Mantan Admin Fuji Terlibat Kasus Penggelapan Dana Senilai Rp 1 Miliar

showbiz3 Dilihat

DermayuMagz.com – Kasus dugaan penggelapan dana yang melibatkan mantan admin artis Fuji, kini memasuki babak baru dengan penetapan status tersangka. Pihak Fuji sendiri telah memperkuat laporan mereka dengan menyertakan bukti-bukti tambahan di Polres Metro Jakarta Selatan. Kuasa hukum Fuji, Sandy Arifin, mengonfirmasi bahwa seluruh dokumen yang diperlukan telah diserahkan kepada penyidik.

Sandy Arifin menjelaskan bahwa pihaknya telah melengkapi beberapa barang bukti, termasuk tangkapan layar percakapan dan dokumen lainnya. Ia menambahkan bahwa Berita Acara Penyitaan barang bukti juga telah ditandatangani oleh pihak terkait.

Fuji sendiri menegaskan bahwa ia tidak akan lagi memberikan kesempatan untuk mediasi atau penyelesaian damai melalui jalur kekeluargaan. Menurut penuturan Sandy Arifin, kliennya telah berulang kali memberikan kesempatan, namun tidak ada itikad baik yang ditunjukkan oleh pihak terlapor.

Oleh karena itu, Fuji memutuskan untuk tidak menemui terlapor saat mereka berada di Polres Metro Jakarta Selatan. Keputusan ini diambil setelah mempertimbangkan berbagai upaya penyelesaian yang tidak membuahkan hasil.

Kepastian mengenai status hukum terlapor akhirnya terungkap setelah tim kuasa hukum selesai melakukan pemeriksaan. Rekan Sandy Arifin, Orba, mengonfirmasi bahwa penyidik telah menaikkan status perkara dari tahap penyelidikan menjadi penyidikan. Hal ini berarti terlapor secara resmi ditetapkan sebagai tersangka.

Selanjutnya, kasus ini akan berlanjut ke tahap penyidikan lebih lanjut oleh tim penyidik. Kemungkinan besar, berkas perkara akan segera dilimpahkan ke kejaksaan untuk proses hukum selanjutnya.

Fuji sendiri terlihat sangat mantap untuk membawa persoalan ini hingga ke meja hijau. Ia bertekad untuk mendapatkan keadilan dan memastikan agar kasus serupa tidak terjadi lagi di kemudian hari.

Sandy Arifin menyampaikan bahwa setelah penandatanganan berita acara, kliennya kembali ditanya mengenai kelanjutan proses hukum ini. Fuji dengan tegas menyatakan akan melanjutkan proses hukum ini hingga tuntas, bahkan hingga tahap persidangan.

Mengenai jumlah kerugian yang dialami, Fuji tidak merinci secara detail. Namun, ia mengisyaratkan bahwa nominal uang yang diduga digelapkan oleh tersangka mencapai angka yang signifikan.

“Satu digitlah. M. M. Enggak M-M-an banget sih, tapi satu M-an,” ungkap Fuji, mengisyaratkan kerugian mencapai miliaran rupiah.

Fuji merayakan Idul Adha di Masjid Nurul Huda, Kebagusan, Jakarta Selatan, pada Rabu, 27 Mei 2026. Kehadirannya menarik perhatian jemaah dan masyarakat sekitar yang berkumpul untuk menyaksikan penyembelihan hewan kurban.

Ria Ricis disambut dengan sorakan hangat saat tiba di masjid. Ia mengenakan kerudung merah marun dan tampil sederhana di tengah keramaian warga yang antusias. Banyak warga yang mencoba mendekat untuk mengambil foto.

Saat prosesi penyembelihan sapi kurbannya dimulai, Ria Ricis tak kuasa menahan air mata dan menangis haru. Ia tampak menggendong putrinya, Moana, sambil menatap ke arah sapi yang sedang ditangani petugas.

Melalui momen tersebut, Ria Ricis ingin memberikan edukasi kepada Moana mengenai makna Idul Adha, yaitu semangat ikhlas berkorban. Ia berusaha terlihat tegar di depan putrinya.

Meskipun cuaca terik, Ria Ricis memilih untuk tetap berada di lokasi hingga seluruh proses penyembelihan hewan kurbannya selesai. Ia menyaksikan setiap tahapan pemotongan sapi miliknya dengan saksama.

Sebelum pisau menyentuh hewan kurbannya, Ria Ricis terlihat memanjatkan doa dengan raut wajah yang menunjukkan kesedihan. Momen emosional ini terjadi di tengah kepungan warga yang terus memanggil namanya.

Baca juga : Pengembangan Alat Bio Energi Pesawat: Kolaborasi Dosen Polindra dan UI

Keramaian di sekitar Masjid Nurul Huda semakin terasa sejak kedatangan Ria Ricis. Banyak warga, terutama ibu-ibu dan anak-anak, yang memanggil namanya dengan penuh semangat untuk mendapatkan perhatian dari sang idola.