Prediksi Nilai Tukar Rupiah Terhadap Dolar AS Hari Ini

Bisnis1 Dilihat

DermayuMagz.com – Nilai tukar Rupiah terhadap Dolar Amerika Serikat hari ini, Jumat, 26 Juni 2026, diprediksi akan bergerak fluktuatif dengan potensi menguat. Analis Ekonomi, Mata Uang, dan Komoditas, Ibrahim Assuaibi, memperkirakan Rupiah akan berada dalam rentang pergerakan 17.940 hingga 17.990 per Dolar AS.

Prediksi ini didasarkan pada perkembangan pasar keuangan global dan regional. Pada perdagangan sebelumnya, Kamis, 25 Juni 2026, Rupiah berhasil ditutup menguat tipis sembilan poin ke level 17.943 per Dolar AS. Penguatan ini melanjutkan tren positif yang bahkan sempat menyentuh 30 poin sepanjang sesi perdagangan.

Ibrahim Assuaibi menjelaskan bahwa salah satu faktor yang turut mendorong penguatan Rupiah adalah kesepakatan damai antara Amerika Serikat dan Iran yang dicapai pada awal pekan lalu. Perjanjian ini secara signifikan meredakan ketegangan geopolitik yang sebelumnya sempat memicu kekhawatiran pasokan minyak dunia. Akibatnya, harga minyak mentah global mengalami penurunan tajam dalam sepekan terakhir.

Menteri Energi AS, Chris Wright, mengkonfirmasi bahwa lalu lintas pelayaran melalui Selat Hormuz, yang sempat terganggu akibat konflik, kini telah kembali normal. Ia menyatakan bahwa aliran minyak melalui jalur vital tersebut hampir setara dengan kondisi sebelum konflik, dengan estimasi sekitar 20 juta barel minyak telah berhasil keluar dari selat dalam 24 jam terakhir.

Meskipun demikian, Wright menekankan bahwa pemulihan kondisi sepenuhnya akan membutuhkan waktu beberapa minggu karena perlunya pembersihan ranjau laut yang masih terpasang. Kesepakatan damai tersebut juga mencakup periode negosiasi selama 60 hari untuk membahas isu-isu yang lebih kompleks, termasuk program nuklir Iran. Wright menambahkan bahwa aliran minyak diproyeksikan akan terus berlanjut, bahkan jika kesepakatan tersebut tidak sepenuhnya tercapai, dan Iran tidak akan mampu menutup kembali selat tersebut.

Faktor lain yang turut berkontribusi pada pergerakan nilai tukar adalah pembukaan rute sementara oleh Oman pada Rabu, 24 Juni 2026. Rute ini memfasilitasi keberangkatan kapal tanker dari Selat Hormuz, dengan koordinasi dari Organisasi Maritim Internasional dan otoritas Oman. Perdana Menteri Qatar juga telah melakukan kunjungan ke Oman untuk membahas dimulainya negosiasi mengenai pengelolaan selat di masa depan bersama Iran, Irak, dan negara-negara Teluk lainnya.

Namun, di tengah penurunan harga minyak, pasar keuangan global masih mencermati potensi kebijakan moneter yang ketat dari Federal Reserve (The Fed). Sejumlah anggota dewan The Fed, delapan dari 19 orang, diperkirakan akan menaikkan suku bunga acuan menjelang akhir tahun 2026. Sementara itu, mayoritas anggota lainnya memprediksi suku bunga akan tetap stabil.

Perhatian pasar hari ini juga akan tertuju pada rilis data ekonomi penting dari Amerika Serikat, seperti Indeks Harga Pengeluaran Konsumsi Pribadi Inti (PCE) yang merupakan ukuran inflasi pilihan The Fed, data Produk Domestik Bruto (PDB) kuartal pertama tahun 2026, serta data klaim pengangguran mingguan.

Data-data ekonomi ini akan memberikan gambaran lebih jelas mengenai kondisi ekonomi AS dan dapat memengaruhi sentimen pasar terhadap dolar AS, yang pada gilirannya akan berdampak pada pergerakan nilai tukar Rupiah.