DermayuMagz.com – Bank Indonesia (BI) optimis bahwa penyaluran kredit perbankan pada tahun 2026 akan mengalami pertumbuhan yang signifikan, bahkan bisa mencapai dua digit. Gubernur BI, Perry Warjiyo, menyatakan keyakinannya ini meskipun ada penyesuaian suku bunga acuan.
Menurut Perry, pertumbuhan kredit perbankan pada April 2026 tercatat sebesar 9,98 persen secara tahunan. Angka ini menunjukkan tren positif dibandingkan periode sebelumnya.
BI memproyeksikan pertumbuhan kredit perbankan sepanjang tahun 2026 akan berada dalam rentang 8 hingga 12 persen. Proyeksi ini didukung oleh beberapa faktor fundamental.
Salah satu penopang utama adalah ketersediaan fasilitas pinjaman yang belum tersalurkan atau undisbursed loan. Jumlahnya masih cukup besar, yaitu Rp 2.551,42 triliun, setara dengan 22,57 persen dari total plafon kredit yang tersedia.
Selain itu, kapasitas pembiayaan perbankan juga dinilai memadai. Hal ini tercermin dari rasio Alat Likuid terhadap Dana Pihak Ketiga (AL/DPK) yang mencapai 25,39 persen.
Baca juga : Empat Generasi Persib Juara Akan Ikut Konvoi dengan 5 Unit Unimog
Pertumbuhan Dana Pihak Ketiga (DPK) juga masih tergolong tinggi, yaitu 11,39 persen secara tahunan pada April 2026. Kondisi ini menunjukkan likuiditas yang cukup dalam sistem perbankan.
Bank Indonesia secara konsisten memperkuat implementasi kebijakan makroprudensial yang akomodatif. Langkah ini bertujuan untuk terus mendorong penyaluran kredit dan pembiayaan oleh perbankan.
Penguatan kebijakan ini mencakup, antara lain, penguatan kebijakan Risk-Weighted Capital Ratio (RWCR) dan Kewajiban Penyediaan Modal Minimum (KPMM). Tujuannya adalah agar penyaluran kredit perbankan tetap optimal.
BI juga terus berkoordinasi erat dengan Pemerintah dan Komite Stabilitas Sistem Keuangan (KSSK). Kolaborasi ini diharapkan dapat memperbaiki struktur suku bunga dan lebih lanjut mendorong pertumbuhan kredit perbankan.
Sebelumnya, Perry Warjiyo telah mengungkapkan bahwa kredit perbankan terus menunjukkan pertumbuhan yang positif. Pada April 2026, pertumbuhan kredit perbankan mencapai 9,98 persen secara tahunan.
Angka ini lebih tinggi dibandingkan dengan pertumbuhan yang tercatat pada Maret 2026, yaitu sebesar 9,49 persen secara tahunan. Hal ini menunjukkan adanya akselerasi dalam penyaluran kredit.
Perry menyampaikan hal tersebut dalam Konferensi Pers Hasil Rapat Dewan Gubernur Bulanan Mei 2026 yang digelar secara daring pada Rabu, 20 Mei 2026.
Pertumbuhan kredit ini ditopang oleh beberapa sektor utama. Kredit investasi mencatat pertumbuhan sebesar 19,48 persen.
Selanjutnya, kredit modal kerja tumbuh sebesar 6,04 persen. Sementara itu, kredit konsumsi juga menunjukkan pertumbuhan positif sebesar 6,13 persen.
BI memproyeksikan tren pertumbuhan kredit ini akan berlanjut hingga akhir tahun 2026. Optimisme ini juga didukung oleh potensi peningkatan efisiensi suku bunga perbankan.
Pada April 2026, suku bunga kredit tercatat berada di angka 8,73 persen. Sementara itu, suku bunga deposito satu bulanan berada di level 4,16 persen.






