Jeff Bezos: AI Akan Membuka Lapangan Kerja Baru

Bisnis7 Dilihat

DermayuMagz.com – Pendiri Amazon, Jeff Bezos, menyatakan pandangannya yang optimis mengenai dampak kecerdasan buatan (AI) terhadap pasar tenaga kerja. Ia berpendapat bahwa AI justru akan menciptakan lebih banyak lapangan pekerjaan dibandingkan dengan menggantikannya.

Pernyataan ini disampaikan oleh Bezos dalam sebuah konferensi teknologi di Paris, sebagaimana dilaporkan oleh BBC pada Kamis, 18 Juni 2026. Ia secara tegas menolak pandangan umum yang mengkhawatirkan bahwa AI akan membuat manusia tidak lagi dibutuhkan di dunia kerja.

Bezos meyakini bahwa AI akan membuka peluang-peluang baru dan justru meningkatkan permintaan akan tenaga kerja manusia. Pandangannya ini bertolak belakang dengan prediksi beberapa tokoh teknologi dan politik terkemuka, termasuk mantan perdana menteri Inggris, Rishi Sunak, yang kini menjadi penasihat bagi Microsoft dan Anthropic.

Sunak sebelumnya menyuarakan kekhawatiran tentang dampak AI terhadap prospek pekerjaan generasi muda. Namun, Bezos memiliki pandangan yang berbeda, ia memprediksi bahwa AI akan menciptakan kelangkaan tenaga kerja.

“Saya tahu ada banyak kekhawatiran yang dimiliki banyak orang, termasuk banyak orang pintar, AI akan membuat manusia menjadi tidak dibutuhkan dan sebagainya,” ujar Bezos dalam konferensi tersebut.

“Saya sangat tidak setuju dengan sudut pandang ini. Dan saya pikir, sebenarnya, AI akan menciptakan kekurangan tenaga kerja,” tambahnya.

Bezos menggambarkan visi masa depan di mana teknologi AI menjadi alat yang memungkinkan manusia untuk mengatasi berbagai hambatan. Ia menekankan bahwa keterbatasan manusia saat ini lebih disebabkan oleh hambatan yang dapat diatasi oleh teknologi, bukan oleh kurangnya ambisi.

Miliarder pendiri Amazon ini juga menyinggung tentang usaha AI barunya yang berfokus pada percepatan proses manufaktur fisik, sebuah sektor yang semakin mengadopsi otomatisasi.

Sementara itu, di Inggris, Kongres Serikat Buruh telah menyuarakan peringatan bahwa teknologi AI berpotensi mengulang “bencana deindustrialisasi”. Kekhawatiran ini muncul seiring dengan meningkatnya kekayaan pemegang saham sementara lapangan kerja mengalami degradasi atau bahkan tergantikan.

Namun, organisasi tersebut juga mengakui potensi transformatif AI jika dikembangkan dengan benar. Mereka menambahkan bahwa pekerja dapat memperoleh manfaat signifikan dari peningkatan produktivitas yang ditawarkan oleh AI.

Selain pandangannya tentang AI, Jeff Bezos juga sempat menguraikan visi jangka panjangnya terkait eksplorasi ruang angkasa saat hadir di pameran teknologi VivaTech Paris.

Ia mengidentifikasi akses ke ruang angkasa sebagai hambatan terbesar bagi pembangunan masa depan umat manusia. Bezos berpendapat bahwa Bulan menawarkan titik awal yang strategis untuk ekspansi manusia di luar bumi, mengingat kedekatannya dan potensi sumber daya yang dimilikinya.

“Kita akan pergi ke bulan untuk menetap, bukan hanya untuk berkunjung,” tegas Bezos, menekankan ambisinya untuk kolonisasi bulan.

Ia juga menyoroti peran teknologi seperti elektrolisis yang kelak dapat memungkinkan pemanfaatan sumber daya bulan untuk mengisi bahan bakar roket, memfasilitasi perjalanan antariksa yang lebih berkelanjutan.

Sebelumnya, Jeff Bezos juga pernah mengungkap alasan di balik keputusannya untuk kembali menduduki peran operasional formal sebagai co-CEO di sebuah startup kecerdasan buatan bernama Prometheus. Keputusan ini diambil setelah ia mundur dari posisi CEO Amazon pada tahun 2021.

Bezos, yang kini berusia 62 tahun, menyatakan bahwa ia menikmati kembali peran memimpin perusahaan, meskipun menyadari tantangan yang melekat pada pekerjaan tersebut. Ia menggambarkan pengalaman menjadi CEO sebagai “Type 2 fun”, yaitu jenis kesenangan yang baru dirasakan sepenuhnya setelah berhasil mengatasi kesulitan.

“Itu adalah jenis kesenangan ketika setelah selesai mendaki gunung, Anda berkata, ‘Wah, ternyata mendaki gunung itu menyenangkan’,” jelas Bezos dalam sebuah wawancara dengan CNBC pada Minggu, 14 Juni 2026.

Startup Prometheus berfokus pada pengembangan model AI untuk berbagai tugas fisik, termasuk membantu para insinyur dalam merancang dan memproduksi produk secara lebih cepat dan efisien.

Meskipun tidak lagi memimpin Amazon secara langsung, Bezos tetap aktif terlibat dalam berbagai aktivitas, termasuk di perusahaan antariksa Blue Origin dan Prometheus, menunjukkan komitmennya terhadap inovasi di berbagai sektor.