yang ikut bernyanyi bersama dan kami terharu melihat para penonton hafal lagu-lagu Mocca,” ungkap Arina dengan penuh haru.

Baca juga : Sunatan Massal Gratis Indramayu: GMPAR Perkuat Kepedulian Sosial

Antusiasme penonton yang tinggi menegaskan bahwa Java Jazz Festival 2026 berhasil menciptakan suasana yang meriah dan akrab, di mana musik dan interaksi antara penampil dan penonton menjadi pusat perhatian.