Dua Kapal Pertamina Akan Melintasi Selat Hormuz

Bisnis4 Dilihat

DermayuMagz.com – Dua kapal milik PT Pertamina International Shipping (PIS), yaitu Pertamina Pride dan Gamsunoro, saat ini berada di kawasan Teluk Arab dan bersiap untuk melintasi Selat Hormuz. Keputusan ini diambil seiring adanya perkembangan positif yang mengindikasikan situasi yang semakin kondusif antara Iran dan Amerika Serikat.

Pjs. Corporate Secretary Pertamina International Shipping, Vega Pita, menyatakan bahwa pihaknya terus memantau perkembangan situasi yang dinamis di kawasan tersebut. Selain itu, PIS juga mengevaluasi alternatif rute yang lebih aman, termasuk melalui Perairan Oman, yang kini menjadi salah satu opsi yang dipertimbangkan oleh para pelaku industri pelayaran.

Vega menambahkan bahwa sebagai bagian dari persiapan operasional, PIS telah mengambil berbagai langkah teknis dan nonteknis. Langkah-langkah ini mencakup memastikan ketersediaan perlindungan asuransi, kesiapan awak kapal, keandalan teknis kapal dan mesin, serta kesiapan navigasi dan komunikasi kapal. PIS juga memastikan pemenuhan seluruh persyaratan regulasi pelayaran internasional.

Perusahaan terus memperhatikan perkembangan situasi keamanan di kawasan tersebut. “Kami terus memantau secara cermat perkembangan situasi yang masih sangat dinamis di kawasan tersebut, sekaligus mengevaluasi alternatif rute yang lebih aman, termasuk melalui Perairan Oman,” ujar Vega dikutip dari keterangan resmi, Sabtu (20/6/2026).

Selain itu, PIS juga menjalin koordinasi intensif dengan berbagai pemangku kepentingan. Pihak-pihak tersebut meliputi Kementerian Luar Negeri, Kedutaan Besar RI di Teheran, serta otoritas terkait lainnya. PIS juga tengah menyiapkan rencana pelayaran (passage plan) yang aman dan sesuai dengan perkembangan situasi terkini.

Prioritas utama perusahaan adalah keselamatan awak kapal, keamanan kapal, dan perlindungan muatan. PIS berharap kondisi geopolitik di kawasan tersebut terus membaik. Hal ini diharapkan agar Pertamina Pride dan Gamsunoro dapat segera melanjutkan pelayaran dengan aman dalam waktu dekat.

Sebelumnya, PT Pertamina International Shipping (PIS) telah menunjukkan kontribusi signifikan dalam mendukung distribusi energi nasional. Selama tahun 2025, PIS berhasil mengangkut sebanyak 170 miliar liter Bahan Bakar Minyak (BBM) dan Liquefied Petroleum Gas (LPG) ke seluruh nusantara dan berbagai belahan dunia.

Dari total tersebut, PIS mengangkut energi berupa minyak mentah, produk kilang, BBM, dan LPG untuk keamanan pasokan energi nasional sebanyak 107 miliar liter. Sementara itu, angkutan kargo untuk pasar internasional mencapai 63 miliar liter.

“Ini menunjukkan kontribusi signifikan PIS dalam memastikan pasokan energi dari Sabang sampai Merauke, serta perluasan jangkauan layanan yang terus dipercaya di pasar global,” ujar Direktur Utama PIS, Surya Tri Harto, pada 21 Januari lalu.

Realisasi ini melanjutkan tren pertumbuhan bisnis dan kapasitas angkutan energi yang telah dicapai PIS pada tahun sebelumnya. Pada tahun 2024, perusahaan berhasil mengangkut lebih dari 161 miliar liter BBM dan LPG. Capaian tersebut semakin memperkuat posisi PIS sebagai tulang punggung distribusi energi nasional, yang secara konsisten menjaga kelancaran pasokan BBM, LPG, dan produk energi lainnya di seluruh negeri.

PIS juga terus memperkuat armadanya untuk mendukung operasional angkutan. Hingga akhir tahun 2025, total kapal milik PIS mencapai 110 unit. Operasional kapal tanker PIS berjalan 7 hari seminggu selama 24 jam penuh, didukung oleh 338 kapal pendukung pelabuhan (tugboat) untuk memastikan kelancaran proses sandar dan bongkar muat di berbagai pelabuhan.

Beberapa program strategis juga telah dilaksanakan oleh PIS. Salah satunya adalah perluasan pasar non-captive melalui ekspansi rute internasional. Ekspansi ini mencakup tiga kantor strategis yang melayani pemasaran di Asia Pacific, Timur Tengah, dan Eropa. Selain itu, PIS juga melakukan diversifikasi jenis kargo.

Pada tahun 2025, sebanyak 84 kapal milik PIS telah memenuhi standar inspeksi SIRE (Ship Inspection Report Programme). SIRE merupakan standar inspeksi kapal tanker yang bertujuan untuk memastikan standar keselamatan pelayaran.

“Sebagai Sub Holding Integrated Marine Logistics dari Pertamina Group, langkah transformasi ini merupakan komitmen perusahaan untuk memperkuat keandalan operasional dalam distribusi dan ketahanan energi nasional. Serta, memperkuat daya saing armada Indonesia di kancah dunia,” tutup Surya.