Vokalis Yovie & Nuno Beri Komentar Album Debut Semua Bintang

showbiz3 Dilihat

DermayuMagz.com – Band Yovie & Nuno baru-baru ini mengunjungi Gedung KLY Jakarta. Kunjungan tersebut bertujuan untuk mempromosikan konser mereka yang bertajuk “25 Tahun Janji Suci”. Konser akbar ini rencananya akan digelar di Istora Senayan, Jakarta Pusat, pada tanggal 13 Juni 2026 mendatang.

Dalam sesi wawancara eksklusif dengan Showbiz Liputan6.com, para personel Yovie & Nuno, yakni Ady Julian, Adhyra Yudhi, dan Chico Andreas, membahas berbagai topik menarik. Salah satu momen yang cukup mengejutkan adalah ketika mereka diperlihatkan kembali album debut Yovie & Nuno yang bertajuk Semua Bintang.

Album yang dirilis oleh Sony Music pada tahun 2001 ini memang terbilang istimewa. Semua Bintang menampilkan kolaborasi dengan sejumlah musisi ternama pada masanya, seperti Fariz RM, Audy, Herry R4, hingga mendiang Glenn Fredly.

Melihat kembali album tersebut, para personel Yovie & Nuno tampak terkejut sekaligus bernostalgia. Ady Julian, sang kibordis, bahkan menyebut album ini sebagai album Yovie & Nuno dengan jumlah bintang tamu terbanyak. Ia juga menyoroti bahwa lagu “Indah Kuingat Dirimu” dari album tersebut kini direkam ulang oleh Chico dan Adhyra.

Chico Andreas turut menimpali dengan menyebutkan nama-nama besar yang terlibat dalam album debut tersebut. “Ada Fariz RM, Audy, dan Glenn Fredly!” serunya. Adhyra Yudhi menambahkan bahwa lagu-lagu dari album Semua Bintang masih sering dibawakan saat mereka manggung dan tetap populer di radio.

Ketiganya kemudian membuka album fisik tersebut dan memegang kasetnya, seolah mengenang masa kejayaan musik Indonesia di awal milenium. Album Semua Bintang sendiri berhasil melahirkan tiga lagu hit yang sangat dikenal, yaitu “Indah Kuingat Dirimu,” “Janji di Atas Ingkar,” dan “Maukah Denganku.”

Pada era perilisan album debut ini, Yovie & Nuno masih menggandeng Dudy Oris sebagai vokalis utama. Kini, lagu “Indah Kuingat Dirimu” telah diaransemen ulang dengan nuansa yang lebih segar oleh formasi terbaru.

Janji di Atas Ingkar

Ady Julian mengenang kembali lagu-lagu hits dari album tersebut. “Dulu lagu ‘Indah Kuingat Dirimu’ dan ‘Janji di Atas Ingkar’ Audy hit banget,” ujarnya. Ia juga menyebutkan bahwa lagu “Lebih Baik Aku” yang juga ada di album Semua Bintang telah direkam ulang pada era vokalis Dikta dan Windura.

Perjalanan Yovie & Nuno di industri musik Indonesia memang penuh warna dan dinamika. Salah satu tantangan terbesar yang mereka hadapi adalah pergantian vokalis yang terjadi berkali-kali. Namun, band ini berhasil melewati berbagai era, mulai dari kesuksesan penjualan kaset dan CD, hingga bertransformasi di era musik digital.

Baca juga : Dana Rp 1,17 Triliun untuk Pembangunan Jalan dan Jembatan Baru di Papua

Tak Hanya Cewek Tersakiti

Seiring berjalannya waktu, lagu-lagu Yovie & Nuno terus mampu beradaptasi dan mewarnai platform musik digital. Karya-karya mereka berhasil menjangkau berbagai generasi, mulai dari milenial, Gen Z, hingga generasi Alpha. Era transisi dari format fisik ke digital ini terjadi ketika Yovie & Nuno diperkuat oleh duo vokalis Dikta dan Windura.

Ketika ditanya mengenai resep kesuksesan Yovie & Nuno dalam melintasi berbagai zaman dan generasi, Chico Andreas memberikan pandangannya. Ia berpendapat bahwa lagu-lagu ciptaan Yovie Widianto memiliki karakter yang sangat khas dan universal.

“Lagu-lagu Yovie Widianto untuk Yovie & Nuno punya karakter khas. Enggak hanya cewek yang tersakiti, tapi cowok juga bisa. Lagunya, genderless,” jelas Chico.

Lagu Genderless

Konsep “genderless” ini menjadi salah satu kunci mengapa lagu-lagu Yovie & Nuno mampu diterima oleh audiens yang luas. Lagu-lagu hits seperti “Menjaga Hati,” “Tanpa Cinta,” “Manusia Biasa,” hingga era “Misal” berhasil menarik perhatian pendengar baru.

Kemampuan lagu-lagu mereka untuk menyentuh hati audiens laki-laki sekaligus membuat para perempuan terbuai menjadi bukti keunikan karya Yovie & Nuno. Ady Julian menambahkan bahwa lagu-lagu mereka merayakan semua kalangan, termasuk pria.

“Jadi, laki-laki pun juga dirayakan oleh Yovie & Nuno. Lagu cinta yang dibawakan secara manly,” ujar Ady. Ia menjelaskan bahwa pria juga bisa merasakan kegalauan, namun cara penyampaiannya mungkin berbeda, seringkali lebih lugas dalam lirik.

Dalam kesempatan yang sama, terungkap juga bahwa aktor Korea Selatan, Ji Chang Wook, dilaporkan tengah menghadapi masalah terkait perpajakan. Ia dikabarkan menjalani audit pajak khusus oleh Layanan Pajak Nasional Korea Selatan dan dikenakan tagihan pajak tambahan sebesar beberapa miliar won.

Menanggapi hal ini, agensi Ji Chang Wook, Spring Company, segera merilis pernyataan resmi. Pihak agensi membantah adanya penggelapan pajak yang disengaja oleh sang aktor. Mereka menjelaskan bahwa masalah ini timbul akibat perbedaan interpretasi antara perusahaan dan otoritas pajak mengenai klasifikasi pendapatan.

“Kami meminta maaf sebesar-besarnya karena menimbulkan kekhawatiran bagi banyak orang karena masalah ini,” ujar pihak agensi dalam rilisnya.

Spring Company menegaskan bahwa tidak ada metode penipuan yang dilakukan untuk menghindari pajak. Mereka menyatakan bahwa dalam proses audit, semua dokumen yang relevan telah diserahkan secara transparan. Akar permasalahan terletak pada perbedaan pandangan mengenai apakah pendapatan Ji Chang Wook dari aktivitas hiburannya dianggap sebagai pendapatan individu atau korporasi.

Perbedaan Opini soal Perpajakan

Pihak agensi menjelaskan adanya perbedaan pendapat dengan otoritas pajak mengenai interpretasi dan penerapan undang-undang perpajakan. Hal ini berkaitan dengan bagaimana pendapatan sang aktor seharusnya diklasifikasikan.

Meskipun terdapat perbedaan pandangan, Spring Company menegaskan bahwa mereka akan menghormati hasil audit yang dikeluarkan oleh Layanan Pajak Nasional. Mereka menyatakan komitmen untuk mematuhi semua undang-undang dan prosedur yang berlaku.

“Terlepas dari perbedaan pendapat ini, kami menghormati hasil audit Layanan Pajak Nasional, karena kami telah secara tegas mematuhi undang-undang dan prosedur yang berlaku tanpa masalah pajak apa pun sejak (Ji Chang Wook) debut pada 2008, dengan memprioritaskan pemenuhan kewajiban perpajakan dengan taat,” lanjut pernyataan tersebut.

Agensi juga menyatakan akan segera membayar tagihan pajak tambahan tersebut tanpa penundaan.

Artis Korea yang Tersandung Masalah Perpajakan

Kasus perpajakan yang melibatkan selebritas Korea Selatan memang bukan kali ini saja terjadi. Belum lama ini, Cha Eun Woo juga menjadi sorotan publik terkait masalah serupa. Dinas Pajak Nasional menyoroti struktur pendapatan Cha Eun Woo yang dinilai tidak biasa.

Dilaporkan bahwa Cha Eun Woo mendirikan perusahaan keluarga terpisah, yang dikelola oleh ibunya, selain agensinya, Fantagio. Diduga, struktur ini dimanfaatkan untuk meminimalkan pajak dengan membagi pendapatan antara perusahaan keluarga dan pendapatan pribadinya.

Bayar Tagihan Pajak Tambahan

Kasus Cha Eun Woo tersebut telah selesai pada bulan April lalu. Ia diperintahkan untuk membayar tagihan pajak tambahan yang jumlahnya mencapai lebih dari 20 miliar won, atau sekitar Rp 230 miliar.

Melalui akun Instagram pribadinya, Cha Eun Woo sempat menyampaikan permintaan maaf kepada para penggemar dan publik atas masalah pajak yang menimpanya. Ia juga mengonfirmasi bahwa dirinya telah melunasi kewajiban pajak tersebut.