Rupiah Mengalami Kemerosotan

Bisnis6 Dilihat

DermayuMagz.com – Tiga artikel terpopuler di kanal bisnis Liputan6.com pada Minggu, 14 Juni 2026, merangkum sejumlah peristiwa ekonomi penting, mulai dari penguatan rupiah, keputusan bisnis Jeff Bezos, hingga status triliuner Elon Musk.

Artikel pertama membahas tentang penguatan nilai tukar rupiah yang berhasil menembus 0,84% ke level 17.865 per dolar AS. Penguatan ini didorong oleh sinergi antara Bank Indonesia (BI) dan pemerintah melalui berbagai kebijakan strategis.

Langkah-langkah seperti kenaikan BI-Rate menjadi 5,50%, penguatan struktur Surat Berharga Negara (SBN) Ritel Indonesia (SRBI), insentif hedging swap, serta intensifikasi operasi moneter terbukti efektif. Kebijakan ini berhasil memulihkan kepercayaan investor global dan menarik aliran modal asing masuk (inflow).

SRBI mencatat transaksi sebesar Rp 15,11 triliun, SBN Rp 3,91 triliun, dan obligasi internasional Danantara mencapai Rp 26,9 triliun. Selain itu, kerja sama keuangan bilateral dengan Bank Sentral Tiongkok (PBOC) dan Otoritas Moneter Hong Kong (HKMA) turut memperkuat ketahanan eksternal Indonesia.

Artikel berjudul “Rupiah Sempat Tersungkur, Kini Punya Tenaga Baru” ini menjadi sorotan karena menjelaskan bagaimana rupiah kembali mendapatkan momentum positif setelah sempat tertekan. Berdasarkan data BI, rupiah ditutup menguat 0,84% pada Jumat, 12 Juni 2026, dibandingkan penutupan pekan sebelumnya.

Artikel kedua mengangkat kisah tentang keputusan Jeff Bezos, pendiri Amazon, yang kembali menjabat sebagai Chief Executive Officer (CEO). Kali ini, Bezos memimpin sebuah startup kecerdasan buatan (AI) bernama Prometheus, di mana ia menjabat sebagai co-CEO bersama Vik Bajaj.

Bezos mengungkapkan bahwa ia menikmati kembali peran kepemimpinan perusahaan meskipun penuh tantangan. Ia menggambarkan posisi CEO sebagai pengalaman yang memberikan kepuasan baru setelah berhasil melewati berbagai rintangan berat.

Keputusan ini menandai kembalinya Bezos ke peran operasional setelah beberapa tahun mundur dari jabatan CEO Amazon. Pengalamannya yang luas di dunia bisnis teknologi menjadi modal utama dalam memimpin startup AI ini.

Artikel ketiga membahas pencapaian luar biasa Elon Musk yang dinobatkan sebagai triliuner pertama di dunia oleh Forbes. Gelar ini diraih setelah saham perusahaan antariksa miliknya, SpaceX, berhasil diperdagangkan di bursa Nasdaq.

Dengan harga awal US$ 150 per saham, SpaceX mencapai kapitalisasi pasar hampir US$ 2 triliun. Penawaran umum perdana saham (IPO) ini secara signifikan mendongkrak total kekayaan Elon Musk menjadi US$ 1,1 triliun atau setara dengan Rp 19.651,5 triliun, berdasarkan kurs saat itu.

Pencapaian ini menempatkan Elon Musk dalam sejarah sebagai individu pertama yang mencapai status triliuner, sebuah rekor yang belum pernah terjadi sebelumnya.