DermayuMagz.com – Aksi unjuk rasa yang dilakukan oleh mahasiswa kembali bergulir di depan Gedung DPR/MPR RI, Jakarta Pusat, pada Senin (15/6/2025) sore. Kali ini, massa yang berasal dari Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Seluruh Indonesia (SI) Kerakyatan Wilayah Jakarta turut serta dalam demonstrasi tersebut dengan membawa sebuah simbol yang unik dan penuh makna: karangan bunga.
Para mahasiswa ini tiba di lokasi sekitar pukul 15.43 WIB, setelah menempuh perjalanan long march dari area Gerbang Pemuda hingga tiba di gerbang utama kompleks parlemen.
Mereka tidak hanya datang dengan membawa spanduk, poster, dan berbagai tulisan yang menyuarakan tuntutan. Kehadiran empat mahasiswa yang menggotong dua karangan bunga berukuran besar menjadi pusat perhatian.
Karangan bunga tersebut dihiasi dengan tulisan yang menyindir kegagalan pemerintah serta sikap DPR. Setelah tiba, karangan bunga itu langsung dipasang di depan gerbang utama DPR/MPR RI, menarik perhatian para peserta aksi lainnya maupun masyarakat yang melintas.
Koordinator Daerah BEM SI Kerakyatan Jakarta, Farizal, menjelaskan bahwa aksi ini merupakan bentuk penyampaian keresahan masyarakat kepada pemerintah dan DPR RI.
“Kami di sini menyampaikan aspirasi masyarakat,” ujar Farizal.
Ia menambahkan bahwa para mahasiswa menyoroti berbagai isu terkait ekonomi dan kebijakan pemerintah yang dinilai memberatkan rakyat.
Selain mengkritik kebijakan pemerintah, mahasiswa juga menyoroti sikap Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) yang dinilai kurang menjalankan fungsinya dalam mengawasi jalannya pemerintahan.
“Kami merasa DPR satu bulan ini tidak bekerja. DPR tidak menunjukkan sikap pro terhadap rakyat. Ketika ada kebijakan yang dikeluarkan pemerintah, DPR diam,” ungkapnya.
Farizal berpendapat bahwa sikap diam DPR tersebut merupakan bentuk pengkhianatan terhadap amanah rakyat yang diwakilinya.
“Diam adalah sebuah pengkhianatan kepada masyarakat,” tegasnya.
Hingga sore hari, aksi unjuk rasa di depan Gedung DPR/MPR RI masih berlangsung dengan penjagaan ketat dari pihak kepolisian.






